Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2025
  • December
  • 30
  • Sumatera Tenggelam, Kapitalisme Masih Sibuk Cuci Tangan

Sumatera Tenggelam, Kapitalisme Masih Sibuk Cuci Tangan

Editor Muslimah Times 30/12/2025
WhatsApp Image 2025-12-30 at 16.34.20
Spread the love

Oleh. Andini Nisaul Qoumy, S.Sos

Sumatera kembali tenggelam

Rumah hanyut

Jalan terbelah

Tanah longsor menelan desa

Banjir bandang laksana tsunami yang menerjang dua dekade silam

Dan seperti biasa, manusia berdasi itu berdalih “Ini hujan ekstrem. Ini cuaca.”

Padahal kita sama-sama tahu, yang ekstrem bukanlah hujan, namun kerakusan yang tak kenal puas

Ketahuilah, di balik banjir dan longsor yang menggerus tanah Sumatera,

ada tangan-tangan yang lihai menebang hutan,

mengoyak bukit,

membiarkan air menyusuri rumah yang harusnya menjadi tempat pulang anggotanya.

Untung. Adalah satu kata yang melanda berbagai kebuntungan yang dialami para penyintas.

Kapitalisme mengajarkan bahwa hutan adalah angka produksi,

bahwa tanah bisa diperas sampai gundul, selama ada pengusaha yang digandeng penguasa.

Saat bencana datang?

Oh, tak usah ditanya. Mereka cuci tangan. Mereka datang dengan kamera, rombongan, lengkap dengan rompi yang terpasang rapi,sembari beradegan menjadi kuli yang mengangkut bantuan bertempelkan stiker.

Seolah manusia yang kehilangan rumah, perlu tahu siapa yang harus dihaturkan terima kasih

Beginilah kapitalisme bekerja.

Rakyat diminta sabar, sementara mereka di tahta kuasa sibuk membangun citra yang kadung miring

Alam disalahkan, cuaca dituding, padahal pelakunya jelas:

cara pandang yang melihat bumi sebagai komoditas belaka

dan nyawa manusia sebagai statistik laporan lapangan.

Islam tak melihat dunia seperti itu.

Dengan habluminannasnya, nyawa adalah amanah, bukan angka semata.

Dengan hablum minal ‘alamnya, bumi adalah titipan, bukan barang dagangan.

Islam hadir untuk menjaga manusia dan alam sebagai satu kesatuan.

Tidak ada pembangunan yang membolehkan penghancuran bukit, penggundulan hutan, atau pencitraan di atas kesedihan orang banyak.

Continue Reading

Previous: Baitul Maqdis yang Dirindukan

Related Stories

Baitul Maqdis yang Dirindukan WhatsApp Image 2025-07-14 at 16.55.29

Baitul Maqdis yang Dirindukan

14/07/2025
Teralis Liberalis ter

Teralis Liberalis

04/12/2023
Jalan Cahaya sang Nabi IMG-20230926-WA0015

Jalan Cahaya sang Nabi

26/09/2023

Recent Posts

  • Jumlah ODHIV Makin Tinggi, Islam Solusi Hakiki
  • Meneladani Kepemimpinan dan Perjuangan Rasulullah saw
  • Lepas Hijab atau Keluar: Ketika Kampus Pertahanan Lupa Siapa yang Mau Dipertahankan
  • Aurat Ditebar, Maksiat Berkibar
  • Kematian Yurizal, Membuka Kotak Pandora Sistem Kesehatan

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Jumlah ODHIV Makin Tinggi, Islam Solusi Hakiki WhatsApp Image 2026-09-05 at 06.24.41

Jumlah ODHIV Makin Tinggi, Islam Solusi Hakiki

04/09/2026
Meneladani Kepemimpinan dan Perjuangan Rasulullah saw WhatsApp Image 2026-09-05 at 06.12.37

Meneladani Kepemimpinan dan Perjuangan Rasulullah saw

04/09/2026
Lepas Hijab atau Keluar: Ketika Kampus Pertahanan Lupa Siapa yang Mau Dipertahankan WhatsApp Image 2026-09-05 at 05.54.14

Lepas Hijab atau Keluar: Ketika Kampus Pertahanan Lupa Siapa yang Mau Dipertahankan

04/09/2026
Aurat Ditebar, Maksiat Berkibar WhatsApp Image 2026-09-04 at 10.41.51

Aurat Ditebar, Maksiat Berkibar

04/09/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.