Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • September
  • 14
  • Islam, Benarkah Mampu Menyolusi Karhutla?

Islam, Benarkah Mampu Menyolusi Karhutla?

Editor Muslimah Times 14/09/2026
WhatsApp Image 2026-09-15 at 06.49.06
Spread the love

Oleh. Afifah

Muslimahtimes.com–Sungguh Ironis, ditengah pesta pora HUT RI ke-81 dengan tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, asap karhutla kembali menyelimuti negeri ini. Dikutip dari www.detik.com Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sebagian besar wilayah Pulau Kalimantan. Tak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, karhutla menyebabkan kabut asap pekat yang menyesakkan warga setempat. (4/9/2026)

Kementerian Kesehatan mencatat karhutla berdampak pada 3,4 juta jiwa dan bahkan dalam laporan terbarunya mencapai 10,6 juta penduduk di 7 provinsi terdampak. Di Kalbar saja tercatat 165.747 kasus ISPA, di Kalsel 18.423 kasus ISPA plus ribuan kasus diare, pneumonia, dan demam tifoid. Data terbaru: dalam sebulan terakhir hingga 4 September 2026, sekitar 37,9 juta orang di delapan provinsi terdampak karhutla gambut.
www.badankebijakan.kemkes.go.id(6/9/2026)

Terjadi Karhutla belakangan ini salah satu faktornya tentu saja karena fenomena alam El Nino namun selain satu faktor itu ada beberapa faktor yang lain seperti salah satunya ulah tangan manusia, banyak yang masih belum paham bahwa membakar hutan itu dilarang dan merusak lingkungan itu dilarang dan hukumnya haram di dalam Islam.

Selain itu juga, faktor ekonomi, karena membakar hutan itu dianggap lebih murah dan lebih ekonomis dibanding membersihkan hutan misalnya dengan menggunakan alat berat atau menggunakan sistem lain. Selain itu, secara ekologis kebakaran ini juga terjadi di lahan-lahan yang kering yang seharusnya tidak dipergunakan untuk perkebunan misalnya lahan gambut yang sengaja dibuat parit kemudian mengering dan meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Faktor iklim memang memperbesar resiko kebakaran tapi ada hal yang lebih mendasar yang harus dilihat. Provinsi Riau bagian terluasnya adalah lahan gambut sekitar 55% dan setengahnya sudah di alih fungsikan menjadi perkebunan dan hutan tanaman industri fungsi ekologis lahan gambut sudah banyak yang rusak maka pada musim kemarau dan terjadinya fenomena El Nino lahan menjadi sangat kering dan memicu terjadinya kebakaran.

Dalam kapitalisme, hutan bukan penjaga kehidupan, tapi digunakan sebagai komoditas, undang-undang dibuat untuk melegalkan perampokan legal melalui izin konsesi puluhan tahun yang sudah diberikan, pada faktanya yang diuntungkan hanya segelintir orang, yang dirugikan puluhan juta rakyat.

Pencegahan yang dilakukaan tidak pernah serius,kanal gambut tidak ditutup total, embung tidak dibangun, izin korporasi pembakar tidak dicabut permanen, hanya sanksi administratif. Padahal Rasulullah bersabda: “Cukuplah seseorang berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.”(HR.Muslim)

Dalam Islam, negara adalah pengurus umat (raa’in). Untuk karhutla, negara wajib mengerahkan baitul mal tanpa memperhitungkan untung rugi. Bukan hanya helikopter water bombing, tapi infrastruktur permanen seperti restorasi gambut total, pembangunan embung raksasa, menara pantau, teknologi deteksi dini dipersiapkan. Selain itu juga setiap rakyat mendapatkan air bersih, masker, posko kesehatan wajib disediakan negara sebelum korban jatuh. Di dalam Islam menjaga jiwa lebih utama dari menjaga keuntungan.

Rasulullah bersabda, “Kaum Muslim berserikat dalam 3 hal: air, padang rumput (termasuk hutan), dan api”.(HR.Abu Dawud dan Ahmad)

Karhutla terus berulang,pemberian izin konsesi lahan dan hutan kepada korporasi mengkonfirmasi kepada kita bahwa tata kelolaan dan hutan kita berbasis kapitalis memegang kendalinya korporasi atau para oligarki ini. Berbeda jika yang dipakai standarnya Islam. Islam tegas menyatakan lahan dan hutan adalah milkiyyah ‘ammah / milik umum maka haram diserahkan kepada korporasi. Jika itu terjadi, sanksi tegas akan diperlakukan karena dianggap pelanggaran terhadap syariat.

Maka selama paradigma pengelolaan lahan dan hutan kita tidak berubah, karhutla akan terus menjadi bencana setiap tahun. Solusi tuntas hanya dengan mengembalikan fungsi negara sebagai pengurus (raa’in) dan pelindung (junnah) dan mengembalikan hutan sebagai milik umum yang dijaga untuk kehidupan bukan untuk keuntungan.

Wallahu a’lam

Continue Reading

Previous: Antara Kejahatan Kolonialisme di Palestina dan Urgensi Khilafah Islamiyah
Next: Karhutla Bukan Sekadar Bencana Musiman

Related Stories

Karhutla Bukan Sekadar Bencana Musiman WhatsApp Image 2026-09-29 at 20.38.46

Karhutla Bukan Sekadar Bencana Musiman

29/09/2026
Antara Kejahatan Kolonialisme di Palestina dan Urgensi Khilafah Islamiyah WhatsApp Image 2026-09-15 at 06.05.00

Antara Kejahatan Kolonialisme di Palestina dan Urgensi Khilafah Islamiyah

14/09/2026
Menakar Kembali Pertarungan Geopolitik Amerika Serikat–Iran WhatsApp Image 2026-09-11 at 12.04.55

Menakar Kembali Pertarungan Geopolitik Amerika Serikat–Iran

11/09/2026

Recent Posts

  • Fenomena Bulliying, Cermin Sistem Pendidikan Sekuler
  • Gawat! Konsumsi Rumah Tangga dari ‘Mantab’ ke ‘Maut’
  • Navigasi Finansial Hadapi Tekanan Ekonomi
  • Rekening Massal untuk Rakyat, Pentingkah?
  • Ketika Korupsi, Bisnis, dan Kekuasan Bersatu, Bagaimana Peran Negara?

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Fenomena Bulliying, Cermin Sistem Pendidikan Sekuler WhatsApp Image 2026-10-09 at 21.14.27

Fenomena Bulliying, Cermin Sistem Pendidikan Sekuler

09/10/2026
Gawat! Konsumsi Rumah Tangga dari ‘Mantab’ ke ‘Maut’ WhatsApp Image 2026-10-09 at 21.03.23

Gawat! Konsumsi Rumah Tangga dari ‘Mantab’ ke ‘Maut’

09/10/2026
Navigasi Finansial Hadapi Tekanan Ekonomi WhatsApp Image 2026-10-09 at 20.48.11

Navigasi Finansial Hadapi Tekanan Ekonomi

09/10/2026
Rekening Massal untuk Rakyat, Pentingkah? WhatsApp Image 2026-10-09 at 09.40.34

Rekening Massal untuk Rakyat, Pentingkah?

09/10/2026

Tags

#Aborsi #aktual #Alquds #beras #bullying #ciptaker #deeplearning #derita #Gas #generasi #genz #hedonis #hikmah #Indonesiaemas #kafir #yaumilakhir #kajian #kebakaran #kecelakaan #kelaparan #kemiskinan #lalulintas #layak #LPG #mental #pagarlaut #pajak #Palestina #perempuan #Rajab #resensi #rumah #rumahtangga #sertifikasidai #silenttreatment #suami #teens Aktual cantik Demokrasi IBU ISLAM keadilan palestine Perempuan politik

CATEGORY

AKTUAL CHICKEN SOUP HIKMAH KAJIAN NEWS PARENTING Reportase RESENSI RUMAH TANGGA SASTRA TEENS Uncategorized
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.