Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • June
  • 15
  • Hari Kurban: Kurban Perasaan, Apa Benar?

Hari Kurban: Kurban Perasaan, Apa Benar?

Editor Muslimah Times 15/06/2026
IMG_20260615_210443
Spread the love

Oleh. Umi Zadit Zareen

Muslimahtimes.com–Plesetan yang lagi ramai ketika di Hari Raya Kurban yaitu “Hari kurban adalah kurban perasaan”, entah karena belum mampu kurban, nggak dapet daging, atau jadi momen patah hati/putus cinta. Maksudnya: bukan cuma nyembelih hewan, tapi juga “nyembelih” perasaan.

Hari Kurban/Iduladha esensinya memang kurban ego & kecintaan pada dunia. Kisah Nabi Ibrahim & Ismail itu intinya: “Apa yang paling di cinta? Sanggup nggak untuk lepas kalau Allah minta?”

Jadi “kurban perasaan” benar kalau yang di maksudnya:

  1. Kurban rasa pelit → mau berbagi daging
  2. Kurban rasa gengsi → ikhlas nggak kebagian sesuai yang diinginkan.
  3. Kurban rasa cinta berlebihan ke harta → rela beli hewan kurban untuk berbagi.
  4. Kurban rasa kecewa/iri → liat tetangga kurban sapi, karena ini bagian dari ibadah penilaian manusia bukan menjadi tolak ukurnya.

Itu bagian dari cerminnya seorang karena yang sampai ke Allah bukan darah/dagingnya, tapi takwanya (QS. Al-Hajj: 37). Ketakwaan sesungguhnya ketika Allah memerintahkan sesuatu, maka kita wajib mematuhinya tanpa perlu pertimbangan.

Jika di lihat dari sisi plesetan dalam konteks “galau”: Akan menjdi masalah kalau berhenti di situ.

Kalau “kurban perasaan” cuma jadi bahan ngeluh: “Lebaran kurban, yang dikurbankan perasaan. Misalnya berlebaran namun belum memiliki pasangan atau rasa kecewa dalam menghadapi kehidupan”

Maka jika makna kurban di jadikan plesetan yang tidak membuat diri menjadi dekat dengan Allah, ini bukanlah sifat dari seorang muslim sesungguhnya.

Ibadah kurban itu bagian dari Islam, hukumnya sunnah muakkadah sampai wajib menurut sebagian ulama. Tidak pantas kalau cuma ditempatin di level “perasaan penilaian terhadap dunia”.

Ibaratnya: Salat itu tiang agama. Kalau ada yang bilang “Salat itu tiang buat sandaran pas galau”. Benar jika pada tempatnya, tapi kalau cuma salat ketika galau saja, ya tidaklah baik.

Jadi kalau lagi merasa “jadi korban perasaan” pas Iduladha, bagus. Berarti hatinya masih hidup. Tinggal mengarahkan yang dikurbankan itu perasaan negatif — iri, kecewa, dendam, cinta buta. Bukan malah jadiin Idul Adha sebagai hari ratapan dunia.

Iduladha itu napak tilas ujian terberat Nabi Ibrahim: disuruh sembelih anak yang paling dicintai. “Hari Kurban = kurban perasaan” itu bukan dalil, tapi plesetan yang ada benarnya kalau dipahami pakai kacamata syariat.
Artinya, esensi kurban sama dengan menyembelih kecintaan yang berlebihan pada selain Allah.

Kurban hewan itu bagian simbol. Yang asli disembelih itu “Ismail” di dalam hati kita.
“Ismail” saat ini apa? Harta? Jabatan? Mantan? Rasa ingin dipuji? Pengakuan? Semua hal yang memalingkan diri dalam ketaatan kepada Allah serta tujuan hidup di dunia.

Nabi Ibrahim lulus karena benar-benar menaruh pisau di leher Ismail. Minimal naruh pisau di leher yang penuh dengan “prasangka dan penyakit hati” Iduladha menyembelihnya dan terlahir kembali dengan pemikiran yang baru dengan penuh ketaatan.

Wallahu a’lam bishawab

Continue Reading

Previous: Yang Terlupakan dari Menuntut Ilmu Hari Ini
Next: Bulan Muharram, Bulan Kebangkitan Umat

Related Stories

Menyala Negeriku WhatsApp Image 2026-09-18 at 10.57.33

Menyala Negeriku

18/09/2026
Meneladani Kepemimpinan dan Perjuangan Rasulullah saw WhatsApp Image 2026-09-05 at 06.12.37

Meneladani Kepemimpinan dan Perjuangan Rasulullah saw

04/09/2026
Lepas Hijab atau Keluar: Ketika Kampus Pertahanan Lupa Siapa yang Mau Dipertahankan WhatsApp Image 2026-09-05 at 05.54.14

Lepas Hijab atau Keluar: Ketika Kampus Pertahanan Lupa Siapa yang Mau Dipertahankan

04/09/2026

Recent Posts

  • Keracunan Massal MBG, Bukan Sekadar Kesalahan SOP
  • Istri Solehah Bukan Istri Pajangan
  • Kapitalisasi Dunia Medis Berujung Petaka
  • Keracunan Massal MBG, Persoalan Sistemis Bukan Sekadar Pelanggaran SOP
  • Warga Gaza Terancam Pengusiran, Kehadiran Perisai Umat Sudah Sangat Mendesak

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Keracunan Massal MBG, Bukan Sekadar Kesalahan SOP WhatsApp Image 2026-09-18 at 20.31.31

Keracunan Massal MBG, Bukan Sekadar Kesalahan SOP

18/09/2026
Istri Solehah Bukan Istri Pajangan WhatsApp Image 2026-09-18 at 20.20.35

Istri Solehah Bukan Istri Pajangan

18/09/2026
Kapitalisasi Dunia Medis Berujung Petaka WhatsApp Image 2026-09-18 at 13.45.47

Kapitalisasi Dunia Medis Berujung Petaka

18/09/2026
Keracunan Massal MBG, Persoalan Sistemis Bukan Sekadar Pelanggaran SOP WhatsApp Image 2026-09-18 at 13.37.47

Keracunan Massal MBG, Persoalan Sistemis Bukan Sekadar Pelanggaran SOP

18/09/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.