Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2021
  • July
  • 2
  • Al-Qur’an di Dadaku

Al-Qur’an di Dadaku

admin.news 02/07/2021
Al Qur'an

Al Qur'an petunjuk hidup bagi muslim

Spread the love

Oleh. Hana Annisa Afriliani, S.S
(Redaktur Pelaksana Muslimah Times)

MuslimahTimes.Com-“Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Alquran ) dan hikmah (sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (TQS.Al-Imran:164)

Demikianlah salah satu ayat yang menyatakan bahwa Al-Qur’an merupakan wahyu dari Allah bagi manusia. Isi yang terkandung di dalamnya merupakan petunjuk dalam menjalani kehidupan agar tidak tersesat. Maka, berpegang teguh kepada Al-Qur’an merupakan konsekuensi logis dari keimanan seorang muslim. Ya, karena syarat menjadi muslim yang bertakwa adalah taat pada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dan dari Al-Qur’an lah kita dapat membedakan antara yang haq dan yang batil. Sebab Al-Quran adalah Furqon (pembeda).

Oleh karena itu, tak layak berkobar di dada seorang muslim pembelaan terhadap sesuatu yang lain, kecuali pada Al-Qur’an. Tak layak pula seorang muslim meninggikan hukum yang lain selain hukum Allah. Maka, alangkah ternoda akidah seorang muslim ketika justru lantang menyeru, “ayat konstitusi di atas ayat suci”. Lantas dari seruannya itu, berbuntut pada pendiskreditan terhadap ajaran-ajaran Islam. Menganggap ajaran Islam tak jauh lebih baik daripada ajaran Plato dan Aristoteles. Sungguh memprihatinkan!

Jika bukan Al-Qur’an yang ada di dada kaum muslimim, maka kesesatan dan kefasikan akan merajalela. Betapa tidak, statusnya muslim, namun pemikiran dan perbuatannya sama sekali tak sesuai dengan syariat Islam. Sebab apa yang menjadi rujukannya bukanlah yang datang dari wahyu, melainkan akal manusia yang penuh keterbatasan.

Adapun di bawah naungan sistem kehidupan sekuler liberal hari ini, menjadikan Al-Qur’an di dada kaum muslimin merupakan sebuah tantangan. Sebab, kita dihadapkan pada kehidupan yang serba bebas dan menawarkan aneka gemerlap dunia yang menyilaukan. Banyak orang tertipu karenanya, sehingga akhirnya mampu menggeser kedudukan Al-Qur’an di dadanya dengan aturan ciptaan manusia.

Tunduk secara totalitas pada hukum Allah dianggap begitu mengekang, serba tidak boleh. Padahal itulah jalan keselamatan dan kemuliaan bagi kita. Namun, kilauan duniawi rupanya banyak membuat orang lupa bahwa sebaik-baiknya penolong adalah Al-Qur’an.

Ingatlah sabda Rasulullah Saw di akhir usianya:

“Aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selamanya selama kamu berpegang dengan kedua-duanya, yaitu kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunahku.” (HR Al-Hakim)

Jadi, sudah saatnya kita meletakkan Al-Qur’an di dada kita, menjadikannya petunjuk dalam hidup kita, bukan hanya dalam skala individu, tapi juga dalam bermasyarakat dan bernegara. Ketika Al-Qur’an dijadikan rujukan, niscaya kehidupan akan diliputi keberkahan, kemuliaan, kesejahteraan, dan keadilan. Bukankah Allah sebaik-baiknya pembuat hukum?

“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” [al-Mâ`idah/5:50].

Tak hanya di dunia, kelak Al-Qur’an akan menjadi cahaya bagi kita di akhirat.

“Aku tinggalkan di antara kalian kitab Allah. Ia adalah tali Allah. Barang siapa yang mengikutinya, niscaya berada atas petunjuk hidayah. Barang siapa yang meninggalkannya, niscaya tersesat.” (HR.Ibn Abi Syaibah dan Ibn Hibban).

Continue Reading

Previous: Mampukah UMKM Menjadi Ujung Tombak Perekonomian?
Next: My Number One Fans

Related Stories

Hikmah Isra’ Mikraj: Saatnya Membumikan Hukum Langit WhatsApp Image 2026-01-20 at 22.05.53

Hikmah Isra’ Mikraj: Saatnya Membumikan Hukum Langit

23/01/2026
Ibu Pencetak Generasi Pejuang Islam WhatsApp Image 2026-01-11 at 05.52.28

Ibu Pencetak Generasi Pejuang Islam

10/01/2026
Antara Eksploitasi Alam dan Banjir Sumatera WhatsApp Image 2025-12-30 at 17.33.26

Antara Eksploitasi Alam dan Banjir Sumatera

30/12/2025

Recent Posts

  • Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis?
  • Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler
  • Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak
  • Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara
  • Game Online: Media Penghancur Pemikiran Generasi

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis? WhatsApp Image 2026-02-03 at 22.07.05

Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis?

03/02/2026
Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler WhatsApp Image 2026-02-03 at 21.41.25

Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler

03/02/2026
Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak WhatsApp Image 2026-02-03 at 21.46.01

Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak

03/02/2026
Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara WhatsApp Image 2026-02-03 at 22.11.09

Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara

03/02/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.