Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2024
  • August
  • 7
  • Jeritan Batin Kaum Joanna dan Cinderela

Jeritan Batin Kaum Joanna dan Cinderela

admin.news 07/08/2024
IMG_20240807_204453
Spread the love

Oleh. Kholda Najiyah

(Founder Salehah Institute)

Muslimahtimes.com–Sejak zaman klasik, perempuan memiliki kompleksitas perasaan tiada henti. Hanya saja, dulu suara mereka tidak begitu terdengar. Tersembunyi dalam kotak batin masing-masing.

Kini, di era media sosial, kesempatan para perempuan untuk mengekspresikan perasaannya begitu terbuka. Riuh suara batin itu sahut menyahut terpajang di dinding-dinding ruang maya.

Baik yang mengabdikan diri sebagai perempuan tradisional ala Cinderela, maupun yang mengejar kemandirian seperti perempuan modern ala Joanna, suara hati mereka sebenarnya sama saja. Sama-sama menyuarakan fitrahnya dari hati terdalam. Inilah jeritan batin perempuan sesungguhnya:

1. Ingin Diakui Eksistensinya

Setiap perempuan, sama halnya seperti laki-laki. Punya gharizah baqo’ atau naluri mempertahankan diri. Ia ingin eksistensinya diakui. Ingin menunjukkan prestasi dan capaiannya. Ingin keberadaannya berguna dan berdaya. Ingin dianggap sebagai manusia. Ingin diperlakukan secara manusiawi.

2. Ingin Dijaga dan Dilindungi

Sekuat-kuatnya perempuan, ada sisi lemahnya. Sebab Allah ciptakan fisik dan mentalnya bukan seperti pria. Fitrah ini tidak usah diperdebatkan. Ini realita tak terbantahkan.

Oleh karena itu, dalam hati kecilnya, setiap perempuan ingin dijaga dan dilindungi. Ia butuh jaminan akan rasa aman, dari laki-laki yang ia anggap lebih kuat dari dirinya. Ia butuh perlindungan, dari pihak yang menyayanginya.

3. Berharap Dijamin Kesejahteraannya

Diakui atau tidak, banyak perempuan yang memiliki kecerdasan dalam meraih kekayaan. Bisa bekerja, berjualan dan berbisnis, hingga sukses secara materi.

Namun, kelelahan fisik dan psikis sebagai pengorbanannya. Hati kecilnya berseru, andai ada yang menjamin nafkahnya. Andai ada yang menyejahterakannya, maka bekerja boleh jadi bukanlah prioritas utamanya. Peran kodrati sebagai ibu rumah tanggalah idamannya.

4. Membutuhkan Perhatian dan Penghargaan

Perempuan diciptakan dengan hati yang lembut dan perasa. Fitrahnya membutuhkan perhatian. Ia akan merasa sedih dan nelangsa jika diabaikan.

Inilah yang sering membuat para perempuan tidak bahagia. Khususnya para istri yang kelelahannya tidak pernah diperhatikan. Sedih, ketika suasana hatinya tidak pernah ditanya. Ia merasa tidak bahagia.

5. Merindukan Kasih Sayang dan Keromantisan

Perempuan diciptakan dengan hati dilimpahi kasih sayang. Ia bisa menebarkan kasih sayang itu kepada orang-orang di sekitarnya yang ia sayangi. Meski mungkin hatinya tidak bahagia, ia tetap bisa menyembunyikannya, karena rasa welas asih yang dimilikinya.

Namun, ia tetap butuh cinta dan kasih sayang. Tangki cintanya tetap harus diisi. Ia butuh hubungan romantis untuk melengkapi kebahagiaannya. Sebagai manusia normal yang memiliki gharizah nau’ atau naluri melestarikan jenis, ia butuh membangun cinta romantis. Bukan sekadar cinta platonis atau persahabatan.

Demikianlah naluri perempuan yang harus diakomodasi. Dan, sebaik-baik cara mendudukkan perempuan pada fitrahnya adalah syariat Islam. Hanya Islam yang mampu meredam jeritan batin mereka, hingga dapat memberikan kemasalahatan secara maksimal. Baik untuk dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat.

Ingat, bagaimana peradaban itu tegak, sangat tergantung pada bagaimana wanitanya. Jika ia bahagia dan dibahagiakan sesuai fitrahnya, niscaya lahirlah generasi penerus yang hebat. Tegak pula masyarakat yang hebat dan negara yang juga hebat. Maka, kembalikan kedudukan perempuan sesuai syariat Islam.(*)

Continue Reading

Previous: Adab Curhat agar Terjaga Martabat
Next: Lima Motivasi Jika Istri Harus Bekerja

Related Stories

Mengatasi Kurang Gizi dari Dapur Ibu Sendiri WhatsApp Image 2026-02-11 at 10.16.35

Mengatasi Kurang Gizi dari Dapur Ibu Sendiri

11/02/2026
Marak Suami Bunuh Istri, Ada Apa dengan Rumah Tangga Muslim Hari Ini? WhatsApp Image 2026-02-09 at 09.39.23

Marak Suami Bunuh Istri, Ada Apa dengan Rumah Tangga Muslim Hari Ini?

09/02/2026
Lima Coping Stres untuk Menjaga Mental Ibu WhatsApp Image 2025-12-31 at 22.06.48

Lima Coping Stres untuk Menjaga Mental Ibu

31/12/2025

Recent Posts

  • Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut
  • Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan
  • Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas
  • Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi
  • The Polluter Pays Principle, Rekonstruksi Gaza Bukan Agenda Tulus Board of Peace

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.38.56

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut

12/02/2026
Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.27.11

Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan

12/02/2026
Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.07.00

Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas

12/02/2026
Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi WhatsApp Image 2026-02-12 at 08.54.17

Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi

12/02/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.