Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • July
  • 31
  • Kampus Darurat Kekerasan Seksual, Saatnya Mengoreksi Sistem Pendidikan

Kampus Darurat Kekerasan Seksual, Saatnya Mengoreksi Sistem Pendidikan

Editor Muslimah Times 31/07/2026
WhatsApp Image 2026-07-31 at 22.19.11
Spread the love

Oleh. Nahra Arhan

Muslimahtimes.com–Kasus kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi kembali mencuat dan menyita perhatian publik. Belum tuntas penanganan berbagai kasus yang terjadi disejumlah kampus ternama seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), kini muncul kembali kasus serupa di Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Diponegoro (Undip).

Di Universitas Sumatera Utara, seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis diduga melakukan pelecehan terhadap puluhan mahasiswi melalui pengiriman pesan dan gambar vulgar. Di Universitas Brawijaya, seorang mahasiswa Fakultas Hukum juga dilaporkan melakukan pelecehan terhadap sejumlah mahasiswi. Sementara itu, di Universitas Diponegoro, seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis dilaporkan melakukan tindakan serupa. Tidak hanya itu, pengakuan seorang alumni Undip yang menyampaikan pengalaman menjadi korban pelecehan seksual oleh dosen pembimbingnya sekitar sepuluh tahun lalu menunjukkan bahwa dampak kekerasan seksual dapat meninggalkan trauma yang berkepanjangan.

Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa kekerasan seksual di lingkungan kampus bukan lagi persoalan yang bersifat insidental atau dilakukan oleh individu semata. Berulangnya kasus di berbagai perguruan tinggi mengindikasikan adanya persoalan yang lebih mendasar sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap sistem yang ada. Kampus yang seharusnya menjadi tempat menuntut ilmu, membangun karakter, dan mencetak generasi berintegritas justru belum sepenuhnya mampu menjadi ruang yang aman bagi seluruh sivitas akademika.

Selain berdampak pada korban secara fisik, kekerasan seksual juga meninggalkan luka psikologis yang mendalam. Korban sering mengalami rasa takut, kehilangan kepercayaan diri, gangguan kecemasan, depresi, hingga trauma yang dapat berlangsung dalam waktu yang lama. Tidak sedikit korban yang mengalami penurunan prestasi akademik, menarik diri dari lingkungan sosial, bahkan memutuskan untuk menghentikan pendidikannya. Dampak tersebut menunjukkan bahwa kekerasan seksual bukan sekadar pelanggaran terhadap hukum, tetapi juga bentuk perampasan hak seseorang untuk memperoleh rasa aman dan mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Oleh karena itu, setiap kasus harus ditangani secara serius dengan mengedepankan perlindungan terhadap korban serta memastikan pelaku memperoleh sanksi yang setimpal agar tercipta efek jera.

Berbagai regulasi dan mekanisme penanganan memang telah diterapkan di sejumlah perguruan tinggi. Namun, masih terus bermunculannya kasus baru menunjukkan bahwa upaya tersebut dinilai oleh sebagian pihak belum mampu menyentuh akar persoalan. Nyatanya, kerusakan moral yang terjadi secara berulang dipandang tidak cukup diatasi hanya dengan pemberian sanksi atau penyusunan aturan administratif, tetapi memerlukan pembinaan akidah, akhlak, serta lingkungan yang mendukung terlaksananya nilai-nilai Islam dalam kehidupan.

Berdasarkan hal tersebut, maraknya pelecehan seksual merupakan bagian dari kerusakan sistemik yang menuntut perubahan secara menyeluruh, termasuk dalam sistem pendidikan. Pendidikan dipandang tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan keterampilan, tetapi juga harus membentuk kepribadian yang bertakwa, menjaga kehormatan diri, serta menghormati hak dan martabat orang lain. Oleh karena itu, mereka memandang bahwa sistem pendidikan Islam merupakan alternatif yang menempatkan pembentukan akidah dan akhlak sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan.

Dalam Islam, menjaga kehormatan (hifzh al-‘irdh) merupakan salah satu nilai yang sangat dijunjung tinggi. Islam memerintahkan setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, untuk menjaga pandangan, menjaga kehormatan diri, serta berinteraksi sesuai dengan adab yang telah diajarkan syariat. Nilai-nilai tersebut tidak hanya ditanamkan melalui nasihat, tetapi juga melalui proses pendidikan yang membentuk kepribadian sejak dini. Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, melainkan juga harus mampu melahirkan pribadi yang memiliki ketakwaan, rasa malu, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap martabat sesama manusia. Dengan penguatan nilai-nilai akhlak tersebut, diharapkan lingkungan pendidikan dapat menjadi ruang yang lebih aman, sehat, dan kondusif bagi seluruh sivitas akademika.

Dalam pandangan ini, penerapan syariah Islam secara kaffah dipahami sebagai landasan untuk membangun sistem kehidupan, termasuk sistem pendidikan, yang berorientasi pada pembinaan kepribadian Islam. Pendidikan tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki rasa takut kepada Allah, menjaga pandangan, mengendalikan hawa nafsu, serta memahami batasan-batasan pergaulan sesuai syariat. Negara, keluarga, dan masyarakat juga dipandang memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung terbentuknya karakter tersebut.

Dengan demikian, penyelesaian kasus kekerasan seksual menurut pandangan ini tidak cukup hanya dilakukan melalui penegakan hukum terhadap pelaku, pendampingan korban, atau pembentukan satuan tugas di kampus. Langkah-langkah tersebut tetap penting, tetapi dipandang perlu disertai dengan pembenahan yang lebih mendasar melalui sistem pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Harapannya, pendidikan tidak hanya melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga generasi yang memiliki akhlak mulia, menjaga kehormatan diri dan orang lain, serta mampu mewujudkan lingkungan kampus yang aman dan bermartabat.

Continue Reading

Previous: Antrean BBM Tak Kunjung Usai: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?
Next: Mega Korupsi Terungkap Lagi, Ada Apa dengan Sistem Hari Ini?

Related Stories

Mega Korupsi Terungkap Lagi, Ada Apa dengan Sistem Hari Ini? WhatsApp Image 2026-07-31 at 22.44.14

Mega Korupsi Terungkap Lagi, Ada Apa dengan Sistem Hari Ini?

31/07/2026
Antrean BBM Tak Kunjung Usai: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab? WhatsApp Image 2026-07-31 at 21.42.43

Antrean BBM Tak Kunjung Usai: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

31/07/2026
LGBT Bagian Keragaman, Logika Sesat Legalkan Penyimpangan WhatsApp Image 2026-07-31 at 21.21.02

LGBT Bagian Keragaman, Logika Sesat Legalkan Penyimpangan

31/07/2026

Recent Posts

  • Mega Korupsi Terungkap Lagi, Ada Apa dengan Sistem Hari Ini?
  • LGBT: Bukti Nyata Kala Kebebasan menjadi Ideologi
  • Kampus Darurat Kekerasan Seksual, Saatnya Mengoreksi Sistem Pendidikan
  • LGBT Ancaman Serius bagi Peradaban Manusia
  • Antrean BBM Tak Kunjung Usai: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Mega Korupsi Terungkap Lagi, Ada Apa dengan Sistem Hari Ini? WhatsApp Image 2026-07-31 at 22.44.14

Mega Korupsi Terungkap Lagi, Ada Apa dengan Sistem Hari Ini?

31/07/2026
LGBT: Bukti Nyata Kala Kebebasan menjadi Ideologi WhatsApp Image 2026-07-31 at 22.34.58

LGBT: Bukti Nyata Kala Kebebasan menjadi Ideologi

31/07/2026
Kampus Darurat Kekerasan Seksual, Saatnya Mengoreksi Sistem Pendidikan WhatsApp Image 2026-07-31 at 22.19.11

Kampus Darurat Kekerasan Seksual, Saatnya Mengoreksi Sistem Pendidikan

31/07/2026
LGBT Ancaman Serius bagi Peradaban Manusia WhatsApp Image 2026-07-31 at 21.52.25

LGBT Ancaman Serius bagi Peradaban Manusia

31/07/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.