Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • March
  • 25
  • Membentuk Kepribadian Islam pada Generasi

Membentuk Kepribadian Islam pada Generasi

Editor Muslimah Times 25/03/2026
WhatsApp Image 2026-03-25 at 20.29.06
Spread the love

Oleh. Asha Tridayana

Muslimahtimes.com–Pergaulan remaja saat ini memang semakin meresahkan. Ada saja upaya mereka untuk merealisasikan keinginannya sekalipun melanggar aturan. Tidak jarang mereka melakukan hal-hal diluar batas kewajaran. Diantaranya mengikuti setiap tren yang viral di media sosial sekalipun membahayakan, tawuran antar pelajar sebagai bentuk mempertahankan eksistensi, kecanduan game online hingga lupa waktu, rela melakukan apa saja demi sang idola sampai-sampai mengorbankan harga diri. Bahkan terjerat pinjaman online untuk memenuhi gengsi dan berbagai perilaku lainnya yang jauh dari cerminan generasi penerus.

Perilaku serupa terjadi di Kota Bengkulu, sejumlah pelajar perempuan nekat menyamar menjadi laki-laki hanya untuk nongkrong dan merokok dengan teman-temannya. Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat M Situmorang menjelaskan bahwa petugas melakukan razia rutin terhadap pelajar yang berkeliaran di luar sekolah dan saat melakukan pengecekan tas ternyata menyimpan jilbab. Sebelumnya petugas hampir terkecoh karena mereka mengenakan penutup kepala dan berdandan menyerupai laki-laki untuk menghindari kecurigaan masyarakat sekitar. Sahat pun menghimbau agar pihak sekolah dan orang tua lebih ketat dalam melakukan pengawasan, selain pembinaan dan pendisiplinan lebih lanjut pada seluruh pelajar (regional.kompas.com 13/03/26).

Sebetulnya razia kedisiplinan oleh aparat Pemerintah Daerah dan sekolah dapat dilakukan sebagai upaya menanggulangi adanya pelajar yang bolos sekolah. Namun, upaya tersebut tidak cukup memberikan perubahan justru bisa jadi malah bertambah jumlah pelajar yang berkeliaran karena merasa hanya terkena razia tidak lebih. Maka diperlukan penanaman nilai-nilai aqliyah dan nafsiyah Islam sebagai pondasi berpikir dan berperilaku. Inilah yang akan mengontrol tingkah laku manusia untuk selalu mengikuti aturan.

Apalagi perilaku tasyabuh (berperilaku menyerupai laki-laki) oleh pelajar perempuan menunjukkan ketidakpahamannya akan hukum syara’ yang melarang perilaku tersebut. Hal ini dapat terjadi karena pengaruh sekuler liberal sebagai sistem yang telah mengakar dalam kehidupan saat ini. Pemikiran yang menganggap identitas laki-laki dan perempuan tidak perlu adanya batasan yang jelas bahkan disamakan sebagai bentuk kesetaraan gender. Padahal didalam Islam, perempuan memiliki banyak sekali keistimewaan yang menjadikannya mulia tanpa harus menuntut kesetaraan.

Tidak hanya itu, sistem sekuler liberal juga menjadikan kebebasan sebagai asasnya sehingga setiap individu memiliki kebebasan untuk berbuat apapun tanpa penghalang selama tidak merugikan orang lain. Inilah yang mendorong pelajar perempuan di Bengkulu untuk berperilaku sesuka hati dan tidak peduli aturan. Bahkan berlaku untuk semua orang sehingga tidak dipungkiri jika kasus kejahatan ataupun kenakalan remaja terus bertambah karena memang sistem yang diterapkan justru memfasilitasinya.

Maka razia kedisiplinan yang menjadi upaya serius pemerintah sejatinya tidak mampu mengatasi masalah bahkan dapat dikatakan tidak tepat sasaran hanya solusi sesaat. Apalagi jika tidak ada pembinaan lebih lanjut baik dari sekolah maupun orang tua maka mereka yang terjaring razia berakhir sia-sia dan tidak ada perubahan berarti. Para pelajar pun menyepelekan adanya razia kedisiplinan karena dianggap hal lumrah.

Begitulah saat sistem rusak dijadikan pengatur kehidupan, hanya akan menimbulkan masalah demi masalah. Masyarakat yang hidup didalamnya pun semakin dalam kesengsaraan karena himpitan persoalan yang tidak berujung. Oleh karena itu, satu-satunya solusi tuntas hanya dengan mencampakkan sistem sekuler kapitalis dengan sistem shohih yakni sistem Islam. Sistem yang bersumber pada wahyu Allah swt, dengan syariatnya akan membawa kebaikan pada seluruh umat manusia.

Termasuk dalam pembinaan generasi, Islam mewajibkan semua level terlibat dari keluarga, masyarakat hingga negara. Keluarga sebagai lingkup terkecil menjadi dasar pembinaan yang menanamkan akidah Islam sejak dini dan kesadaran sebagai hamba Allah yang taat. Kemudian diteruskan ke level masyarakat yang senantiasa beramar makruf nahi mungkar agar terikat hukum syara’ di segala kondisi. Sementara negara menjamin seluruh syariat Islam dapat diterapkan dan menegakkan sanksi jika terjadi pelanggaran. Sehingga bukan hal mustahil akan terlahir generasi kuat iman dan tangguh menghadapi beragam tantangan hidup.

Karena sejak awal, Islam menekankan akidah Islam sebagai pondasi dalam berpikir dan bersikap yakni pembentukan kepribadian Islam (syakhsiyah Islamiyah). Pendidikan tidak hanya membangun kecerdasan intelektual tapi juga menciptakan pola pikir dan pola sikap yang sesuai syariat Islam. Sehingga terbentuk pelajar dengan sikap tanggung jawab, memiliki rasa malu dan kehormatan diri serta berusaha selalu terikat dengan hukum syara’.

Tidak hanya itu, Islam juga memiliki aturan pergaulan yang jelas antara laki-laki dan perempuan. Dalam rangka menjaga kehormatan dan identitas masing-masing sesuai fitrah manusia bukan sekadar aturan simbolik. Seperti larangan menyerupai lawan jenis merupakan bentuk penjagaan Islam bukan membatasi bereksplorasi atau mengembangkan diri. Karena setiap perbuatan jika tidak ada batasan yang jelas akan dapat memunculkan masalah dan kerusakan. Pada akhirnya manusia sendiri yang akan menderita telah melampaui fitrah penciptaannya.

Aturan pendidikan dan pergaulan tersebut hanya dapat terealisasi dibawah naungan negara yang telah menerapkan sistem Islam. Dengan begitu keberadaan negara sangatlah penting karena bertanggung jawab menjaga moral generasi. Tidak hanya urusan administratif pendidikan tetapi juga memastikan kurikulum, lingkungan sosial dan media mendukung terbentuknya syaksiyah Islamiyah pada generasi. Dalam aturan pergaulan pun negara benar-benar menjaga fitrah manusia, tidak akan memberatkan salah satunya baik laki-laki maupun perempuan.

Wallahu’alam bishowab.

Continue Reading

Previous: Board of Peace: Proyek Kolonial Berkedok ‘Perdamaian’

Related Stories

Board of Peace: Proyek Kolonial Berkedok ‘Perdamaian’ WhatsApp Image 2026-03-25 at 18.45.15

Board of Peace: Proyek Kolonial Berkedok ‘Perdamaian’

25/03/2026
Panic Buying BBM dan Urgensi Kedaulatan Energi WhatsApp Image 2026-03-24 at 17.01.19

Panic Buying BBM dan Urgensi Kedaulatan Energi

24/03/2026
Islam Solusi Tuntas Gaul Bebas WhatsApp Image 2026-03-16 at 11.13.57

Islam Solusi Tuntas Gaul Bebas

16/03/2026

Recent Posts

  • Membentuk Kepribadian Islam pada Generasi
  • Lebaran Tak Serentak: Ujian Toleransi di Atas Piring Opor
  • Makna Idul Fitri dalam Membangun Kesadaran dan Persatuan Umat Islam
  • Asmara Berujung Luka dan Kekerasan
  • Idul Fitri dan Perjuangan Meraih Kemenangan Umat Islam

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Membentuk Kepribadian Islam pada Generasi WhatsApp Image 2026-03-25 at 20.29.06

Membentuk Kepribadian Islam pada Generasi

25/03/2026
Lebaran Tak Serentak: Ujian Toleransi di Atas Piring Opor WhatsApp Image 2026-03-25 at 20.13.00

Lebaran Tak Serentak: Ujian Toleransi di Atas Piring Opor

25/03/2026
Makna Idul Fitri dalam Membangun Kesadaran dan Persatuan Umat Islam WhatsApp Image 2026-03-25 at 20.05.54

Makna Idul Fitri dalam Membangun Kesadaran dan Persatuan Umat Islam

25/03/2026
Asmara Berujung Luka dan Kekerasan WhatsApp Image 2026-03-25 at 19.06.02

Asmara Berujung Luka dan Kekerasan

25/03/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.