Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2023
  • August
  • 9
  • Tinggalkan Asas Kufur, Mementingkan Kemanfaatan Pribadi

Tinggalkan Asas Kufur, Mementingkan Kemanfaatan Pribadi

admin.news 09/08/2023
WhatsApp Image 2023-08-09 at 12.14.55
Spread the love

Oleh. Mariyam Sundari

(Jurnalis Ideologis, Kontributor Muslimahtimes.com)

Muslimahtimes.com–Dalam sistem kufur kapitalisme sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan saat ini, terasa begitu sulit untuk bisa menaati syariat agama. Karena, di segala aktivitas dan bidang kehidupan manusia, selalu dituntut untuk melakukan kebebasan yang menjadi asasnya. Sehingga, tanpa disadari tak terkecuali muslim mulai terpengaruh melakukan aktivitas mencari kemanfaatan dan keuntungan pribadi semata. Hal ini, merupakan jerat kufur untuk memperdaya manusia yang harus dijauhi dan ditinggalkan.

Sebenarnya Allah Swt, sudah memberikan gambaran terhadap pelarangan di dalam Al-Qur’an, Dia berfirman yang artinya, “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi” (QS. Al-Mutaffifin: 1-3)

Firman Allah ini merupakan salah satu aktivitas manusia yang mencari keuntungan pribadi. Allah Swt, memberikan ancaman berupa kecelakaan di akhirat bagi siapapun yang berlaku curang dalam berdagang. Saat ini masih banyak manusia yang melakukan tindakan curang hanya demi meraih kemanfaatan diri.

Ada sesuatu yang sepertinya tampak positif melakukan kebaikan. Namun, hal tersebut jika dilakukan ternyata hanya untuk mencari kemanfaatan diri. Sehingga, akan menjadikannya berpaling dan lalai terhadap petunjuk-Nya. Seperti, melakukan aktivitas tidur untuk beristirahat tapi sampai melalaikan amanah yang lain, ini juga termasuk mementingkan kemanfaatan bagi pribadi.

Dalam riwayat ada kisah teladan yang pernah dilakukan oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Ketika beliau baru diangkat menjadi Khalifah setelah selesai mengurus jenazah Khalifah sebelumnya yang wafat yaitu Sulaiman, setelah selesai salat berjamaah, beliau pulang ke rumahnya untuk istirahat sejenak karena kelelahan begadang semalaman mengurus jenazah. Putranya Abdul Malik yang berusia 17 tahun datang menghampiri, dan menanyakan perihal yang dilakukan ayahnya.

Saat Umar membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, ingin istirahat sejenak sampai waktu Zuhur. Abdul Malik mencegahnya dengan alasan jangan pernah tidur sejenak kalau belum mengembalikan hak-hak orang yang terzalimi. Karena, menurut putranya sama sekali tidak ada jaminan usia walaupun hanya sampai waktu Zuhur.

Khalifah Umar bin Abdul Aziz tersentak, membakar semangat dan melenyapkan seketika rasa kantuk dan lelah yang dirasakannya. Kesegaran dan kekuatan badan yang sebelumnya dirasakan sangat lelah, kini hadir dan bangkit kembali. Setelah itu, Umar berdiri dan menyuruh putranya untuk mengumumkan kepada masyarakat yang merasa teraniaya untuk segera mengajukan pertanyaan.

Lantas, apakah manusia tidak boleh tidur dan beristirahat. Jelas tidak demikian, Rasulullah saw, juga melaksanakan aktivitas tidur, karena tubuh manusia juga mempunyai hak untuk beristirahat. Namun, tetap ada aturan jangan sampai berleha-leha melalaikan amanah, seperti tidak peduli terhadap saudara yang lain.

Oleh karenanya, Rasulullah saw, pernah berpesan, supaya umat Islam terus memikirkan nasib saudaranya sesama muslim sejak terbangun dari tidur. “Barangsiapa yang bangun pagi tetapi dia tidak memikirkan kepentingan umat Islam maka dia bukan umatku” (HR. Muslim). Dalam hadis Rasulullah saw, tersebut memerintahkan kepada umatnya untuk peduli terhadap saudara yang lain, tidak cuek dan masa bodoh dengan hanya mementingkan urusan pribadinya saja.

Apalagi di negeri saat ini, dalam sistem sekuler yang liberal, hingga dampaknya kita dirasakan yaitu masa depan generasi hancur, kerusakan, kemaksiatan, kezaliman, terjadi di mana-mana. Negara dikuasai oleh para pengusaha pemilik modal asing dan aseng yang zalim terhadap rakyat, Sumber Daya Alam (SDA) yang seharusnya hak rakyat dirampas, gunung emas Freeport di Papua dikuasai mereka. Akibatnya rakyat banyak yang miskin, sengsara, bahkan sampai kehilangan nyawa karena bencana dan kelaparan akibat dari pejabat negara lebih mementingkan penguasa.

Kerusakan dalam sistem kufur inilah yang lebih harus dipikirkan, bagaimana mengembalikan sistem aturan Islam yang sudah terbukti paripurna dalam mengatasi segala macam problematika dalam kehidupan, yaitu dengan cara menyadarkan dan menyiapkan umat serta berjuang mengembalikan aturan Islam secara kaffah di bawah naungan Khilafah.[]

Continue Reading

Previous: Hijrah Yes, Lepas Hijab No!
Next: Repotnya Menjadi Laki-laki di Dunia Patriarki

Related Stories

Menyala Negeriku WhatsApp Image 2026-09-18 at 10.57.33

Menyala Negeriku

18/09/2026
Meneladani Kepemimpinan dan Perjuangan Rasulullah saw WhatsApp Image 2026-09-05 at 06.12.37

Meneladani Kepemimpinan dan Perjuangan Rasulullah saw

04/09/2026
Lepas Hijab atau Keluar: Ketika Kampus Pertahanan Lupa Siapa yang Mau Dipertahankan WhatsApp Image 2026-09-05 at 05.54.14

Lepas Hijab atau Keluar: Ketika Kampus Pertahanan Lupa Siapa yang Mau Dipertahankan

04/09/2026

Recent Posts

  • Keracunan Massal MBG, Bukan Sekadar Kesalahan SOP
  • Istri Solehah Bukan Istri Pajangan
  • Kapitalisasi Dunia Medis Berujung Petaka
  • Keracunan Massal MBG, Persoalan Sistemis Bukan Sekadar Pelanggaran SOP
  • Warga Gaza Terancam Pengusiran, Kehadiran Perisai Umat Sudah Sangat Mendesak

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Keracunan Massal MBG, Bukan Sekadar Kesalahan SOP WhatsApp Image 2026-09-18 at 20.31.31

Keracunan Massal MBG, Bukan Sekadar Kesalahan SOP

18/09/2026
Istri Solehah Bukan Istri Pajangan WhatsApp Image 2026-09-18 at 20.20.35

Istri Solehah Bukan Istri Pajangan

18/09/2026
Kapitalisasi Dunia Medis Berujung Petaka WhatsApp Image 2026-09-18 at 13.45.47

Kapitalisasi Dunia Medis Berujung Petaka

18/09/2026
Keracunan Massal MBG, Persoalan Sistemis Bukan Sekadar Pelanggaran SOP WhatsApp Image 2026-09-18 at 13.37.47

Keracunan Massal MBG, Persoalan Sistemis Bukan Sekadar Pelanggaran SOP

18/09/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.