Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2021
  • June
  • 6
  • PERJUANGAN HAKIKI  BERBUAH KEMENANGAN HAKIKI

PERJUANGAN HAKIKI  BERBUAH KEMENANGAN HAKIKI

admin.news 06/06/2021
muslimahtimes
Spread the love

Oleh: Mariyam Sundari

(Pengamat Perempuan dan Sosial)

#MuslimahTimes — Tuntutan perubahan terus meluncur seiring dengan kian banyaknya fakta kezaliman rezim demokrasi kapitalis yang dirasakan umat di negeri ini. Keadilan dan kesejahteraan menjadi barang langka dalam sistem sekarang. Sementara, penderitaan dan kesengsaraan merupakan perkara lumrah.

 

Wajar saja jika kemudian umat semakin kecewa dan jengah pada kebijakan-kebijakan yang diambil, juga kehilangan kepercayaan pada kepemimpinan yang sedang berlangsung.


Alih-alih menyejahterakan mereka, yang terjadi justru semakin membuat kehidupan terpuruk, terbelit berbagai krisis, bahkan hilangnya eksistensi sebagai bangsa yang mandiri dan berdaulat.

 

Namun, hal yang penting dipahami adalah bagaimana menata gelora perubahan yang membuncah di tengah umat menjadi sebuah gerakan kuat mewujudkan kebangkitan hakiki. Harus diwaspadai jangan sampai perjuangan dibelokkan ke arah lain.

 

Kebangkitan umat tidak cukup hanya dengan adanya semangat perubahan yang lahir karena perasaan sesaat. Demikian pula tidak bisa terwujud jika munculnya semata karena dorongan kekecewaan saja.

 

Kebangkitan hakiki membutuhkan langkah yang tepat, yang akan menyatukan antara perasaan dengan kesadaran yang benar.

 

Keimanan yang benar akan membentuk pemahaman (mafahim) bahwa hidup di dunia semata untuk ibadah kepada Allah SWT (QS 51: 56) yang ditunjukkan dengan sikap taat yang sempurna pada seluruh aturan Islam dalam setiap aspek kehidupan. Baik terkait urusan individu, dalam masalah keluarga, maupun perkara pengaturan masyarakat dan negara.

 

Semuanya merupakan lahan untuk beribadah jika dilakukan karena dorongan iman dan dikerjakan sesuai tuntunan syariat Islam.

 

Dengan demikian, kebangkitan umat Islam adalah kembalinya pemahaman seluruh ajaran Islam ke dalam diri umat dan terselenggaranya pengaturan kehidupan masyarakat dengan cara Islam.

 

Perbuatan yang dilakukan tanpa tujuan akan bergerak tanpa arah. Karenanya, perjuangan yang dilakukan umat Islam sudah semestinya diawali dengan penetapan tujuannya, semata untuk menegakkan kebenaran Islam.

 

Jadi, tujuan yang dihunjamkan bukan semata mengganti rezim. Namun untuk mengenyahkan sistem sesat yang telah melahirkan rezim zalim dan menghantarkan pada penderitaan umat.

 

Pembatasan perjuangan semata untuk meninggikan risalah Allah SWT telah dijelaskan Rasulullah Saw dalam hadits berikut,

 

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Ibnu Numair dan Ishaq bin Ibrahim dan Muhammad bin Al ‘Ala, Ishaq berkata; telah mengabarkan kepada kami, dan yang lainnya berkata telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Al A’Masy dari Syaqiq dari Abu Musa dia berkata,

 

“Rasulullah Saw pernah ditanya mengenai seorang laki-laki yang berperang supaya dikatakan pemberani, berjuang karena membela kesukuan dan berjuang karena ingin dipuji, maka manakah yang disebut berjuang di jalan Allah?” Rasulullah Saw lalu bersabda, “Barang siapa berjuang untuk menegakkan kalimat Allah setinggi-tingginya, maka itulah yang disebut berjuang di jalan Allah.”(Hadits Sahih Muslim No. 3525- Kitab Kepemimpinan)

 

Para pejuang hakiki tidak akan ragu atas kesuksesan yang akan diraih, sekalipun berbagai rintangan menghadangnya. Mereka senantiasa yakin kebenaran akan datang menggantikan kebatilan selama mereka istikamah menempuh jalan yang benar.

 

Allah SWT berfirman, “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka setelah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa, mereka senantiasa menyembah-Ku (Semata-mata) dan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apapun, dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasiq.” (QS An Nuur: 55).

 

Terkait ayat ini, Imam Ibnu Katsir berkata, “Ini adalah janji dari Allah Ta’ala kepada Rasulullah Saw bahwa Dia akan menjadikan umat Nabi Saw penguasa di muka bumi, yaitu pemimpin umat manusia, yang dengan mereka akan baik (keadaan) seluruh negeri dan semua manusia akan tunduk. Dan Dia akan menggantikan rasa takut mereka kepada manusia menjadi rasa aman, bahkan (merekalah yang menjadi) penegak hukum bagi manusia.” [Tafsir Ibnu Katsir (3/401)].

 

Janji Allah tersebut pasti terlaksana karena Dia tidak akan menyalahi janji. Tugas kita adalah berusaha memenuhi syaratnya seperti yang tertera dalam firman Allah SWT surah An Nuur: 55, yakni menghadirkan keimanan yang lurus dan ketaatan yang sempurna. Wallahu’allam.

Continue Reading

Previous: Agar Bara Perjuangan Selalu Menyala
Next: Persatuan Tanpa Kepemimpinan, Mungkinkah? 

Related Stories

Jaga Integritas, Empaskan Pola Pikir Cabul WhatsApp Image 2026-05-05 at 21.00.23

Jaga Integritas, Empaskan Pola Pikir Cabul

05/05/2026
Idulfitri di Tengah Retaknya Persatuan Umat Islam WhatsApp Image 2026-04-08 at 21.14.08

Idulfitri di Tengah Retaknya Persatuan Umat Islam

08/04/2026
Lebaran Tak Serentak: Ujian Toleransi di Atas Piring Opor WhatsApp Image 2026-03-25 at 20.13.00

Lebaran Tak Serentak: Ujian Toleransi di Atas Piring Opor

25/03/2026

Recent Posts

  • Jaga Integritas, Empaskan Pola Pikir Cabul
  • Perempuan Bukan Boneka Seks
  • Fenomena Day Care dan Fitrah Ibu di Bawah Bayang-bayang Kapitalisme
  • Seksualitas Bukan Candaan: Ancaman ‘Rape Culture’ di Era Kebebasan
  • Catatan Kritis Kekerasan di Daycare dan Kecelakaan KRL: Alarm Keras bagi Perempuan untuk Lepas dari Jahatnya Kapitalisme

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Jaga Integritas, Empaskan Pola Pikir Cabul WhatsApp Image 2026-05-05 at 21.00.23

Jaga Integritas, Empaskan Pola Pikir Cabul

05/05/2026
Perempuan Bukan Boneka Seks WhatsApp Image 2026-05-05 at 20.37.15

Perempuan Bukan Boneka Seks

05/05/2026
Fenomena Day Care dan Fitrah Ibu di Bawah Bayang-bayang Kapitalisme WhatsApp Image 2026-05-02 at 20.52.51

Fenomena Day Care dan Fitrah Ibu di Bawah Bayang-bayang Kapitalisme

02/05/2026
Seksualitas Bukan Candaan: Ancaman ‘Rape Culture’ di Era Kebebasan WhatsApp Image 2026-04-30 at 21.19.51

Seksualitas Bukan Candaan: Ancaman ‘Rape Culture’ di Era Kebebasan

30/04/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.