Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2021
  • March
  • 22
  • Pemberdayaan Perempuan, Benarkah Solusi Perbaikan Ekonomi?

Pemberdayaan Perempuan, Benarkah Solusi Perbaikan Ekonomi?

admin.news 22/03/2021
Spread the love

Oleh. Luri K

(Warga Pekalongan l)

Muslimahtimes.com – Berbicara perekonomian rakyat tentu tidak lepas dari peran perempuan dalam sektor ekonomi. Bahkan pemerintah Batang Kabupaten Jawa Tengah, terus berupaya meningkatkan UMKM, yang sebagian besar melibatkan kaum perempuan.

Wakil Bupati Batang Suyono di Batang, Senin (08/3/2021) mengatakan bahwa pemkab siap memberikan pendampingan dalam pemulihan ekonomi tersebut seperti dengan melakukan pelatihan, bimbingan, dan bantuan permodalan bagi pelaku UMKM. “Ada bantuan lunak yang ditawarkan pada pelaku usaha, tinggal mereka berani atau tidak dalam upaya mengembangkan usaha itu karena biasanya warga tidak mau ribet untuk mendapatkan pinjaman usaha,” katanya.

Sejak pandemi, perekonomian masyarakat semakin menurun drastis. Bahkan, sebagian besar para perempuan terpaksa mencari tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Pekerjaan yang dicari pun biasanya di bidang UMKM, karena tidak memerlukan ijazah. Hanya saja tidak cukup sampai di sini, bagi perempuan yang sudah berkeluarga artinya dia sebagai istri dan seorang ibu, tentu menjadi beban berat. Di satu sisi harus mencari nafkah, di sisi lain di rumah mengurusi urusan keluarga. Maka tak heran jika banyak para perempuan semakin stress dengan kondisi ini.

Sejatinya, fitrah bagi perempuan adalah di rumah. Dengan berjubel pekerjaan rumah tangga, tentunya cukup melelahkan dan menguras pikiran. Hanya, di sistem kapitalis tenaga perempuan dijadikan komoditas penghasil pundi-pundi rupiah dengan upah yang sangat minim dan menganggap perempuan lebih “legowo”.

Hal ini jadi kesempatan bagi kapitalis untuk menghisap tenaga perempuan dan dijadikan eksploitasi ekonomi dengan alasan kesetaraan gender. Tujuannya adalah memberikan kemandirian bagi perempuan untuk tidak bergantung kepada laki-laki dan menganggap perempuan lemah, jika hanya dirumah saja.

Apakah benar jika perempuan lebih mandiri ketika memiliki penghasilan sendiri? Melihat efek dari banyaknya perempuan yang bekerja, tidak sedikit anak-anak akhirnya terlantar dan kurang kasih sayang. Kekerasan dalam rumah tangga pun semakin tinggi karena suami tak dihargai, dan terjadilah hancurnya keutuhan keluarga.

Para laki-laki pun mengeluhkan dengan sulitnya lapangan pekerjaan, karena faktanya justru lebih banyak peluangnya untuk kaum perempuan. Maka seharusnya ini menjadi perhatian khusus bagi negara untuk menyelesaikan persoalan ini.

Jika melihat bagaimana Islam mengatur setiap problematika yang ada, maka prioritas pertama adalah negara membuka seluas-luasnya lapangan pekerjaan untuk laki-laki, karna mereka lah yang bertugas mencari nafkah dan Islam sangat memuliakan perempuan dengan senantiasa menjaga kehormatannya. Karena perempuan akan lebih terjaga ketika tetap di rumah dengan fokus mengurusi anak-anak dan suami. Aturan ini, bukan untuk mengekang perempuan dalam berkarya, tetapi mengembalikan fitrahnya sebagai perempuan. Karena, Allah Swt menciptakan laki-laki dan perempuan dengan fitrah yang berbeda.

Maka dari itu, dalam hal menjalankan amanah tentu akan berbeda. Islam sendiri membolehkan siapapun untuk berkarya, dengan tidak meninggalkan kewajiban amanah yang ada di pundaknya.

Continue Reading

Previous: Pesona Ekonomi Syariah di Mata Kapitalisme
Next: Lumbung Singkong dan Masa Depan Kemandirian Pangan

Related Stories

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.38.56

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut

12/02/2026
Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.27.11

Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan

12/02/2026
Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.07.00

Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas

12/02/2026

Recent Posts

  • Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut
  • Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan
  • Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas
  • Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi
  • The Polluter Pays Principle, Rekonstruksi Gaza Bukan Agenda Tulus Board of Peace

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.38.56

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut

12/02/2026
Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.27.11

Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan

12/02/2026
Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.07.00

Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas

12/02/2026
Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi WhatsApp Image 2026-02-12 at 08.54.17

Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi

12/02/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.