Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • February
  • 3
  • Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler

Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler

Editor Muslimah Times 03/02/2026
WhatsApp Image 2026-02-03 at 21.41.25
Spread the love

Oleh. Risna Ummu Zoya

Muslimahtimes.com–Jagat media sosial beberapa waktu terakhir dihebohkan oleh beredarnya video seorang guru SMK di Jambi yang menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah siswanya. Peristiwa ini sontak menuai keprihatinan publik dan memantik perdebatan luas tentang wajah pendidikan saat ini. Berdasarkan keterangan guru yang bersangkutan, insiden tersebut bermula dari proses belajar mengajar di kelas. Saat itu ia menegur seorang siswa yang dinilai bersikap tidak pantas. Namun teguran tersebut justru dibalas dengan ucapan keras dan teriakan bernada kasar di hadapan guru dan siswa lain. Situasi pun memanas hingga berujung tindak kekerasan terhadap sang guru, dilansir (Detiknews.com, 17/01/2026).

Di sisi lain, beredar pula versi yang disampaikan dari sudut pandang siswa. Dalam berbagai pemberitaan, disebutkan adanya keluhan murid bahwa guru tersebut kerap menggunakan kata-kata kasar, merendahkan siswa, bahkan melontarkan ucapan yang dinilai menghina orang tua. Gambaran ini menunjukkan bahwa konflik tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berakar pada relasi guru-murid yang sudah lama bermasalah. Secara lebih luas, situasi ini dapat dipahami sebagai bagian dari persoalan kekerasan di lingkungan sekolah, yang menurut  analisis pendidikan, merupakan pelanggaran terhadap hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang aman, bebas dari rasa takut dan kekerasan, sebagaimana dijamin oleh konstitusi dan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Kasus guru dikeroyok murid bukanlah sekadar konflik personal atau luapan emosi sesaat. Peristiwa ini menunjukkan adanya krisis serius dalam dunia pendidikan. Relasi guru dan murid yang seharusnya dibangun di atas penghormatan dan keteladanan justru berubah menjadi hubungan yang penuh ketegangan, bahkan kekerasan. Disatu sisi, tindakan murid yang berkata kasar dan melakukan kekerasan mencerminkan hilangnya adab. Namun di sisi lain, perilaku guru yang merendahkan murid dengan kata-kata kasar juga bertentangan dengan nilai pendidikan itu sendiri. Padahal Islam secara tegas melarang sikap saling mencela dan memberi label buruk, sebagaimana firman Allah Swt.: “Dan janganlah kamu saling mencela dan memanggil dengan gelar-gelar yang buruk” (TQS. Al-Hujurat: 11). Ketika adab diabaikan oleh kedua belah pihak, konflik menjadi sulit dihindari. Inilah realitas pendidikan dalam sistem sekuler kapitalistik yang menjauhkan Islam dari landasan berpikir dan bertindak.

Islam memandang pendidikan bukan sekadar sarana mencetak manusia cerdas, melainkan proses membentuk manusia beradab. Rasulullah saw diutus bukan hanya membawa ilmu, tetapi menjadi teladan akhlak bagi umat manusia.Allah Swt memuji kepribadian beliau dalam firman-Nya: “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berada di atas budi pekerti yang agung.” (TQS. Al-Qalam: 4). Dalam sistem pendidikan Islam, adab didahulukan sebelum ilmu. Murid dibina untuk memuliakan guru, sementara guru diwajibkan mendidik dengan kelembutan dan kasih sayang. Islam menegaskan bahwa sikap keras dan ucapan kasar bukanlah metode pendidikan efektif. Allah Swt berfirman: “Maka berkat rahmat Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.” (TQS. Ali Imran: 159). Guru dalam Islam adalah figur teladan, bukan sekadar penyampai materi. Keteladanan akhlak inilah yang melahirkan penghormatan sejati dari murid, bukan ketakutan atau kebencian.

Penyelesaian kasus kekerasan di sekolah tidak cukup hanya dengan pendekatan hukum atau mediasi sementara. Solusi mendasar harus menyentuh sistem pendidikan itu sendiri. Islam menawarkan solusi konprehensif dengan menjadikan akidah Islam sebagai landasan kurikulum dan pembinaan kepribadian. Negara memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga amanah pendidikan ini. Allah Swt menegaskan: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.” (TQS. An-Nisa: 58). Dengan sistem pendidikan Islam, guru dan murid ditempatkan dalam relasi yang saling memuliakan, terikat oleh keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.

Kasus guru dikeroyok murid dan murid yang merasa dihina guru sejatinya adalah buah dari pendidikan sekuler yang kehilangan ruh Islam. Selama pendidikan dipisahkan dari akidah dan akhlak, konflik serupa akan terus berulang. Mengembalikan Islam sebagai landasan pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk melahirkan generasi berilmu, beradab, dan bertakwa.

Continue Reading

Previous: Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak
Next: Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis?

Related Stories

Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis? WhatsApp Image 2026-02-03 at 22.07.05

Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis?

03/02/2026
Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak WhatsApp Image 2026-02-03 at 21.46.01

Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak

03/02/2026
Game Online: Media Penghancur Pemikiran Generasi WhatsApp Image 2026-02-03 at 22.17.02

Game Online: Media Penghancur Pemikiran Generasi

03/02/2026

Recent Posts

  • Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis?
  • Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler
  • Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak
  • Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara
  • Game Online: Media Penghancur Pemikiran Generasi

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis? WhatsApp Image 2026-02-03 at 22.07.05

Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis?

03/02/2026
Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler WhatsApp Image 2026-02-03 at 21.41.25

Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler

03/02/2026
Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak WhatsApp Image 2026-02-03 at 21.46.01

Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak

03/02/2026
Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara WhatsApp Image 2026-02-03 at 22.11.09

Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara

03/02/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.