Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • May
  • 14
  • Derita para Ibu Pekerja

Derita para Ibu Pekerja

Editor Muslimah Times 14/05/2026
WhatsApp Image 2026-05-13 at 05.27.58
Spread the love

Oleh. Kholda Najiyah

Muslimahtimes.com–Pemandangan ibu bekerja tak asing lagi. Pergi pagi buta, pulang gelap gulita, bahkan kadang mempertaruhkan nyawa. Demi mengais rupiah, meninggalkan kenyamanan di rumah. Itu bukan pilihan yang menyenangkan, tentu saja. Jika ibu bisa memilih, lebih baik rebahan di rumah.

Masalahnya, ibu mencemaskan masa depan keluarga. Ingin menjamin kehidupan terbaik untuk anak-anaknya. Karena, kadang suami tak bisa diandalkan. Kadang orang tua butuh kiriman. Kadang anak-anak butuh jajan. Kadang biaya perawatan diri pun dia yang mengupayakan. Itulah derita ibu bekerja. Masih banyak derita lainnya, antara lain:

  1. Memikul Peran Ganda

Ibu bekerja memikul beban ganda di pundaknya: harus profesional di kantor dan sempurna di rumah. Pagi sampai sore berjibaku dengan tugas-tugas di meja kerja, pulang masih harus mengerjakan pekerjaan dapur. Meski bisa saja tugas itu didelegasikan ke pambantu, atau berbagi dengan suami, namun tak sesederhana itu. Tetap saja ibu harus memikirkan, memantau dan memastikan semua berjalan baik. Sebab, tidak ada yang sedetail dan serapi ibu dalam urusan rumah tangga. Peran ganda ini tentu saja menimbulkan tekanan luar biasa.

  1. Lelah Fisik dan Mental

Waktu, pikiran dan tenaga yang dicurahkan, baik di ruang domestik maupun publik, menyisakan lelah fisik dan mental. Energi dan emosi sama-sama terkuras, baik untuk menuntaskan amanah di ruang publik, maupun domestik. Ibu harus bertanggung jawab, tanpa bisa menunda atau meninggalkan sedikit pun seluruh pekerjaannya. Karena percuma, besok-besok tetap ibu juga yang mengerjakan. Capek dan stres pun melanda karena kewalahan dengan itu semua.

  1. Kehilangan Momentum Tumbuh Kembang Anak

Hal yang paling menyakitkan sebagai ibu bekerja adalah ketika tidak bisa mendampingi anak-anaknya, tumbuh dan berkembang seratus persen. Banyak moment penting dalam setiap fase perkembangan anak, yang ibu tidak bisa menyaksikannya. Hanya mendengar dari cerita atau videonya. Seperti, saat pertama anak berdiri, kata pertama yang diucapkannya, celoteh lucu dan tingkahnya yang menggemaskan. Ah, andai waktu bisa diputar kembali.

  1. Dihantui Rasa Bersalah

Pergi meninggalkan anak di rumah, atau menitipkannya di daycare, adalah moment tersedih ibu karena berpisah sementara dengan anak. Ada perasaan bersalah yang menghantui. Merasa tidak bisa menjadi ibu yang baik. Tidak bisa membersamai di fase-fase kritis mereka, khususnya di usia golden age. Rasanya ingin menjerit karena tak tega, tapi siapa yang peduli dengan jeritan batinnya? Peluk untukmu, ibu!

  1. Mengalami Kecemasan Finansial

Ibu yang bekerja, sesungguhnya bukan tidak paham bahwa rezeki itu dari Allah Swt. Kesejahteraan keluarganya, sudah dijamin oleh Allah Swt. Seharusnya tidak perlu dicemaskan. Baik ibu bekerja maupun tidak, niscaya Allah Swt akan mencukupi. Tetapi, logika manusia selalu dihadapkan pada kebutuhan realistis. Untuk beli beras, popok bayi, susu dan token listrik, itu pakai uang, bukan sekadar pakai keyakinan. Artinya, harus ada ikhtiar, mewujudkan kondisi yang bisa menghantarkan pada datangnya rezeki. Ibu bekerja adalah salah satu cara realistis untuk menjemput pemberian Allah Swt tersebut. Dengan bekerja, ibu sedikit tenang karena ada satu pintu rezeki yang dibuka. Karena, salah satu yang menghantui pikiran ibu bekerja adalah kecemasan finansial.

  1. Dipaksa Kuat, Padahal Rapuh

Ibu bekerja begitu trengginas mengerjakan semua hal. Di rumah, semua urusan beres: mencuci, menyapu, menyetrika, mengepel dan membersihkan perabotan. Seringkali, jam kerja mereka dimulai sebelum subuh. Sementara di kantor, pekerjaannya juga rapi. Ibu bekerja tampak hebat, kuat dan sempurna. Tampil serasi, percaya diri dan senyum mengembang tiada henti. Itu penampakan luarnya. Padahal, di dalam, aslinya rapuh, letih dan butuh diselamatkan.

  1. Kehilangan Jati Diri

Ibu kerap kehilangan jati diri, “sebenarnya siapa saya, maunya apa dan untuk apa saya ada?” Maunya jadi ibu rumah tangga di rumah, tapi keadaan memaksa bekerja.

Maunya santai, nyatanya bekerja keras. Tampilan penuh pesona dan percaya diri, padahal aslinya minder. Jujur, ketika seorang ibu menjalani dua peran, sejatinya dua-duanya tidak maksimal. Dua-duanya kurang bermakna. Jadilah ibu yang setengah hati: setengah jiwanya di rumah, setengah hatinya di kantor.

Demikianlah hal-hal yang kerap melanda ibu bekerja. Jika tidak diatasi, berujung pada stres berkepanjangan dan kehilangan fungsi keibuan. Hal yang menyebabkan jiwanya tidak tenang dan merasa bersalah. Kuatkan hatimu, Bu!(*)

Continue Reading

Previous: Enam Faktor Penghambat Pernikahan

Related Stories

Enam Faktor Penghambat Pernikahan WhatsApp Image 2026-05-08 at 20.52.54

Enam Faktor Penghambat Pernikahan

08/05/2026
Manajemen Emosi Ibu Rumah Tangga WhatsApp Image 2026-03-24 at 17.14.17

Manajemen Emosi Ibu Rumah Tangga

24/03/2026
Strategi Individu dan Keluarga Melawan Kemiskinan WhatsApp Image 2026-03-11 at 10.41.56

Strategi Individu dan Keluarga Melawan Kemiskinan

11/03/2026

Recent Posts

  • Derita para Ibu Pekerja
  • Pendidikan “Kambing Hitam” Masalah Pengangguran
  • Lapangan Pekerjaan Sulit Akibat Sistem Kapitalis
  • Perempuan yang Bekerja Terlindungi Meski Tanpa UU PPRT
  • Tutup Prodi Tidak Laku di Industri: Kampus Korban Orientasi Ekonomi Kapitalis

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Derita para Ibu Pekerja WhatsApp Image 2026-05-13 at 05.27.58

Derita para Ibu Pekerja

14/05/2026
Pendidikan “Kambing Hitam” Masalah Pengangguran WhatsApp Image 2026-05-14 at 20.49.40

Pendidikan “Kambing Hitam” Masalah Pengangguran

14/05/2026
Lapangan Pekerjaan Sulit Akibat Sistem Kapitalis WhatsApp Image 2026-05-14 at 20.41.11

Lapangan Pekerjaan Sulit Akibat Sistem Kapitalis

14/05/2026
Perempuan yang Bekerja Terlindungi Meski Tanpa UU PPRT WhatsApp Image 2026-05-14 at 20.32.34

Perempuan yang Bekerja Terlindungi Meski Tanpa UU PPRT

14/05/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.