Judul Buku: BANK KAUM MISKIN
Penulis: Muhammad Yunus, Alan Jolis
Penerjemah: Irfan Nasution
Pengantar: Robert M. Z. Lawang – Cet. 3. – Depok; Marjin Kiri, 2007
269 him. ; I – xxvi ; 14 x 20,3 cm.
ISBN 979-1260-01-X
Peresensi: Desi Ratna
Muhammad Yunus adalah seorang Profesor ekonomi dan menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Chittagong, Bangladesh. Ia lahir di Kota Chittagong tahun 1940. Seorang anak ketiga dari empat belas berrsaudara.
Dalam buku ini, mengisahkan sebuah pergulatan penuh duri dalam nemberdayakan masyarakat miskin. membela hak-hak kaum perempuan yang selama ini diabaikan. Hidup berada di tengah-tengah sistem kapitalis akan selalu terasa sesak bagi para kaum marjinal miskin dimanapun berada, khususnya bagi para kaum perempuan di Bangladesh, yang memiliki kedudukan paling rawan di sana.
Muhammad Yunus menginisiasi dalam pembentukan sebuah wadah kucuran pinjaman dana bagi perempuan miskin di Bangladesh, diawali di desa Jobra. Baginya perbedaan prioritas antara laki-laki dan perempuan sangat berbeda jauh. Laki-laki hanya berpusat pada dirinya sendiri, sedangkan perempuan banyak memiliki pandangan ke depan dan bekerja keras dalam mengatasi kemiskinannya, memikirkan anak-anak dan keadaan rumah tangganya.
Muhammad Yunus mencoba membongkar kepalsuan kapitalisme yang jelas-jelas diskriminatif terhadap orang miskin (khususnya kaum perempuan). Dimana bank konvensioanl hanya dapat meminjamkan uang / modal bagi para peminjam besar dengan bayangan keuntungan yang akan diraihnya. Maka, semakin terpuruklah nasib para perempuan Bangladesh yang berada pada posisi level terbawah dengan kesulitan dan Kemiskinannya.
Membawa pemahaman inilah, maka Yunus membuat bank pinjaman uang berskala kecil yang dinamakan “Grameen Bank” Yang lebih dikenal dengan nama bank Kaum miskin para perempuan Bangladesh. Keberhasilannya dalam mengembangkan UMKM bank Grameen hanya berdasarkan keyakinannya bahwa perempuan miskin memiliki kesempatan untuk berjuang lebih tinggi, termasuk jika diberikan pinjaman uang berskala kecil untuk modal usaha ataupun pemenuhan kebutuhan hidupnya.
Maka, membaca keseluruhan buku ini akan membuat rasa penasaran kalian hilang. Kira-kira apa saja langkah yang diambil olehnya dalam menjalankan lembaga keuangan yang memiliki resiko besar kehilangan modalnya. Tantangan apa yang ia temui di lapangan saat mulai menjalankan lembaga keuangan berbasis sosial di masyarakat miskin. Lalu, bagaimana ia menghadapi berbagai pertentangan lembaga keuangan konvensioanl di negaranya yang meragukan dan menolak konsep The Grameen Bank ini.
====
Inilah Salah satu buku menarik yang saya baca di tahun 2007, saat kuliah S2 Sosiologi. Menariknya adalah betapapun baiknya solusi yang ditawarkan dalam mengatasi sebuah kemiskinan, diskriminasi gender, dan strata sosial yang dianggap sakral oleh para kapitalis, tidak akan ada satupun yang mampu menngangkat derajat seorang perempuan lebih tinggi. Tidak akan ada yang menjaga kemuliaan perempuan dengan rasa hormat. Dan usaha serta upaya ekonomi yang dijalankan perempuan hanya sebatas pada memeras tenaga, harga diri, dan menghilangkan kemuliaannya demi kepentingan para kapitalis global dimanapun.
Manusia boleh merasa kasihan, manusia boleh merasa prihatin, manusia boleh merasa adanya ketidakadilan kepada nasib perempuan manapun yang menghadapi kezaliman. Tetapi, jalan keluar yang ditawarkan seperti dalam buku ini pun bukan menjadi jaminan hidup para perempuan ini menjadi lebih baik dan sejahtera hidupnya, saat masih berada dalam bayang- bayang sistem kapitalis.
Sejatinya, hanya ada satu solusi bagi berbagai masalah perempuan dalam sistem kapitalis ini, seperti diskriminasi gender, pembagian strata sosial, kemiskinan, ketidakpercayaan pemodal karena miskin dan perempuan, tidak dihargai apalagi dihormati. Solusi tuntas hanya ada pada Islam. Syariat Islam membawa keadilan, kemakmuran dan kebahagiaan bagi perempuan. Islam sangat memuliakan wanita. Tidak ada perbedaan gender dalam berlomba meraih ketakwaan Allah swt. Dan Islam telah membagi peran yang seimbang antara laki-laki dan perempuan dalam menjalankan fungsinya. Islam menjamin dan melindungi kehidupan mereka serta menjaga kehormatannya dengan syariat yang telah disampaikan Allah swt kepada Rasul Saw. Wallahu a’lam bishawab.[]
