Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2021
  • February
  • 6
  • Kritik Kurikulum Pendidikan, Kritik Dasar Arah Pembangunan Generasi

Kritik Kurikulum Pendidikan, Kritik Dasar Arah Pembangunan Generasi

admin.news 06/02/2021
images (6)
Spread the love

 

Oleh. Amiratush Shalihah

MuslimahTimes.com – Pendidikan adalah aspek penting dalam sebuah negara, karena pendidikan yang baik akan melahirkan generasi yang unggul. Selama pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung cukup lama ini, pendidikan haruslah diperhatikan karena sedikit banyaknya pandemi covid-19 sangatlah memengaruhi proses pendidikan, mulai dari UN ditiadakan, pembelajaran daring dll, sehingga kritik terhadap pendidikan dan pencarian solusi pendidikan di tengah pandemi terus berlangsung.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), meminta agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makariem segera diganti. Dia melihat saat ini terjadi krisis serta darurat pendidikan sepanjang pandemi covid-19 yang belum bisa tertangani dengan baik. Dan belum ada terobosan yang signifikan yang dilakukan Nadiem sebagai solusi dalam mengatasi darurat pendidikan nasional. Oleh karena itu, dia sudah meminta Ketua Komisi X DPR yang juga Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda, untuk mengambil inisiasi atas krisis stagnasi pendidikan nasional saat ini. Dia menambahkan, hingga sekarang tidak ada terobosan yang nyata yang bisa dirasakan masyarakat dari Mendikbud dalam menangani darurat pendidikan nasional. Padahal kondisinya sekarang butuh penanganan yang serius, tidak bisa sambil lalu apalagi diabaikan.

Mendikbud Nadiem Makariem, memetakan dasar kurikulum pendidikan saat ini. Dalam sistem pembelajaran berbasis proyek atau project based learning, yaitu kolaborasi dunia pendidikan dengan sektor industri. Program utama kurikulum pendidikan berbasis pendidikan vokasi dan konsep link-match. Dalam sistem ini terjadi proses timbal balik. Tampaknya dasar dari kurikulum ini masih menyasar pada peluang teknis saja. Aspek mendasar yang terkait dengan visi pendidikan belum tersentuh sempurna.

Karena itu, hendaklah visi-misi pendidikan era pandemi berupa program penjagaan generasi, yakni dengan penguatan landasan kehidupan. Ini baik dari sisi akidah peserta didik maupun keterikatan peserta didik terhadap hukum syariat dalam kehidupannya. Sedangkan kurikulum yang berbasis vokasi ini akan melahirkan output yang memiliki keilmuan profesional, namun kering secara spiritual. Visi dan misi hidupnya diarahkan hanya untuk meraih materi sebanyak-banyaknya.

Gaya hidup yang serba hedonis, dan sekuler. Karena dalam sistem sekuler saat ini generasi muda harus dituntut profesional serta produktif, sesuai dengan semboyan  “kerja, kerja, kerja”. Sedangkan produktif dalam sistem sekarang adalah kreatif menghasilkan uang, totalitas dalam bekerja dan mandiri dalam wirausaha.

Dalam sudut pandang Islam, generasi muda dibentuk bukan sekadar produktif bekerja dengan tujuan menghasilkan uang saja. Namun lebih dari itu, keberkahan adalah salah satu modal besar dalam membangun sebuah peradaban khususnya peradaban Islam. Peserta didik harus menyadari betul perannya sebagai hamba Allah. Kewajiban antara dunia dan akhirat harus diseimbangkan, bukan hanya memikirkan dunia saja. Setiap Muslim harusnya tidak meninggalkan aktivitas amar maruf nahi mungkar, membina masyarakat dan berjuang untuk menegakkan hukum Allah agar tegak di muka bumi secara menyeluruh.

Begitulah gambaran sistem pendidikan negara Islam. Negara Islam akan memfasilitasi pendidikan tidak sekadar fisik, tapi juga membangun ketakwaan kepada Allah Swt. Tak heran, sistem pendidikan Islam selain menghasilkan generasi yang profesional terhadap ilmu dunia tapi juga ahli dalam agama.

Continue Reading

Previous: Merindukan Junnah
Next: Polemik Jilbab di Ranah Pendidikan: Gerbang Dekonstruksi Perda Syariah?

Related Stories

Atasi Gap Generasi dengan Peran Orang Tua WhatsApp Image 2026-01-15 at 10.25.50

Atasi Gap Generasi dengan Peran Orang Tua

15/01/2026
Gugurnya Perisai Rakyat, Kritik Dibalas dengan Api dan Teror WhatsApp Image 2026-01-15 at 10.09.42

Gugurnya Perisai Rakyat, Kritik Dibalas dengan Api dan Teror

15/01/2026
Palestina, antara Harapan dan Pengkhianatan Dunia WhatsApp Image 2026-01-15 at 09.49.40

Palestina, antara Harapan dan Pengkhianatan Dunia

15/01/2026

Recent Posts

  • Atasi Gap Generasi dengan Peran Orang Tua
  • Gugurnya Perisai Rakyat, Kritik Dibalas dengan Api dan Teror
  • Palestina, antara Harapan dan Pengkhianatan Dunia
  • Influencer Kena Teror di Rezim Antikritik
  • Konten Kreator Diteror

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Atasi Gap Generasi dengan Peran Orang Tua WhatsApp Image 2026-01-15 at 10.25.50

Atasi Gap Generasi dengan Peran Orang Tua

15/01/2026
Gugurnya Perisai Rakyat, Kritik Dibalas dengan Api dan Teror WhatsApp Image 2026-01-15 at 10.09.42

Gugurnya Perisai Rakyat, Kritik Dibalas dengan Api dan Teror

15/01/2026
Palestina, antara Harapan dan Pengkhianatan Dunia WhatsApp Image 2026-01-15 at 09.49.40

Palestina, antara Harapan dan Pengkhianatan Dunia

15/01/2026
Influencer Kena Teror di Rezim Antikritik WhatsApp Image 2026-01-11 at 07.11.41

Influencer Kena Teror di Rezim Antikritik

11/01/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.