Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • May
  • 25
  • Update Palestina: Nakba dan Global Sumud Flotila

Update Palestina: Nakba dan Global Sumud Flotila

Editor Muslimah Times 25/05/2026
WhatsApp Image 2026-05-25 at 16.42.14
Spread the love

Oleh. Putri Maharani

Muslimahtimes.com–Masih teringat jelas teragedi pengusiran lebih dari 750 ribu warga Palestina dari tanah kelahiran mereka sendiri pada 15 Mei 1948, 78 tahun lamanya Palestina terus terjajah dan di injak-injak. Berbagai pertolongan masuk ke tanah tersebut akan tetapi terus di blokade oleh Israel. Sehingga beberapa aktivis kemanusiaan melakukan Global Sumud Flotila dengan berlayar menggunakan kapal di perairan Internasional.

Beberapa hari ini kita juga dikejutkan dengan tertangkapnya aktivis kemanusiaan dan 9 orangnya berasal dari Indonesia tepat di bulan peringatan Nakba. Dilansir dari Antar Riau Rabu 20 Mei pukul 09.36 WIB
“Berdasarkan informasi terkini, 9 WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0 semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel”

Mereka para aktivis datang untuk mendobrak blokade laut Israel dan menyalurkan batuan ke Jalur Gaza. Mereka tidak membawa senjata mereka membawa kemanusiaan dan sebuah misi berani untuk mendobrak kepungan laut yang mematikan itu. Di perairan internasional wilayah laut lepas (High Seas) adalah milik bersama seluruh umat manusia dan tidak boleh diklaim oleh negara mana pun. Namun hari ini kita melihat kejahatan yang berulang yang di lakukan oleh Israel. Mereka dengan seenaknya menangkap para aktivis yang menyalurkan bantuan di perairan Internasional. Kapal-kapal sipil tersebut diserbu, dan ratusan aktivis kemanusiaan internasional ditahan secara sepihak dan mereka dipaksa berlutut.

Ketika sebuah sistem dirancang untuk menjaga perdamaian namun membiarkan satu bangsa terjajah tanpa akhir, maka kegagalan tersebut bukan lagi sebuah ketidaksengajaan, melainkan cacat struktural. Berlanjutnya penjajahan di Palestina ini merupakan kegagalan sistem yang ada. Gerakan seperti Global Sumud Flotilla (GSF), kampanye boikot (BDS), hingga aksi turun ke jalan secara masif adalah bentuk pemberontakan moral melawan kegagalan sistem resmi. Aksi militer yang menghadang kapal bantuan kemarin malah menjadi bumerang, memperlihatkan dengan jelas runtuhnya moralitas negara-negara besar.

Pertemuan antara aksi kemanusiaan di laut dan kesadaran politik di darat mengirimkan pesan tunggal penindasan di Palestina tidak akan pernah dianggap selesai, dan arus solidaritas dunia akan terus bergerak mencari jalannya sendiri hingga keadilan benar-benar tegak.

Dalam Islam menjaga dan membebaskan tanah Palestina (terutama kompleks Masjidil Aqsa) bukan sekadar urusan kemaslahatan warga lokal, melainkan kewajiban kolektif (Fardhu Kifayah) yang bisa berubah menjadi kewajiban individu (Fardhu ‘Ain) Islam melarang keras umat Muslim yang mampu untuk berdiam diri saat musuh menguasai tanah mereka dan terjadi kezaliman. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya” (HR. Muslim). Aksi nekat relawan Global Sumud Flotilla mendobrak blokade adalah bentuk konkret dari penerapan hadis ini.

Secara politik Islam, ketidakberdayaan 1,9 miliar umat Muslim dunia dan militer negara-negara Arab dalam menghentikan penindasan di Gaza disebabkan oleh penyakit wahn (cinta dunia, takut mati) dan hilangnya institusi pelindung umat (Al-Junnah). Dalam Surah Al-Anfal ayat 73:

“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi dan menolong sesama muslim), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar.”

Ayat ini menjelaskan realitas geopolitik hari ini. Blok adidaya sekuler saling melindungi satu sama lain menggunakan hak veto dan bantuan militer. Sebaliknya, karena umat Islam tidak melakukan perintah Allah untuk membentuk aliansi pertahanan (perisai) yang solid, maka lahirlah “fasadun kabiir” (kerusakan yang besar) berupa penjajahan Palestina yang berlanjut selama 78 tahun.

Insiden Global Sumud Flotilla 2.0 ini mengirimkan pesan kuat bagi nurani dunia. Keteguhan para aktivis termasuk putra-putri terbaik Indonesia untuk terus berlayar meskipun dihantui risiko penangkapan menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak dapat dibatasi oleh garis batas laut maupun intimidasi bersenjata. Selama komunitas internasional masih memelihara impunitas hukum dan menutup mata atas penindasan yang terjadi, maka rantai kekerasan ini akan terus membayangi.

Melawan lupa terhadap Nakba bukan hanya tentang mengenang peristiwa tahun 1948, tetapi juga tentang tetap bersuara dan berdiri bersama mereka yang hingga hari ini masih kehilangan hak-hak dasarnya. Perjuangan flotilla inij menunjukkan bahwa kekuatan militer mungkin dapat membatasi jalur bantuan untuk sementara waktu, tetapi solidaritas dan kepedulian manusia akan selalu menemukan jalan untuk menyuarakan keadilan bagi Palestina. Wallahu a’lam bish-shawab

Continue Reading

Previous: Film Pesta Babi, Satire yang Mengulik Oligarki
Next: Pengawasan Keuangan Tanpa Solusi

Related Stories

Pengawasan Keuangan Tanpa Solusi WhatsApp Image 2026-05-25 at 16.50.18

Pengawasan Keuangan Tanpa Solusi

25/05/2026
Film Pesta Babi, Satire yang Mengulik Oligarki WhatsApp Image 2026-05-25 at 16.13.15

Film Pesta Babi, Satire yang Mengulik Oligarki

25/05/2026
Astaghfirullah, Indonesia Surga Mafia Judol Internasional? WhatsApp Image 2026-05-22 at 11.43.18

Astaghfirullah, Indonesia Surga Mafia Judol Internasional?

22/05/2026

Recent Posts

  • Pengawasan Keuangan Tanpa Solusi
  • Update Palestina: Nakba dan Global Sumud Flotila
  • Sindiran “In This Economy”, Refleksi Sulitnya Ekonomi
  • Film Pesta Babi, Satire yang Mengulik Oligarki
  • Yang Terlupakan dari Menuntut Ilmu Hari Ini

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Pengawasan Keuangan Tanpa Solusi WhatsApp Image 2026-05-25 at 16.50.18

Pengawasan Keuangan Tanpa Solusi

25/05/2026
Update Palestina: Nakba dan Global Sumud Flotila WhatsApp Image 2026-05-25 at 16.42.14

Update Palestina: Nakba dan Global Sumud Flotila

25/05/2026
Sindiran “In This Economy”, Refleksi Sulitnya Ekonomi WhatsApp Image 2026-05-25 at 16.32.01

Sindiran “In This Economy”, Refleksi Sulitnya Ekonomi

25/05/2026
Film Pesta Babi, Satire yang Mengulik Oligarki WhatsApp Image 2026-05-25 at 16.13.15

Film Pesta Babi, Satire yang Mengulik Oligarki

25/05/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.