Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • April
  • 14
  • Menjemput Runtuhnya Negara Adidaya

Menjemput Runtuhnya Negara Adidaya

Editor Muslimah Times 14/04/2026
WhatsApp Image 2026-04-14 at 09.13.35
Spread the love

Oleh. Hany Handayani Primantara, S.P

Muslimahtimes.com–Sabtu 28 Maret kemarin menjadi saksi sejarah atas digelarnya aksi demonstrasi besar-besaran di AS yang bertajuk No Kings. Aksi tersebut merupakan bentuk protes warga AS terhadap kebijakan Presiden Donald Trump dan kebijakan domestik yang dinilai kontroversial. Delapan juta peserta tersebar lebih dari 3.300 lokasi di 50 negara bagian AS untuk melakukan aksi tersebut. Slogan “end this war” jadi simbol penolakan konflik di Iran.

Warga AS sendiri sudah muak dengan segala kebijakan pemerintahnya yang terlibat langsung dalam eskalasi konflik internasional. Ada empat faktor utama yang menjadi pemicu demo besar-besaran tersebut. Diantaranya, serangan militer AS dan Israel ke Iran selama empat pekan, kebijakan imigrasi yang terlalu agresif, lonjakan harga minyak dan kebutuhan pokok, serta menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah. (Metrotvnews.com, 26-03-2026)

Tidak cukup sampai disitu, selain aksi protes warga AS sebagai bentuk ketidakpuasan mereka terhadap pemerintah. Kondisi negeri Paman Sam tersebut juga sedang tidak baik-baik saja dari sisi finansial. Hal ini bisa dilihat dari jumlah utang nasional Amerika Serikat (AS) yang resmi menembus US$ 39 triliun atau senilai dengan Rp 661.440 triliun pada Maret 2026.

Sebagai gambaran, Populasi AS saat ini ada di angka 342,62 juta jiwa. Jika dikalkulasikan dengan banyaknya utang, maka per kepala warga AS atau setiap bayi yang baru lahir di AS akan menanggung beban utang Rp 1,93 miliar. Angka yang cukup fantastis, apakah ini sebuah tanda bahwa AS sudah di ambang kebangkrutan? Apakah ini bukti bahwa negara adidaya akan runtuh dalam waktu dekat?

Terbukanya Mata Dunia Barat

Ambisi Trump menguasai dunia dengan kebijakan militernya berdampak besar pada kestabilan negara. Kenaikan utang negara yang semakin berlipat semenjak dipimpin oleh Trump. Terutama sejak serangan AS ke Iran belakangan ini, tidak menutup kemungkinan menjadi terbukanya peluang negara adidaya menuju kebangkrutan. Ditandai dengan meningkatnya harga-harga seluruh komoditas di sana serta ketidakmampuan para warganya untuk bisa survive dalam kondisi tersebut.

Sikap politik Trump sebagai pemimpin negara adidaya yang mendukung Israel untuk menguasai Palestina merupakan hal yang sangat memicu kemarahan warganya sendiri. Ditambah dengan aktivitasnya yang bersekutu dengan negara-negara Eropa dan negara-negara Teluk agar kompak memerangi Iran, telah membuka mata dunia dan warga AS atas kejahatan Trump dan hegemoni kapitalisme AS selama ini.

Kebobrokan dan kejahatan mereka sudah diluar nalar manusia pada umumnya. Demi memperoleh kekuatan dan kekuasaan untuk menguasai sumber daya alam serta potensi di wilayah negeri-negeri Muslim, Trump dengan angkuhnya menantang genderang perang kepada mereka yang menghambat serta berani melawan hegemoni AS atas dunia. Politik stick and carrot jadi andalan untuk membungkam mulut-mulut mereka yang bisa memicu semangat kebangkitan kaum Muslim.

Walhasil, banyak dari para pemimpin negeri-negeri Muslim pun diam seribu bahasa atas tindakan keji AS dan sekutunya. Pengkhianatan penguasa Muslim yang bersekutu dengan AS harus diakhiri. Sebab ini merupakan bagian dari menantang Allah dan Rasul-nya. Hujah seperti apa yang kelak akan mereka sampaikan kepada Rasul ketika ditanya, “Mengapa kalian diam saja ketika saudara kalian butuh pertolongan, dibantai, difitnah?”

Sudah saatnya penguasa negeri-negeri Muslim bersatu, memupuk kekuatan demi membela saudara mereka yang dizalimi. Tidak ada alasan bagi mereka untuk terus diam, tidak ada udzur apapun bagi mereka untuk mundur dari perang politik ini. Melawan serangan Iran saja AS dan sekutunya sempat goyah, apatah lagi ketika seluruh kekuatan kaum Muslim di dunia bisa disatukan untuk melawan kekejaman AS dan sekutunya. Dengan izin Allah Swt. dan kekuatannya pasti kaum Muslim mampu memenangkannya.

Membangkitkan Kesadaran Umat

AS dan hegemoni kapitalisnya sangat berbahaya. Begitu pula sistem politik demokrasi yang digaungkan dan disebarkan ke seluruh dunia sama bahayanya bagi kaum Muslim. Tanpa disadari kita sudah mulai terbius oleh indahnya sistem demokrasi yang rusak dan cacat dari lahir. Tidak sedikit negeri-negeri Muslim justru bangga menggunakan sistem demokrasi sebagai sistem yang paripurna dan cocok bagi negaranya. Padahal sistem demokrasi-lah yang telah merusak tatanan dunia dan kehidupan antar bangsa saat ini. Tanpa sadar kaum Muslim termasuk penguasa negeri-negeri Muslim di seluruh dunia menjadi korban adu domba demi kepentingan AS.

Tidak cukup bagi kaum Muslim untuk disadarkan pada pemahaman tentang kebobrokan sistem sekuler yang sudah merusak tatanan kehidupan manusia saja. Sesungguhnya mereka pun harus mengetahui dan memahami bahwa ada sistem yang lebih manusiawi, yang mampu mengubah kehidupan rusak ini menjadi kehidupan penuh keberkahan dan kesejahteraan. Sebuah sistem yang bisa menjadi satu-satunya solusi bagi problematika manusia belakangan ini.

Sistem yang lahir dari sang pencipta manusia. Sistem yang bukan hanya diperuntukkan bagi kaum Muslim namun juga bagi kaum lainnya termasuk orang-orang kafir dan musyrik. Sistem yang sudah teruji secara empiris dalam bentuk kekhilafahan, sistem yang dapat membangun sebuah peradaban, membantu manusia menjadi makhluk yang mulia di sisi Allah Swt. Mampu mendorong manusia memiliki pola pikir cemerlang dan keluhuran adab. Demikianlah sistem Islam disebut sebagai Khilafah, yakni sebuah peradaban yang kelak menjadi negara adidaya berikutnya.

Tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali menjemput runtuhnya negara adidaya, dengan menjadikan Islam sebagai jalan keluar dari semua problematika ini. Kaum Muslim dan para penguasa negeri-negeri Muslim khususnya harus segera menggencarkan perjuangan penegakan Khilafah. Agar tatanan dunia yang telah rusak ini bisa cepat diganti dengan tatanan syariah Islam yang mampu memuliakan kehidupan manusia secara umum.

Wallahu alam bishowab

Continue Reading

Previous: PPPK di Persimpangan Jalan: antara Stabilitas Fiskal dan Tanggung Jawab Negara
Next: Kebiadaban Israel Legalkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina

Related Stories

Kebiadaban Israel Legalkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina WhatsApp Image 2026-04-14 at 09.27.41

Kebiadaban Israel Legalkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina

14/04/2026
PPPK di Persimpangan Jalan: antara Stabilitas Fiskal dan Tanggung Jawab Negara WhatsApp Image 2026-04-14 at 09.01.07

PPPK di Persimpangan Jalan: antara Stabilitas Fiskal dan Tanggung Jawab Negara

14/04/2026
Kekerasan Bukti Rendahnya Ketahanan Diri WhatsApp Image 2026-04-14 at 08.46.18

Kekerasan Bukti Rendahnya Ketahanan Diri

14/04/2026

Recent Posts

  • Kebiadaban Israel Legalkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina
  • Menjemput Runtuhnya Negara Adidaya
  • PPPK di Persimpangan Jalan: antara Stabilitas Fiskal dan Tanggung Jawab Negara
  • Kekerasan Bukti Rendahnya Ketahanan Diri
  • Paradoks Swasembada dan Rencana Impor Beras

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Kebiadaban Israel Legalkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina WhatsApp Image 2026-04-14 at 09.27.41

Kebiadaban Israel Legalkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina

14/04/2026
Menjemput Runtuhnya Negara Adidaya WhatsApp Image 2026-04-14 at 09.13.35

Menjemput Runtuhnya Negara Adidaya

14/04/2026
PPPK di Persimpangan Jalan: antara Stabilitas Fiskal dan Tanggung Jawab Negara WhatsApp Image 2026-04-14 at 09.01.07

PPPK di Persimpangan Jalan: antara Stabilitas Fiskal dan Tanggung Jawab Negara

14/04/2026
Kekerasan Bukti Rendahnya Ketahanan Diri WhatsApp Image 2026-04-14 at 08.46.18

Kekerasan Bukti Rendahnya Ketahanan Diri

14/04/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.