Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • June
  • 1
  •    Cerewet, Ribet, Baper = Perempuan?

   Cerewet, Ribet, Baper = Perempuan?

Editor Muslimah Times 01/06/2026
WhatsApp Image 2026-06-01 at 19.55.50
Spread the love

Oleh. Aisyah Kamila Mardhatillah

      Musimahtimes.com–Jika seseorang ditanya “Apa yang ada dipikiranmu jika diberi kata ‘perempuan’?” Jawabannya pasti seputar make up, cemburuan, ribet, emosional, sok cantik, caper, dll. Semua itu gak ada yang salah, tapi kenapa semuanya malah menjurus ke hal yang negatif seperti cemburuan, caper, ribet, dsb. Mengapa seperti itu? apakah perempuan itu benar-benar negatif?

      Sekarang kita berada di suatu negara yang menerapkan sistem kapitalisme-sekularisme yang berarti hidup kita dijauhkan dari Islam, sehingga aktivitas kita itu dibebaskan. Tidak ada aturan agama di kehidupan kita kecuali dalam masjid. Hasilnya, umat muslim bebas melakukan apa saja. Dan karena kita sedang membahas perempuan, mari kita berbicara dari sudut pandang perempuan. Ada banyak perempuan di era ini, di sistem ini. Dan tidak sedikit dari para perempuan itu melakukan hal-hal yang sebenarnya dilarang oleh Islam. Mereka melakukan hal-hal itu ada dua perbedaan, ada yang melakukannya walaupun dia tahu hukumnya, tapi karena dibolehkan atau dibebaskan oleh sistem, mereka tetap melakukannya. Ada juga yang bahkan tidak tahu hukumnya, tidak tahu aturan-aturan Islam, begitu juga tidak tahu bahwa menuntut ilmu atau mempelajari Islam secara kaffah itu wajib. Dan karena perempuan sekarang tidak dijaga oleh sistem, pandangan orang-orang banyak tentang perempuan menjadi tidak terjaga juga.

      Contoh, perempuan dianggap centil, sok cantik, sok iyee, ribet,dan caper itu biasanya muncul dari kebiasaan perempuan untuk make up. Make up perempuan sekarang tidak dibatasi, baik jumlah maupun tujuannya, sehingga menghasilkan pandangan orang-orang terhadap perempuan yang kurang baik seperti tadi. Sedangkan dalam Islam hal ini termasuk ke dalam pembahasan tabarruj. Tabarruj yang artinya berlebih-lebihan dilarang dalam Islam, kecuali di beberapa kondisi seperti tabarruj di hadapan suami itu boleh. Artinya merias diri dalam Islam itu ada batasannya. Nah..yang mau tahu penjelasan lanjutan tentang tabarruj silahkan di cari tahu, karena disini penjelasan tentang tabarruj-nya cukup sampai sini aja…

            Contoh yang kedua. Sudah fitrahnya bahwa hati perempuan lebih lembut daripada laki-laki, jadi untuk kata-kata ‘cemburuan’, ‘cengeng’, dan ‘emosional’ itu memang benar, tapi bagaimana cara kita mengatasi sifat itu semua. Sekarang lagi ramai kata-kata “Hati-hati kalo ngomong sama cewek, salah sebut dikit ngambek setahun, nangis seharian, ribet dah pokoknya.” Dan sekarang sedang tren para perempuan bertanya pada para lelaki “Sebutin satu nama cewek selain aku, dan keluarga kamu!” tapi kalo disebut nama perempuan lainnya langsung marah, nangis, bilang cowoknya nggak setia, dll. jadi sebenernya maunya apa sih? Jadi bikin ribet para lelaki kan…kasihan mereka jadi tertekan…

            Dan contoh yang terakhir. Dalam hadis disabdakan bahwa di neraka nanti akan ada banyak perempuan di dalamnya karena lisan mereka. Yang dimaksud ‘lisan’ di sini adalah bahwa perempuan sering tidak menjaga lisan atau ucapannya seperti suka ghibah, sehingga muncul pandangan terhadap perempuan sebagai ‘Si tukang ghibah atau gosip’, ‘cerewet’, dll. Sedangkan dalam Islam, umatnya pasti akan diusahakan untuk meminimalisasi kegiatan membicarakan orang dengan hal-hal yang lebih positif dan disukai oleh Allah Swt. Lagipula jika kita membicarakan kekurangan atau  masalah orang lain, itu akan menjadi masalah baru lagi.

      Dan dengan pandangan terhadap perempuan yang sudah tercemar, ada beberapa perempuan lainnya yang berpendapat atau beranggapan “Kenapa kita nggak berteman sama laki-laki aja? Berteman dengan lawan jenis lebih menyenangkan, supportive, dan gak julid.”

      Nah.. pendapat seperti ini nih yang harus diluruskan. Allah Swt sudah jelas mengatakan dalam surat Al-Isra’ : 32 yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina; itu sungguh perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk.” Banyak orang yang salah dalam mengartikan ‘mendekati zina’ di dalam ayat itu. Yang dimaksud ‘mendekati zina dalam ayat itu ada beberapa hal seperti khalwat, ikhtilat, pacaran, chat-chatan yang nggak penting, dsb. Khalwat adalah berdua-duaan bagi orang yang tidak mahram, dan ikhtilat adalah campur baur antara perempuan dan laki-laki yang tidak mahram. Jadi, untuk pendapat sebelumnya mengenai berteman dengan lawan jenis, itu bisa termasuk dalam hal mendekati zina. “Lalu, bagaimana? Aku gak bisa temenan sama perempuan, mereka baperan, berisik, ribet deh pokoknya.” Nah.. kalo udah kayak gini, kita pilih yang mana, mau temenan sama laki-laki aja untuk kesejahteraan diri kita tapi melanggar aturan Allah Swt., atau tetap temenan sama perempuan yang penting berada di jalan Allah Swt? “ yaudah deh aku mau tetap dijalan Allah SWT., tapi gimana cara ngatasinnya??”

      Untuk hal ini, kan tidak semua perempuan sama. pendapat-pendapat sebelumnya itu hanya menggambarkan perempuan kebanyakan sekarang, bukan berarti semua perempuan pasti seperti itu, jadi pintar-pintarlah kita mencari teman yang bisa kita ajak untuk berbuat kebaikan bersama-sama. Tapi kalo lagi apes, dan ketemu temen yang sifatnya kayak sifat di atas, maka itu menjadi tugas kita untuk mengingatkan dan meluruskan orang-orang seperti itu. Sifat-sifat baper, cerewet, dan emosional itu boleh, karena memang fitrahnya perempuan seperti itu, tapi jangan berlebihan, jangan karena sifat kita itu bisa menyakiti orang lain. Tapi jangan karena ribet, kita malah memilih untuk tidak berteman dengan siapapun yaa..

      Oleh karena itu, di sini kita harus tahu diri juga. Kita gak mau temenan sama orang yang mempunyai sifat-sifat di atas, maka kita juga harus menghilangkan atau mengontrol sifat-sifat yang kita punya. Intinya, jika kita mau memiliki teman yang baik, maka kita juga harus baik. Semoga kita semua bisa mendapatkan teman-teman yang dapat mengajak kita pada kebaikan, dan bisa menjadi contoh yang baik bagi teman kita yang tidak tahu.

Cerewet boleh kok, tapi cerewet dalam amar makruf-nya jangan kalah yaa…

Continue Reading

Previous: Skincare 10 Step, tapi Salat Masih Bolong, Penyakit Zaman Now
Next: Gagal Mulu, Harus Capek Gitu?

Related Stories

Gagal Mulu, Harus Capek Gitu? WhatsApp Image 2026-06-01 at 21.18.22

Gagal Mulu, Harus Capek Gitu?

01/06/2026
Skincare 10 Step, tapi Salat Masih Bolong, Penyakit Zaman Now WhatsApp Image 2026-05-08 at 21.36.11

Skincare 10 Step, tapi Salat Masih Bolong, Penyakit Zaman Now

08/05/2026
3 Tips Menghanguskan Tiket Surga WhatsApp Image 2026-04-26 at 19.25.55

3 Tips Menghanguskan Tiket Surga

26/04/2026

Recent Posts

  • Gagal Mulu, Harus Capek Gitu?
  •    Cerewet, Ribet, Baper = Perempuan?
  • Kampus Bukan Pabrik: Pendidikan Bukan Budak Industri
  • Darurat Perlindungan Anak di Indonesia: Saatnya Keluarga dan Negara Bangun Benteng untuk Anak
  • Pengawasan Keuangan Tanpa Solusi

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Gagal Mulu, Harus Capek Gitu? WhatsApp Image 2026-06-01 at 21.18.22

Gagal Mulu, Harus Capek Gitu?

01/06/2026
   Cerewet, Ribet, Baper = Perempuan? WhatsApp Image 2026-06-01 at 19.55.50

   Cerewet, Ribet, Baper = Perempuan?

01/06/2026
Kampus Bukan Pabrik: Pendidikan Bukan Budak Industri WhatsApp Image 2026-05-28 at 17.36.39

Kampus Bukan Pabrik: Pendidikan Bukan Budak Industri

28/05/2026
Darurat Perlindungan Anak di Indonesia: Saatnya Keluarga dan Negara Bangun Benteng untuk Anak WhatsApp Image 2026-05-28 at 16.55.16

Darurat Perlindungan Anak di Indonesia: Saatnya Keluarga dan Negara Bangun Benteng untuk Anak

28/05/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.