Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • October
  • 31
  • Fenomena Downgrade, Berhemat Cukupkah untuk Bertahan?

Fenomena Downgrade, Berhemat Cukupkah untuk Bertahan?

Editor Muslimah Times 31/10/2026
WhatsApp Image 2026-10-31 at 08.22.04
Spread the love

Oleh. Hilda S

Muslimahtimes.com–Ada perubahan yang berlangsung diam-diam dalam kehidupan masyarakat. Bukan perubahan menuju kehidupan yang lebih sejahtera, melainkan penyesuaian demi penyesuaian agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Pengeluaran dipangkas, rencana masa depan ditunda, tabungan terpakai, bahkan utang menjadi pilihan untuk menutup kebutuhan

Data memperlihatkan adanya tekanan pada kelas menengah Indonesia. Menurut laporan IMF yang menggunakan data BPS, jumlah ygkelas menengah menyusut dari 59,5 juta orang pada 2018 menjadi 47,9 juta pada 2024. Olahan data BPS oleh Mandiri Institute menunjukkan jumlah tersebut kembali turun menjadi 46,7 juta pada 2025. Namun, data tersebut tidak berarti setiap orang yang keluar dari kategori kelas menengah otomatis jatuh miskin.

Fenomena ini kerap disebut downgrade kehidupan. Masyarakat yang sebelumnya mampu memenuhi kebutuhan dengan relatif leluasa kini harus berhitung lebih cermat. Persoalannya bukan semata-mata keinginan mempertahankan gaya hidup, tetapi juga kemampuan mempertahankan standar hidup yang layak. Kerja keras belum selalu menghasilkan ketahanan ekonomi?

Di sinilah persoalan perlu dilihat melampaui kemampuan individu mengatur pengeluaran. Kebiasaan konsumtif dan dorongan mengejar pengakuan sosial memang dapat memperburuk kondisi keuangan. Namun, menjadikan perilaku konsumtif sebagai satu-satunya penyebab berarti mengabaikan persoalan yang lebih mendasar: pendapatan, kesempatan kerja, biaya kebutuhan pokok, dan akses terhadap layanan dasar.

Dalam perspektif kritik terhadap kapitalisme, orientasi pada pertumbuhan ekonomi dan keuntungan dapat menciptakan ketegangan ketika kepentingan pasar tidak berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat. Orang dituntut produktif dan mandiri secara ekonomi, tetapi tidak semua memiliki akses yang sama terhadap pekerjaan layak dan sumber daya. Ketika pendapatan terganggu, keluarga harus menanggung sendiri berbagai risiko kehidupan.

Kebijakan efisiensi, perpajakan, dan perubahan harga dapat menambah tekanan apabila dampaknya tidak diimbangi perlindungan yang memadai. Karena itu, setiap kebijakan perlu dinilai berdasarkan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, bukan hanya dari sisi penghematan anggaran atau capaian pertumbuhan.
Islam memberikan pandangan, setidaknya 4 hal terkait hal ini :

  1. Islam membangun pola konsumsi berdasarkan kebutuhan dan prioritas, bukan gengsi. Harta digunakan secara bertanggung jawab, tanpa berlebihan dan tanpa mengabaikan kebutuhan keluarga maupun kewajiban sosial.
  2. Negara wajib menjalankan fungsi ra’in, yakni mengurus dan melindungi rakyat. Rasulullah saw. bersabda bahwa imam adalah pengurus rakyat dan bertanggung jawab atas mereka (HR. Bukhari dan Muslim). Tanggung jawab ini tidak berhenti pada pemberian bantuan ketika masyarakat mengalami kesulitan, tetapi mencakup pengaturan yang memungkinkan kebutuhan hidup terpenuhi.
  3. Negara harus membuka akses pekerjaan yang layak, mengelola sumber daya sesuai ketentuan syariat, serta menjamin pemenuhan kebutuhan dasar melalui mekanisme yang benar. Pendidikan, kesehatan, dan keamanan tidak semestinya menjadi beban yang membuat keluarga kehilangan kemampuan memenuhi kebutuhan lainnya.
  4. Pengaturan ekonomi harus mengikuti ketentuan Islam mengenai kepemilikan, distribusi kekayaan, serta tanggung jawab negara. Penyelesaian masalah tidak cukup dengan meminta masyarakat berhemat, sementara penyebab tekanan ekonominya dibiarkan.

Pada akhirnya, downgrade kehidupan seharusnya menjadi bahan evaluasi tentang arah pengelolaan masyarakat. Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari angka pertumbuhan, kecanggihan teknologi, atau banyaknya barang yang beredar.Kemajuan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat memiliki kemampuan menjalani kehidupan yang layak, bukan terus-menerus dipaksa menyesuaikan diri agar bertahan hidup.

Continue Reading

Previous: Siapa Sebenarnya Pemilik Sumber Daya Alam Kita?

Related Stories

Siapa Sebenarnya Pemilik Sumber Daya Alam Kita? WhatsApp Image 2026-10-19 at 21.02.59

Siapa Sebenarnya Pemilik Sumber Daya Alam Kita?

19/10/2026
Dari Mimbar Khutbah menuju Perubahan Nyata WhatsApp Image 2026-10-19 at 20.41.04

Dari Mimbar Khutbah menuju Perubahan Nyata

19/10/2026
Karhutla Bukan Sekadar Bencana Musiman WhatsApp Image 2026-09-29 at 20.38.46

Karhutla Bukan Sekadar Bencana Musiman

29/09/2026

Recent Posts

  • Harga Terus Melaju, Daya Beli Kian Layu
  • Fenomena Downgrade, Berhemat Cukupkah untuk Bertahan?
  • Dana Bencana Dikorupsi, Rakyat Terzalimi
  • Dana Bencana Dikorupsi, Rakyat Terus Terzalimi
  • Bencana sebagai Komoditas Politik

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Harga Terus Melaju, Daya Beli Kian Layu WhatsApp Image 2026-10-31 at 08.35.02

Harga Terus Melaju, Daya Beli Kian Layu

31/10/2026
Fenomena Downgrade, Berhemat Cukupkah untuk Bertahan? WhatsApp Image 2026-10-31 at 08.22.04

Fenomena Downgrade, Berhemat Cukupkah untuk Bertahan?

31/10/2026
Dana Bencana Dikorupsi, Rakyat Terzalimi WhatsApp Image 2026-10-28 at 21.53.46

Dana Bencana Dikorupsi, Rakyat Terzalimi

28/10/2026
Dana Bencana Dikorupsi, Rakyat Terus Terzalimi WhatsApp Image 2026-10-28 at 21.41.31

Dana Bencana Dikorupsi, Rakyat Terus Terzalimi

28/10/2026

Tags

#Aborsi #aktual #Alquds #beras #bullying #ciptaker #deeplearning #derita #Gas #generasi #genz #hedonis #hikmah #Indonesiaemas #kafir #yaumilakhir #kajian #kebakaran #kecelakaan #kelaparan #kemiskinan #lalulintas #layak #LPG #mental #pagarlaut #pajak #Palestina #perempuan #Rajab #resensi #rumah #rumahtangga #sertifikasidai #silenttreatment #suami #teens Aktual cantik Demokrasi IBU ISLAM keadilan palestine Perempuan politik

CATEGORY

AKTUAL CHICKEN SOUP HIKMAH KAJIAN NEWS PARENTING Reportase RESENSI RUMAH TANGGA SASTRA TEENS Uncategorized
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.