Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2025
  • July
  • 2
  • Palestina Masih Diserang, Pemimpin Negeri Muslim Diam

Palestina Masih Diserang, Pemimpin Negeri Muslim Diam

Editor Muslimah Times 02/07/2025
WhatsApp Image 2025-07-01 at 20.02.57
Spread the love

Oleh. Naila Dhofarina Noor

Muslimahtimes.com–Palestina masih dalam penguasaan zionis Israel. Jumlah korban terus meningkat. Tanggal 27 Mei 2025 lalu dilaporkan kantor media Gaza bahwa terjadi serangan oleh Israel terhadap pusat distribusi bantuan yang dikelola oleh GHF (Gaza Humanitarian Foundation). Serangan tersebut menewaskan 102 warga dan menciderai 490 warga lainnya.

Menilik dari beritasatu.com (04/06/2025), sehari setelah serangan itu yakni hari Rabu, tanggal 28 Mei 2025, juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, mengumumkan penutupan pusat distribusi bantuan tersebut. Katanya, penutupan itu dilakukan untuk renovasi, peningkatan efisiensi, dan reorganisasi. Tidak berhenti disitu. Israel terus melakukan tindakan tak berperikemanusiaannya bahkan tepat pada hari raya Idul Adha. Mereka menyerang tenda-tenda pengungsi sehingga menewaskan dan melukai 40 lebih orang.

Inilah fakta genosida di Palestina yang dilakukan oleh zionis Israel yang merupakan anak emas Amerika Serikat. Tindakannya didukung besar-besaran dan dana yang tak sedikit. Fitrah kemanusiaan mereka dimatikan hingga merasa tak berdosa membunuhi banyak jiwa yang bahkan adalah bayi-bayi yang masih merah hanya karena mereka adalah keturunan muslim Palestina.

Penutupan bantuan sengaja dibuat Zionis agar generasi Palestina pelan-pelan mati karena kelaparan, kehausan, juga kesakitan. Sampai di hari raya pun mereka tak punya perasaan kemanusiaan. Gelap dengan ambisi menyerang warga Palestina habis-habisan.

Para pemimpin negeri muslim ini seakan diam. Yang terdengar hanyalah retorika tanpa tindakan yang nyata. Mereka enggan menggerakkan pasukan untuk berjihad di tanah Palestina, bumi para nabi itu. Mereka hanya bisa menahan rasa kemanusiaan yang terkoyak-koyak oleh kebiadaban para zionis penjajah.

Rasa itu dibuat mati. Padahal rasa kemanusiaan itu adalah fitrah yang alami ada dalam jiwa setiap orang yang disebut manusia. Rasa itu mati karena kapitalisme yang menjadikannya beralih untuk mengagungkan materi semata dan ‘berpura-pura’ buta dan tuli untuk menolong sesama manusia.

Kekuasaan yang dimiliki tidak lantas didekasikan untuk kemaslahatan. Tapi hanya untuk kepuasan. Sekat nasionalisme semakin membuat pemimpin negeri muslim takut ancaman hilang kekuasaan dan kepercayaan. Tak heran mereka tak terusik dengan kekejaman yang dilakukan.

Oleh karenanya, Palestina membutuhkan suara yang satu, aksi yang satu, perjuangan yang satu dari umat seluruh dunia. Suara itu adalah seruan untuk jihad dan menegakkan khilafah. Aksi itu adalah menggerakkan para pemimpin negeri untuk mengirim tentara jihad dan bersatu melepas sekat nasionalisme bergabung menjadi negeri yang satu, Khilafah. Perjuangan itu adalah dakwah memahamkan umat kewajiban dan kebutuhan penegakan Khilafah.

Upaya tersebut memerlukan suatu kepemimpinan jamaah dakwah yang ideologis dan Istiqomah dalam menyerukan tegaknya Khilafah. Dengannya, umat akan tersadarkan akan kebutuhan dan kewajiban penegakan khilafah ini. Pada saatnya, jamaah dakwah bersama umat akan menegakkan khilafah dan membebaskan bumi Palestina dari penjajahan zionis Israel dan anteknya.

AllahuAkbar!

Continue Reading

Previous: Potensi Tambang dalam Jerat Kapitalisme
Next: Mafia Beras Merajalela, Negara Bisa Apa?

Related Stories

Perempuan Bukan Boneka Seks WhatsApp Image 2026-05-05 at 20.37.15

Perempuan Bukan Boneka Seks

05/05/2026
Fenomena Day Care dan Fitrah Ibu di Bawah Bayang-bayang Kapitalisme WhatsApp Image 2026-05-02 at 20.52.51

Fenomena Day Care dan Fitrah Ibu di Bawah Bayang-bayang Kapitalisme

02/05/2026
Seksualitas Bukan Candaan: Ancaman ‘Rape Culture’ di Era Kebebasan WhatsApp Image 2026-04-30 at 21.19.51

Seksualitas Bukan Candaan: Ancaman ‘Rape Culture’ di Era Kebebasan

30/04/2026

Recent Posts

  • Jaga Integritas, Empaskan Pola Pikir Cabul
  • Perempuan Bukan Boneka Seks
  • Fenomena Day Care dan Fitrah Ibu di Bawah Bayang-bayang Kapitalisme
  • Seksualitas Bukan Candaan: Ancaman ‘Rape Culture’ di Era Kebebasan
  • Catatan Kritis Kekerasan di Daycare dan Kecelakaan KRL: Alarm Keras bagi Perempuan untuk Lepas dari Jahatnya Kapitalisme

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Jaga Integritas, Empaskan Pola Pikir Cabul WhatsApp Image 2026-05-05 at 21.00.23

Jaga Integritas, Empaskan Pola Pikir Cabul

05/05/2026
Perempuan Bukan Boneka Seks WhatsApp Image 2026-05-05 at 20.37.15

Perempuan Bukan Boneka Seks

05/05/2026
Fenomena Day Care dan Fitrah Ibu di Bawah Bayang-bayang Kapitalisme WhatsApp Image 2026-05-02 at 20.52.51

Fenomena Day Care dan Fitrah Ibu di Bawah Bayang-bayang Kapitalisme

02/05/2026
Seksualitas Bukan Candaan: Ancaman ‘Rape Culture’ di Era Kebebasan WhatsApp Image 2026-04-30 at 21.19.51

Seksualitas Bukan Candaan: Ancaman ‘Rape Culture’ di Era Kebebasan

30/04/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.