Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • June
  • 20
  • Islam Melindungi Pekerja dari Kekerasan Berbasis Relasi Kuasa

Islam Melindungi Pekerja dari Kekerasan Berbasis Relasi Kuasa

Editor Muslimah Times 20/06/2026
WhatsApp Image 2026-06-20 at 07.57.28
Spread the love

Oleh. Kholda Najiyah

Muslimahtimes.com–PRT diperlakukan semena-mena karena majikan menggunakan relasi kuasa. Andai paham Islam, harusnya tidak terjadi hal demikian. Karena, dalam masalah akad kerja, kedudukan pemberi kerja dan pekerja adalah setara. Islam tidak membedakan kedudukan majikan dengan pembantu. Tidak membedakan posisi bos dengan anak buah.

Dalam arti, kedua posisi tersebut setara dalam hubungan akad kerja. Tidak ada posisi lebih tinggi atau lebih rendah, karena keduanya saling bekerjasama atas suatu kesepakatan dan kerelaan. Sama-sama rida dengan perjanjian kerja yang dibuat berdua.

Kedua belah pihak, berjanji untuk bekerjasama dalam suatu jenis pekerjaan, hingga keduanya sama-sama mendapatkan manfaat. Pemberi kerja, mendapatkan bantuan atas keterampilan atau keahlian para pekerjanya, sementara para pekerja mendapatkan upah atas jasanya. Keduanya sama sederajat dalam sistem upah mengupah. Pihak yang mengupah terikat pada kewajiban tertentu, sebaliknya pihak yang diupah juga terikat dengan kewajiban yang disepakati.

Sehingga, Islam mencegah terjadinya relasi kuasa. Mencegah agar pihak yang memberi pekerjaan atau yang memberi upah, tidak merasa punya derajat lebih tinggi dibanding para pekerja. Dengan pemahaman seperti ini, maka para majikan atau bos, tidak punya pemikiran untuk merendahkan anak buahnya.

Sebaliknya, mereka akan merangkul, berempati dan memperlakukannya seperti saudara. Sebab, mereka sadar bahwa tanpa para pekerja, urusannya tidak akan terlaksana dengan baik. Dengan demikian, peluang majikan atau bos untuk semena-mena seharusnya tercegah.

Sebaliknya, para pekerja juga tidak boleh merasa minder atau rendah diri di hadapan majikan atau bosnya. Harus berdiri tegak dan punya keberanian untuk berinteraksi dengan majikan atau bosnya sebagai manusia merdeka. Bukan seperti budak yang tidak berdaya, segan dan bahkan dipenuhi rasa takut.

Jika paradigma upah-mengupah ini diterapkan semua pihak, baik pekerja formal maupun informal, pegawai negeri maupun swasta, niscaya tidak ada yang akan dirugikan. Hubungan ketenaga-kerjaan akan sehat, harmonis dan penuh kerjasama dan kekeluargaan. Semua sama-sama bekerja dengan ikhlas, semangat dan melakukan yang terbaik, demi mendapatkan hak-haknya masing-masing.

Tentu saja, kondisi ini mensyaratkan tingginya keimanan dan ketakwaan setiap individu masyarakat, yang dibentuk oleh peradaban Islam yang luhur. Mereka adalah individu yang terbina dengan tsaqofah Islam, sehingga paham aturan Islam, terutama tentang muamalah yang Islami. Masyarakat yang menegakkan prinsip-prinsip Islam karena dorongan kesadaran akan tanggungjawabnya kelak di hadapan Allah.

Inilah pentingnya memperjuangkan tegaknya peradaban Islam, yang akan melahirkan manusia-manusia terbaik yang berkepribadian tinggi. Bukan seperti saat ini, kita dipaksa tinggal di “wadah” peradaban kapitalis, yang melahirkan manusia-manusia yang hanya mementingkan materi hingga abai memanusiakan manusia lainnya.(*)

Continue Reading

Previous: Kekerasan Seksual Verbal: Alarm Rusaknya Sistem Sosial
Next: Generasi Emas Hanya Dilahirkan dari Peradaban Islam

Related Stories

Menakar Efektivitas Solusi untuk Mencegah Maraknya Korupsi WhatsApp Image 2026-07-10 at 20.16.47

Menakar Efektivitas Solusi untuk Mencegah Maraknya Korupsi

10/07/2026
Gen Z: Ketika Optimisme Tak Lagi Cukup WhatsApp Image 2026-07-03 at 20.56.13

Gen Z: Ketika Optimisme Tak Lagi Cukup

03/07/2026
Generasi Emas Hanya Dilahirkan dari Peradaban Islam WhatsApp Image 2026-06-28 at 23.19.25

Generasi Emas Hanya Dilahirkan dari Peradaban Islam

29/06/2026

Recent Posts

  • Narkoba Mengganas, Saatnya Lindungi Generasi
  • Kenali Lima Tanda Child Grooming
  • Dinamika Hubungan Rakyat dan Penguasa dalam Sistem Islam
  • Hubungan Penguasa dan Rakyat: Saatnya Kembali pada Syariat Islam
  • Waspada! Child Grooming Mengancam Ananda

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Narkoba Mengganas, Saatnya Lindungi Generasi WhatsApp Image 2026-07-10 at 21.10.58

Narkoba Mengganas, Saatnya Lindungi Generasi

10/07/2026
Kenali Lima Tanda Child Grooming WhatsApp Image 2026-07-10 at 21.02.47

Kenali Lima Tanda Child Grooming

10/07/2026
Dinamika Hubungan Rakyat dan Penguasa dalam Sistem Islam WhatsApp Image 2026-07-10 at 20.49.09

Dinamika Hubungan Rakyat dan Penguasa dalam Sistem Islam

10/07/2026
Hubungan Penguasa dan Rakyat: Saatnya Kembali pada Syariat Islam WhatsApp Image 2026-07-10 at 20.44.56

Hubungan Penguasa dan Rakyat: Saatnya Kembali pada Syariat Islam

10/07/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.