Oleh. Kholda Najiyah
Muslimahtimes.com–Rintihan lirih perempuan muda itu, menyiratkan kehancuran masa depannya. Perempuan yang diciptakan Allah begitu cantik, kini berwajah mengerikan. Di tangan laki-laki iblis bernama Taufik Hidayat (30), perempuan malang bernama YTR (29) ini, matanya dibutakan, bibirnya dihancurkan, kakinya dilumpuhkan dan tubuhnya dirajah paksa. Kuat dugaan, ada kekerasan seksual selama masa tiga tahun penyekapan dalam relasi pacaran yang manipulatif dan berbahaya itu.
Pelaku memikat korban dengan perhatian palsu, demi menguras hartanya hingga mencapai Rp50 jutaan. Ketika korban tak lagi memberi keuntungan, disiksa dan dianiaya hingga cacat permanen.
Inilah korban pemerasan berbasis kekerasan seksual di dunia nyata. Jangan-jangan, dia juga korban sekstorsi, yaitu tindak pemerasan disertai ancaman penyebaran aib pribadi korban. Karena tidak ingin aib tersebar, korban diperas dan tunduk pada pelaku.
Kenali Siklusnya
Sekstorsi adalah tindak pemerasan disertai ancaman penyebaran konten eksplisit, intim, atau pribadi dalam bentuk foto dan video seksual; dengan tujuan memperoleh keuntungan berupa koleksi gambar dan video seksual, pemaksaan hubungan seks, uang, dan sebagainya.
Di dunia nyata, siklusnya seperti ini: pelaku memanipulasi korban dengan daya tarik romantis (love bombing), dipacari lalu direnggut kesuciannya. Ketika telah kehilangan kesuciannya, korban merasa tidak lagi berharga kecuali di depan pasangannya. Dia takut diputuskan hubungan, karena pelaku memegang kartu truf berupa rahasia pribadinya.
Pelaku menguasai mental korban dengan ancaman seperti: “Mana ada yang mau sama kamu kalau bukan aku.” Atau diancam dengan, “Kalau kamu tinggalin aku, aku sebar fotomu” atau “Pergi saja sana, nanti aku viralkan video kita.”
Korban tidak sadar telah masuk perangkap cinta buta yang berbahaya. Korban takut jika diputuskan, aibnya akan tersebar. Ketika pelaku sudah menguras hartanya dan korban tidak bisa memberikan keuntungan lagi, korban dicampakkan dengan penyiksaan fisik dan mental.
Adapun di dunia maya, siklusnya seperti ini: pelaku mengajak kenalan di media sosial, menebar pujian dan rayuan maut hingga korban terpikat (love scam). Terjalinlah pacaran online, sampai di titik korban diminta mengirimkan foto atau video pribadinya sebagai bukti cinta. Dalam beberapa kasus, kadang ada iming-iming hadiah berupa uang bernilai jutaan. Ketika konten buka aurat itu diterima pelaku, berikutnya dijadikan sebagai bahan pemerasan. Korban diancam jika tidak transfer sejumlah uang, konten pribadinya akan disebar.
Bahaya bagi Korban
Sekstorsi adalah teror psikologis yang bisa menghancurkan hidup seseorang. Pola pikir korban rusak, hingga tidak bisa berpikir rasional. Ada kasus, seorang istri meminta cerai dari suaminya, setelah terjerat love scam di dunia daring. Masih ingat, kasus ibu yang menggauli anak kandung dan memvideokannya? Itu juga korban sekstorsi, di mana pelaku meminta video tak senonoh itu dengan ancaman foto pribadi sang ibu akan disebar jika tidak kirim video.
Bahaya lainnya, korban akan mengalami trauma mental dan depresi. Rasa malu, cemas dan takut akan terus menerus menghantui. Takut tiba-tiba besok fotonya tersebar. Takut dihakimi keluarga atau teman jika bercerita. Sering kali membuat korban depresi dan ingin mengakhiri hidup, karena tidak kuat menanggung tekanan mental.
Korban juga mengalami kerugian finansial, akibat pemerasan yang terus menerus berulang dengan angka yang semakin meningkat. Korban yang panik, akan berutang ke mana-mana. Korban rela habis-habisan, sampai terjerat utang dan amburadul kondisi keuangannya.
Korban juga mengalami isolasi sosial, di mana ia akan menarik diri dari interaksi. Cenderung menjadi penyendiri dan pendiam, karena rasa rendah diri dan rasa bersalah. Ia enggan bercerita kepada keluarga dan teman. Tidak berani meminta pertolongan kepada siapapun, karena sangat malu, takut dimarahi, khawatir dihakimi dan semakin dikucilkan akibat tindakan bodohnya.
Adanya pacaran yang menjadi pintu masuk sekstorsi, bisa dihilangkan jika khalwat tidak dilakukan. Tidak akan ada laki-laki manipulatif yang menebar jerat dengan love bombing dan love scam, jika laki-laki bertakwa dan perempuan menjaga kehormatannya.
Kalaulah ada love scam, tidak akan laku karena perempuan tahu untuk menjaga kehormatannya. Tidak akan ada perempuan yang mau mengirimkan foto atau video buka aurat, jika para perempuan berpegang teguh pada prinsip untuk menjaga kehormatannya.
Pemerasan akan gagal, jika negara tanggap dan jenis kejahatan ini segera ditindak tegas. Jika negara memblokir akun-akun media sosial yang berbahaya. Jika negara mau membersihkan dunia digital dari kontan-konten bermuatan porno dan sejenisnya.
Jadi, jika ingin menghentikan total sekstorsi dan melindungi kehormatan perempuan, haruslah ditegakkan syariat Islam. Sungguh, kerugian besar bagi umat manusia di muka bumi saat ini adalah ketika mereka hidup dalam peradaban buruk, dan malah mencampakkan syariat Allah
Swt.(*)
