Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2021
  • July
  • 2
  • Apa Makna Politik yang Sebenarnya?

Apa Makna Politik yang Sebenarnya?

admin.news 02/07/2021
Politics

Mendefinisikan politik dalam pandangan Islam

Spread the love

Oleh: Mariyam Sundari (Analis Peradaban dan Sosial)

MuslimahTimes.com-Perkara ini penting untuk dijelaskan supaya tidak ada kesalahpahaman dalam mengimplementasikan makna politik tersebut, sehingga akan terang mana yang termasuk aktivitas politik dan mana yang berada di luar wilayah politik.

Kata politik dalam bahasa Arab sama dengan “sasa-yasusu-siyasat[an]”; artinya mengurusi, dan bisa juga dimaknai memelihara. Telah banyak ahli yang mendefinisikan makna politik ini, di antaranya Samih Athif dalam bukunya, As-Siyasah wa As-Siyasah Ad-Duwaliyyah (1987:31), menyatakan bahwa politik (siyasah) merupakan pengurusan urusan umat, perbaikan, pelurusan, menunjuki pada kebenaran dan membimbing menuju kebaikan.

Berdasarkan cakupan pengaturan urusan umat tersebut, menurut Abdul Qodim Zallum meliputi urusan dalam negeri maupun luar negeri. Sementara pelaksananya adalah negara (pemerintah) maupun umat.

Negara adalah institusi yang mengatur urusan tersebut secara praktis, sedangkan umat mengoreksi (muhasabah) pemerintah dalam melakukan tugasnya. (Abdul Qodim Zallum, Pemikiran Politik Islam, Al Izzah, 2001)

Tanggung jawab negara untuk memastikan semua urusan rakyatnya terselenggara dengan baik sehingga mereka mendapatkan hak-haknya secara sempurna sebagai warga negara. Islam telah menetapkan ketentuan yang lengkap untuk mengatur urusan umat ini. Dalam pandangan Islam masalah politik bukan hanya terbatas pada jabatan resmi pada pemerintahan atau wilayah legislasi semata. Dari dalil-dalil terkait sistem aturan yang ditetapkan Islam, menunjukkan bahwa Islam mengatur semua urusan manusia secara tuntas dan menyeluruh.

Dalam Al-Qur’an, Allah Swt bukan hanya menjelaskan terkait ibadah mahdah, seperti kewajiban shaum Ramadan yang tampak dalam lafaz “khutiba ‘alaykum ash-shiyam” (QS Al-Baqarah [2]: 183), tetapi juga mewajibkan hukum qishash dalam perkara pembunuhan; “kutiba ‘alaykum al-qishash” (QS Al-Baqarah [2]: 78).

Demikian juga Islam memerintahkan untuk melakukan perang (jihad) seperti yang tercantum dalam QS Al-Baqarah [2]: 216, dalam ayat ini Allah Swt menggunakan lafaz “kutiba ‘alaykum al-qital”. Menurut para mufassir, semua frasa “kutiba ‘alaykum” dalam ayat-ayat tersebut memberikan makna “furidha ‘alaykum” (difardhukan/diwajibkan atas kalian).

Selain mengatur hukum qishas dan jihad Islam juga menjelaskan hukum terkait persoalan kehidupan lainnya seperti masalah ekonomi yang menetapkan hukum keharaman riba dan menghalalkan perdagangan (QS al-Baqarah [2]: 275), juga saat mewajibkan pendistribusian harta secara adil di tengah masyarakat (QS al-Hasyr [59]: 7).

Demikianlah gambaran kesempurnaan pengaturan Islam dalam menyelesaikan permasalahan manusia. Penerapan politik Islam yang dijalankan oleh negara sebagai pihak penanggung jawab dan di sisi lain ada rakyat yang keterlibatan politiknya ditunjukkan dalam kontribusinya melakukan muhasabah (pengawasan) terhadap kinerja negara meniscayakan terjaminnya urusan rakyat.

Namun ketika politik hanya dimaknai terbatas pada aspek kekuasaan dan legislasi saja, wajar jika aktivitas politik lebih fokus pada upaya untuk meraih peluang sebesar-besarnya dalam menduduki jabatan kekuasaan dan legislasi.

Khatimah

Dalam Islam politik adalah salah satu manifestasi keimanan, bahwa Allah Swt adalah Pencipta sekaligus pengatur kehidupan dengan jalan menurunkan risalah Islam. Dengan demikian, Islam adalah politik. Politik adalah Islam. Islam tidak mengenal pemisahan agama dari politik. Politik terikat dengan halal dan haram.

Aktivitas politik inilah yang semestinya lekat pada para pelaku politik, baik di tataran individu, kelompok/jemaah/partai, maupun negara. Di tataran individu, aktivitas politik tampak dalam keterikatannya pada hukum-hukum syariah di saat memecahkan seluruh problem yang dihadapinya. Juga akan tampak pada kehidupan sosial di tengah lingkungan masyarakatnya, termasuk dalam aktivitas dakwah amar makruf nahi mungkar.

Dengan makna sedalam inilah, maka aktivitas politik dalam Islam didedikasikan untuk kepentingan umat dan kemuliaan risalah Islam. Sehingga politik Islam tampak berdimensi duniawiyah sekaligus ukhrawiyah. Wallahu’alam.

Continue Reading

Previous: Urgensitas Literasi Ekonomi Islam, di Tengah Gempuran Investasi Saham Digital
Next: Tidak Ada Hijrah Setelah Fathul (Pembebasan) Kota Mekah

Related Stories

Nikah Dini, What’s Wrong? WhatsApp Image 2026-01-16 at 21.18.37

Nikah Dini, What’s Wrong?

16/01/2026
Gagalnya Kepemimpinan Global Hari Ini: Saatnya Islam Mengambil Peran WhatsApp Image 2026-01-16 at 21.10.07

Gagalnya Kepemimpinan Global Hari Ini: Saatnya Islam Mengambil Peran

16/01/2026
Nasib Pilu di Hari Ibu WhatsApp Image 2026-01-01 at 20.44.27

Nasib Pilu di Hari Ibu

01/01/2026

Recent Posts

  • Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis?
  • Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler
  • Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak
  • Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara
  • Game Online: Media Penghancur Pemikiran Generasi

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis? WhatsApp Image 2026-02-03 at 22.07.05

Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis?

03/02/2026
Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler WhatsApp Image 2026-02-03 at 21.41.25

Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler

03/02/2026
Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak WhatsApp Image 2026-02-03 at 21.46.01

Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak

03/02/2026
Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara WhatsApp Image 2026-02-03 at 22.11.09

Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara

03/02/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.