Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2023
  • July
  • 30
  • Dakwah, Salah Satu Syarat Masuk Surga Menurut Islam

Dakwah, Salah Satu Syarat Masuk Surga Menurut Islam

admin.news 30/07/2023
WhatsApp Image 2023-07-30 at 16.22.02
Spread the love

Oleh. Mariyam Sundari

(Jurnalis Ideologis, Kontributor Muslimahtimes.com)

Muslimahtimes.com–Rasulullah Saw, tercinta bersabda, disebutkan dalam sahih Muslim, kitab iman hadis bahwa, “Kapan pun engkau melihat sesuatu yang salah, yang terbaik adalah jika engkau bisa menghentikannya dengan tangan. Maka, hentikanlah dengan tanganmu. Jika engkau tidak bisa menghentikannya dengan tanganmu, maka hentikanlah dengan lidahmu. Jika engkau tidak bisa menghentikannya dengan lidahmu, hal yang paling minimal yang dapat engkau lakukan adalah mengutuknya dengan hatimu. Dan itulah serendah-rendahnya keimanan”.

Dari hadis ini menjelaskan, bahwa ketika melihat sesuatu yang salah, maka ada kewajiban bagi setiap muslim untuk menyampaikan pesan dakwah kebenaran. Hal ini juga sudah difirmankan oleh Allah Swt, dalam Al-Qur’an yang artinya: “Demi masa sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan menasihati supaya menaati kebenaran dan menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al-Ashr: 1-3)

Oleh karenanya, bagi manusia mana pun yang ingin masuk ke dalam surga minimal dibutuhkan empat hal menurut Al-Qur’an surat Al-Ashr. Yaitu: iman, amal salih, menasihati orang lain dalam kebenaran, dan juga menasihati orang lain supaya bersabar.

Termasuk Imam Syafii, semoga Allah Swt, merahmatinya pernah berkata, “Jika hanya surat Al-Ashr ini yang diwahyukan, maka akan mencukupi sebagai petunjuk untuk umat manusia.” Jadi surat Al-Ashr ini mempunyai kekuatan secara menyeluruh (powerfull).

Kalaupun, ada seorang muslim yang sangat baik, yang melakukan shalat lima waktu dalam sehari, telah berhaji bahkan berkali-kali, puasa ramadan, juga berzakat. Tapi, jika tidak berdakwah, tidak menyampaikan pesan Islam terhadap orang yang berbuat salah. Maka, menurut surat Al-Ashr tidak akan bisa masuk ke dalam surga. Meskipun begitu hanya berdakwah saja tidaklah cukup, jadi keempatnya itu sama pentingnya.

Namun, jika Allah Swt, ingin mengampuni kemudian memasukkan seseorang ke dalam surga meskipun orang tersebut tidak berdakwah, maka itu merupakan hak prerogatif Allah, asalkan tidak berlaku syirik. Karena Allah Swt, berfirman yang artinya: “Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu), dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki” (QS. An-nisa: 116)

Jadi dakwah bukan hanya tugas bagi para ulama, habib, kiai, ataupun ustaz saja. Melainkan, seluruh umat muslim yang telah memenuhi beberapa kriteria untuk menyandang kewajiban dari Allah (mukalaf). Apalagi dalam sistem kapitalis saat ini, muslim tidak hanya berkewajiban berdakwah terhadap non-muslim saja, tetapi yang dihadapi adalah dari kalangan muslim itu sendiri yang banyak dipengaruhi oleh derasnya pemikiran kufur yang menjauhkan dari kebenaran yang hak.

Walaupun berdakwah berat adanya, namun itulah tujuan hidup ini yang sebenarnya. Senantiasa menjadi hamba Allah yang patuh serta taat perintah-Nya termasuk sigap menyampaikan pesan dakwah. Bagaimana caranya? Tidak lain, menyuruh umat manusia untuk menyembah hanya kepada Allah Swt, semata (baca QS. Ali-imran: 64). Dan juga menjadikan hanya aturan Allah sajalah yang patut diterapkan dalam ranah kehidupan manusia.

Termasuk yang paling utama bagi muslim adalah menyampaikan kebenaran kepada penguasa zalim yang ada di dalam negeri ini. Pernyataan ini telah disampaikan oleh Rasulullah saw, tercinta di dalam hadisnya yang diceritakan Abu Said Al Khudri yaitu, “Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran (berkata baik) di hadapan penguasa yang zalim.” (HR Abu Daud).

Oleh sebab itu, tunggu apalagi berdakwahlah selagi hayat masih dikandung badan. Untuk menegakkan aturan Allah Swt, yang hak, dengan menerapkan aturan Islam secara kafah di dalam kehidupan di bawah naungan Khilafah. Dengan tujuan untuk memperoleh pahala dan berjumpa dengan Allah kelak di surga-Nya, InsyaAllah.[]

Continue Reading

Previous: Poligami dalam Islam adalah Solusi Bukan untuk Dijauhi
Next: Menapaki Jejak para Wanita Penghulu Surga (Bagian 2) “Sayyidah Fatimah binti Muhammad”

Related Stories

Hikmah Isra’ Mikraj: Saatnya Membumikan Hukum Langit WhatsApp Image 2026-01-20 at 22.05.53

Hikmah Isra’ Mikraj: Saatnya Membumikan Hukum Langit

23/01/2026
Ibu Pencetak Generasi Pejuang Islam WhatsApp Image 2026-01-11 at 05.52.28

Ibu Pencetak Generasi Pejuang Islam

10/01/2026
Antara Eksploitasi Alam dan Banjir Sumatera WhatsApp Image 2025-12-30 at 17.33.26

Antara Eksploitasi Alam dan Banjir Sumatera

30/12/2025

Recent Posts

  • Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut
  • Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan
  • Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas
  • Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi
  • The Polluter Pays Principle, Rekonstruksi Gaza Bukan Agenda Tulus Board of Peace

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.38.56

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut

12/02/2026
Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.27.11

Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan

12/02/2026
Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.07.00

Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas

12/02/2026
Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi WhatsApp Image 2026-02-12 at 08.54.17

Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi

12/02/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.