Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2023
  • July
  • 27
  • Menapaki Jejak para Wanita Penghulu Surga (Bagian 1)

Menapaki Jejak para Wanita Penghulu Surga (Bagian 1)

admin.news 27/07/2023
WhatsApp Image 2023-07-27 at 07.58.21
Spread the love

Oleh. Maya Ummu Azka
(Tim Redaksi Muslimahtimes.com)

Muslimahtimes.com–Jika ada yang berkata bahwa hidup itu tak mudah, memang benar. Apalagi bagi seorang muslimah yang ingin menjalani hidup agar tetap taat syariat di zaman jahiliah modern ini, tentu penuh dengan ujian dan godaan. Misalnya, mempertahankan hijab ketika bergumul kesulitan ekonomi setelah dicampakkan suami, atau menjaga kesucian tatkala budaya kohabitasi menyerang generasi, pun menjaga keluarga dari serangan kaum pengingkar fitrah yang makin merajalela.

Penting bagi kaum muslimah untuk mengenali empat sosok wanita mulia yang namanya diabadikan Allah dalam Al-Qur’an. Menelusuri perjuangan mereka dalam memegang teguh keimanan, akan mampu mengembalikan kekuatan dan semangat bagi kita dalam menjalani liku-liku kehidupan. Ternyata, kesulitan yang kita hadapi tak sepadan dengan apa yang telah mereka alami, hingga wajar jika Allah kukuhkan mereka sebagai para wanita penghulu surga. Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, “Pemuka wanita ahli surga ada empat. Ia adalah Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah, Khadijah binti Khuwailid dan Asiyah.” (HR. Hakim dan Muslim)

Bagian pertama tulisan ini mengajak para pembaca untuk mengenal salah satu di antara wanita mulia tersebut, yaitu Maryam binti Imran.

*****
Maryam adalah anak dari Imran bin Hasyim. Imran beserta istrinya telah bertahun-tahun tak dikaruniai anak hingga ia bernazar, jika Allah memberinya anak, maka ia akan mengabdikan anaknya untuk beribadah kepada Allah. Hingga Allah kabulkan permohonannya dan lahirlah sosok Maryam. Imran dan istrinya memenuhi nazar mereka dengan membangun sebuah ruangan khusus di Baitul Maqdis sebagai tempat Maryam mengisi seluruh waktunya untuk beribadah kepada Allah. Hingga kemudian Allah takdirkan perawan suci itu mengandung dan melahirkan tanpa disentuh seorang laki-laki, sebagaimana Firman Allah, “(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang suatu kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putera) namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” (QS. Ali-Imran: 45)

Betapa beratnya perjuangan Maryam menjalani kehamilan seorang diri, di tengah cemooh dan tudingan zina dari masyarakat. Kondisi itu membuatnya mengasingkan diri, hingga didera kepayahan dan rasa sakit menjelang melahirkan, manusiawi rasanya jika ia sampai menggumamkan luapan kepedihannya, “Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, “Wahai, alangkah (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.“ (QS. Maryam: 23)

Kisah Maryam binti Imran diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur’an, surah Ali Imran: 42-51 dan surah Maryam: 22-26. Menurut Ibnu Katsir rahimahullah, Maryam dipilih Allah sebagai salah satu penghulu wanita di surga karena kuat dan banyak ibadahnya, bersikap zuhud (meninggalkan ucapan atau perbuatan yang tak bermanfaat untuk akhirat), serta menjaga kesuciannya bahkan dari bisikan syahwat dalam diri dan bisikan setan.
***
Kisah Maryam menyentak kesadaran kita, betapa sabarnya ia menghadapi penderitaan dan rasa sakit tanpa berputus asa dari rahmat Allah. Kisah ini juga menyentil kita yang masih sering mengeluh agar banyak melakukan muhasabah diri. Bagaimana kualitas ibadah kita kepada Allah? Apa kabar amalan sunnah nafilah kita? Lalu sekuat apa kita menjaga diri dari ucapan dan perbuatan yang sia-sia? Mungkin kita bisa menjaga kesucian diri dari laki-laki nonmahrom, namun apa kabar dengan bisikan syahwat dan embusan-embusan setan?

Wallahu a’lam

Continue Reading

Previous: Al-Qur’an Memiliki Kesatuan Sistematis sebagai Petunjuk
Next: Poligami dalam Islam adalah Solusi Bukan untuk Dijauhi

Related Stories

Cara Islam Mengatasi Krisis Energi WhatsApp Image 2026-05-08 at 20.52.54(2)

Cara Islam Mengatasi Krisis Energi

08/05/2026
Jaga Integritas, Empaskan Pola Pikir Cabul WhatsApp Image 2026-05-05 at 21.00.23

Jaga Integritas, Empaskan Pola Pikir Cabul

05/05/2026
Idulfitri di Tengah Retaknya Persatuan Umat Islam WhatsApp Image 2026-04-08 at 21.14.08

Idulfitri di Tengah Retaknya Persatuan Umat Islam

08/04/2026

Recent Posts

  • Dua Tragedi Pilu, Cermin Terpasungnya Peran Ibu
  • Hapus Prodi demi Industri, ke Manakah Arah Pendidikan Kita?
  • Skincare 10 Step, tapi Salat Masih Bolong, Penyakit Zaman Now
  • Refleksi Hardiknas, Mampukah Wujudkan Generasi Emas?
  • Enam Faktor Penghambat Pernikahan

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Dua Tragedi Pilu, Cermin Terpasungnya Peran Ibu WhatsApp Image 2026-05-12 at 21.07.27

Dua Tragedi Pilu, Cermin Terpasungnya Peran Ibu

12/05/2026
Hapus Prodi demi Industri, ke Manakah Arah Pendidikan Kita? WhatsApp Image 2026-05-12 at 10.23.09

Hapus Prodi demi Industri, ke Manakah Arah Pendidikan Kita?

12/05/2026
Skincare 10 Step, tapi Salat Masih Bolong, Penyakit Zaman Now WhatsApp Image 2026-05-08 at 21.36.11

Skincare 10 Step, tapi Salat Masih Bolong, Penyakit Zaman Now

08/05/2026
Refleksi Hardiknas, Mampukah Wujudkan Generasi Emas? WhatsApp Image 2026-05-08 at 21.20.58

Refleksi Hardiknas, Mampukah Wujudkan Generasi Emas?

08/05/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.