Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • March
  • 25
  • Lebaran Tak Serentak: Ujian Toleransi di Atas Piring Opor

Lebaran Tak Serentak: Ujian Toleransi di Atas Piring Opor

Editor Muslimah Times 25/03/2026
WhatsApp Image 2026-03-25 at 20.13.00
Spread the love

Oleh. Azaera A

Muslimahtimes.com–Pernahkah kalian merasa bingung saat hendak merayakan Lebaran? Malam yang seharusnya riuh dengan gema takbir tiba-tiba terasa sunyi karena pengumuman di televisi menyatakan puasa digenapkan sehari lagi. Di sisi lain, mungkin tetangga atau kerabat kita justru asyik menyantap ketupat. Fenomena “Lebaran beda hari” ini seolah menjadi ritual tahunan yang memicu diskusi panjang di grup WhatsApp keluarga. Sejujurnya, hal ini sering membuat kita bertanya-tanya: mengapa umat yang satu iman ini sulit sekali menentukan hari kemenangan secara bersamaan?

Jika menilik khazanah fikih, mayoritas ulama (Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hambali) sebenarnya sepakat pada konsep rukyatul global . Prinsipnya sederhana: jika hilal telah terlihat di satu bagian bumi, maka kewajiban berpuasa atau berlebaran berlaku bagi seluruh umat Islam di dunia tanpa memanda jarak. Satu bulan berlaku untuk seluruh negeri. Memang ada pendapat Mazhab Syafii yang menggunakan rukyat lokal , namun batasan aslinya sangat spesifik secara geografis, yakni radius sekitar 120 km dari titik rukyat, bukan berdasarkan batas administrasi negara seperti sekarang.

Sayangnya, praktik yang jamak terjadi saat ini justru menyimpang melalui penerapan wilayah wilayatul hukmi . Penentuan hari raya tidak lagi mengikuti radius syar’i 120 km, melainkan menggunakan batas wilayah negara hasil warisan kolonial. Ironisnya, garis-garis politik inilah yang secara nyata memecah belah keseragaman ibadah umat Islam. Padahal secara geografis, tidak ada penghalang alami antarnegeri umat Islam. Namun, sekat politik membuat saudara semusim yang hanya berbeda garis perbatasan bisa merayakan Idulfitri di hari yang berbeda.

Realitas ini seharusnya menyadarkan kita bahwa pangkal permasalahan ini bukan sekedar perbedaan alat teropong atau derajat hilal, melainkan masalah kepemimpinan politik. Umat Islam saat ini terfragmentasi dalam puluhan negara bangsa yang memiliki otoritas berbeda-beda. Selama kita masih terjebak dalam sekat-sekat nasionalisme yang memisahkan ukhuwah, maka keseragaman dalam menentukan 1 Syawal akan selalu sulit diwujudkan. Kita kehilangan sosok pemimpin tunggal yang didengar dan ditaati oleh seluruh umat Islam di dunia.

Sebagai solusi mendasar, umat Islam memerlukan institusi politik pemersatu, yakni Khilafah. Dengan adanya Khilafah, seluruh kaum Muslimin akan berada di bawah satu kepemimpinan yang mampu menyatukan hasil rukyat secara global. Begitu hilal terlihat di satu titik bumi, sang Khalifah akan mengenang seluruh umat untuk merayakannya secara serentak. Dengan demikian, ukhuwah Islamiyah tidak lagi terhalang oleh garis politik kolonial, dan Idulfitri benar-benar menjadi momentum kemenangan yang dirayakan bersama dalam satu hari yang sama di seluruh dunia.

Continue Reading

Previous: Makna Idul Fitri dalam Membangun Kesadaran dan Persatuan Umat Islam
Next: Idulfitri di Tengah Retaknya Persatuan Umat Islam

Related Stories

Idulfitri di Tengah Retaknya Persatuan Umat Islam WhatsApp Image 2026-04-08 at 21.14.08

Idulfitri di Tengah Retaknya Persatuan Umat Islam

08/04/2026
Makna Idul Fitri dalam Membangun Kesadaran dan Persatuan Umat Islam WhatsApp Image 2026-03-25 at 20.05.54

Makna Idul Fitri dalam Membangun Kesadaran dan Persatuan Umat Islam

25/03/2026
Asmara Berujung Luka dan Kekerasan WhatsApp Image 2026-03-25 at 19.06.02

Asmara Berujung Luka dan Kekerasan

25/03/2026

Recent Posts

  • Pelajar Pengedar Sabu, Kapitalis Sekuler Gagal Menjaga Generasi
  • Kebiadaban Israel Legalkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina
  • Menjemput Runtuhnya Negara Adidaya
  • PPPK di Persimpangan Jalan: antara Stabilitas Fiskal dan Tanggung Jawab Negara
  • Kekerasan Bukti Rendahnya Ketahanan Diri

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Pelajar Pengedar Sabu, Kapitalis Sekuler Gagal Menjaga Generasi WhatsApp Image 2026-04-17 at 07.05.13

Pelajar Pengedar Sabu, Kapitalis Sekuler Gagal Menjaga Generasi

17/04/2026
Kebiadaban Israel Legalkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina WhatsApp Image 2026-04-14 at 09.27.41

Kebiadaban Israel Legalkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina

14/04/2026
Menjemput Runtuhnya Negara Adidaya WhatsApp Image 2026-04-14 at 09.13.35

Menjemput Runtuhnya Negara Adidaya

14/04/2026
PPPK di Persimpangan Jalan: antara Stabilitas Fiskal dan Tanggung Jawab Negara WhatsApp Image 2026-04-14 at 09.01.07

PPPK di Persimpangan Jalan: antara Stabilitas Fiskal dan Tanggung Jawab Negara

14/04/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.