Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • April
  • 20
  • Kalahkan Hegemoni Global dengan Persatuan Kaum Muslimin

Kalahkan Hegemoni Global dengan Persatuan Kaum Muslimin

Editor Muslimah Times 20/04/2026
WhatsApp Image 2026-04-20 at 20.58.15
Spread the love

Oleh. Yuniasri Lyanafitri

Muslimahtimes.com–Hanya sesumbar, AS tak akan lama perang dengan Iran. AS dan Israel berambisi akan melakukan perang kilat (blitzkrieg) menargetkan pelumpuhan cepat Iran. Namun, faktanya hingga sebulan lebih, perang masih berlanjut. Padahal notabennya Iran hanyalah salah satu negara orbit yang kecil yang harusnya mengikuti perintah AS. Tapi Iran membuktikan bahwa negeri muslim ini mampu bertahan. Bahkan mampu menyerang balik pasukan militer AS. Hanya satu negeri muslim sudah mampu memberikan goncangan besar kepada AS yang katanya merupakan negara adidaya.

Terlebih Iran mampu bertahan dengan serangan apapun yang diberikan AS. Dari embargo ekonomi sampai perang fisik, Iran mengumandangkan ke dunia bahwa mereka mampu berperang melawan AS. Malah AS tak bisa memaksa negara sekutunya untuk ikut terlibat langsung perang dengan Iran. Padahal beberapa penguasa muslim bersekutu dengan AS. Namun, tetap tak bisa menundukkan Iran.

Kabar terbaru, Iran menggaungkan klaim kemenangan negaranya dalam persaingan geopolitik melawan AS dan Israel. Ketahanan Iran ini bisa dijadikan sebagai sumber inspirasi bagi bangsa – bangsa lain di dunia. Hal ini juga bisa menjadi bukti nyata dari pergeseran kekuatan global, terang pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. (https://mediaindonesia.com/ 10/04/2026)

Klaim kemenangan Iran ini terlihat dari sikap AS yang terpaksa menerima 10 kerangka tuntutan gencatan senjata yang diajukan Teheran sebagai landasan negosiasi. Terlihat juga sebelumnya AS menangguhkan serangan ke Iran selama 2 minggu agar Iran mau membuka Selat Hormuz. (https://news.detik.com/ 08/04/2026)

AS mengumumkan terpaksa menerima proposal 10 poin dari Iran yang mencakup gencatan senjata permanen, pencabutan semua sanksi, dan penarikan pasukan tempur AS dari kawasan tersebut. Namun, keterpaksaan penerimaan AS ini ternyata karena Trump melihat status pengayaan uranium Iran yang memastikan Iran tidak akan pernah bisa mendapatkan senjata nuklir. Dengan kata lain, AS menerima proposal 10 poin itu karena tujuan AS telah tercapai. Maka Trump mengeklaim gencatan senjata ini merupakan kemenangan penuh AS atas Iran. (https://m.antaranews.com/ 08/04/2026)

Baik Iran maupun AS sama-sama mengeklaim dirinyalah yang memenangkan perang atas disepakatinya gencatan senjata ini. Tapi Trump mengejek klaim kemenangan Iran sebagai penipuan. Karena AS-lah yang mampu menghentikan perang, membuka Selat Hormuz serta menengahi perdamaian. (https://international.sindonews.com/ 08/04/2026)

Riwayat Trump dalam media, bisa dilihat bahwa AS sering mengeklaim sesuatu untuk kepentingan negaranya. Terus mencitrabaikkan AS di tengah kancah dunia, menjadikannya sebagai rujukan tentang apapun. Pendidikan, kesehatan, keamanan, fasilitas hidup, ekonomi, politik, hingga sistem hidup mereka. Sebagai contoh dolar AS yang terus digencarkan untuk menguatkan nilai dolar di dunia karena AS tidak memiliki sumber daya apapun untuk menopang negaranya. Termasuk meletusnya perang dengan Iran ini, salah satunya karena Iran memberlakukan mata uangnya dalam transaksi minyak bumi. Sehingga bisa dinilai AS telah overklaim atas dirinya sendiri. AS menjadi negara adidaya hanya karena memenangi perang dunia, selebihnya AS sebenarnya tidak sekuat dan tidak sedigdaya klaimnya.

Terbukti banyak fakta yang berbanding terbalik dengan klaim AS. Sebagaimana yang terjadi saat perang dengan Iran. Ternyata Iran mampu menyaingi AS. Iran mampu melawan setiap serangan yang diberikan AS. Malah Iran mampu memberi serangan fatal pada militer Israel. Ini baru satu negeri muslim yang bergerak. Bayangkan ketika seluruh negeri muslim bersatu padu melawan AS dan sekutunya. Bisa dipastikan kemenangan telak akan berada di tangan kaum muslimin. Sejarah telah membuktikan pada perang salib yang selalu dimenangkan kaum muslimin selama berabad-abad.

Memang benar Barat tidak akan mampu menandingi negeri muslim dari dulu. Oleh karena itu, agar terlihat tidak memalukan mereka mengajukan negosiasi atau perjanjian dengan lawannya dengan dalih perdamaian. Penguasa negeri-negeri muslim mau melakukannya karena telah ditancapkan pemikiran rusak yang telah diserukan selama bertahun-tahun dengan menerapkan sistem hidup kapitalis liberal. Sehingga penguasa negeri-negeri muslim terjangkiti penyakit cinta dunia. Padahal dalam sistem kapitalistik tidak ada sekutu abadi, yang ada hanyalah kepentingan. Jadi, saat AS menilai suatu negeri yang sudah tidak berguna atau seperti Iran yang memberontak, AS dengan cepat meleyapkannya.

Sistem kapitalis yang rusak inilah yang menghambat persatuan kaum muslimin di seluruh dunia. Pemikiran mereka yang masih menuankan AS menjadikannya takut untuk melawan. Padahal kekuatan kaum muslimin sangat besar dengan jumlahnya yang dibanggakan oleh Rasulullah saw. Dan itulah potensi kaum muslimin. Jika potensi ini terus dikhianati oleh penguasa negeri-negeri muslim, maka kehancuran dan kesengsaraan niscaya akan terus terjadi.

Oleh karena itu, urgensi persatuan umat Islam untuk menegakkan khilafah dan melanjutkan kehidupan Islam menjadi prioritas utama. Karena hanya dengan bersatu, umat Islam mampu mengalahkan hegemoni adidaya negara kafir. Khilafah dengan politik luar negerinya, dakwah dan jihad akan mampu mengusir mundur para musuhnya. Bahkan membuat bukam hanya dengan show off pasukan militernya. Karena khilafah mampu menjadi negara independen yang kuat ekonominya serta kestabilan politik dalam dan luar negerinya. Allah swt berfirman yang artinya, “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhoi….” (Q.S. An-Nur : 55)

Wallahualam bishshowwab

Continue Reading

Previous: Makna Kemenangan Sejati

Related Stories

Makna Kemenangan Sejati WhatsApp Image 2026-03-31 at 11.08.04

Makna Kemenangan Sejati

31/03/2026
Kriminalitas, Dampak Nyata Normalisasi Gaul Bebas WhatsApp Image 2026-03-11 at 11.11.17

Kriminalitas, Dampak Nyata Normalisasi Gaul Bebas

11/03/2026
Bebas Sertifikat Halal untuk Produk AS: Amankah Isi Piring dan Meja Rias Keluarga Kita? WhatsApp Image 2026-03-01 at 17.11.40

Bebas Sertifikat Halal untuk Produk AS: Amankah Isi Piring dan Meja Rias Keluarga Kita?

01/03/2026

Recent Posts

  • Kalahkan Hegemoni Global dengan Persatuan Kaum Muslimin
  • Pelajar Mengedarkan Narkoba, Salah Siapa?
  • Judi Online dan Hancurnya Nurani
  • Energi dalam Krisis: Dampak Langsung Gejolak Ekonomi Global
  • Hentikan Kebiadaban Zionis dengan Kepemimpinan Islam

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Kalahkan Hegemoni Global dengan Persatuan Kaum Muslimin WhatsApp Image 2026-04-20 at 20.58.15

Kalahkan Hegemoni Global dengan Persatuan Kaum Muslimin

20/04/2026
Pelajar Mengedarkan Narkoba, Salah Siapa? WhatsApp Image 2026-04-20 at 20.49.52

Pelajar Mengedarkan Narkoba, Salah Siapa?

20/04/2026
Judi Online dan Hancurnya Nurani WhatsApp Image 2026-04-20 at 20.42.02

Judi Online dan Hancurnya Nurani

20/04/2026
Energi dalam Krisis: Dampak Langsung Gejolak Ekonomi Global WhatsApp Image 2026-04-20 at 20.28.48

Energi dalam Krisis: Dampak Langsung Gejolak Ekonomi Global

20/04/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.