Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • June
  • 16
  • Subsidi Menyusut di Tengah Tingginya Biaya Kuliah

Subsidi Menyusut di Tengah Tingginya Biaya Kuliah

Editor Muslimah Times 16/06/2026
WhatsApp Image 2026-06-16 at 19.55.22
Spread the love

Oleh. Nahra Arhan

Muslimahtimes.com–Pendidikan tinggi merupakan salah satu sarana penting untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, saat ini akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi semakin menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait tingginya biaya kuliah. Menyusutnya subsidi negara untuk pendidikan tinggi menyebabkan beban pembiayaan yang harus ditanggung mahasiswa dan keluarganya semakin besar. Akibatnya, tidak sedikit mahasiswa yang kesulitan melanjutkan studi hingga akhirnya memilih berhenti kuliah.

Minimnya subsidi pendidikan tinggi berdampak langsung pada meningkatnya biaya pendidikan di berbagai perguruan tinggi. Kondisi ini semakin terasa di perguruan tinggi swasta yang sebagian besar pembiayaannya bergantung pada dana yang berasal dari mahasiswa. Ketika biaya kuliah terus meningkat sementara kemampuan ekonomi masyarakat terbatas, banyak mahasiswa mengalami kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran kuliah. Dampaknya, angka putus kuliah pun semakin tinggi.

Fenomena ini tidak dapat dilepaskan dari kebijakan liberalisasi pendidikan yang menjadikan kampus harus membiayai operasionalnya secara mandiri. Dalam kondisi demikian, Uang Kuliah Tunggal (UKT) menjadi salah satu sumber pemasukan utama perguruan tinggi. Akibatnya, mahasiswa dan orang tua menjadi pihak yang menanggung sebagian besar biaya penyelenggaraan pendidikan. Pendidikan yang seharusnya menjadi hak dasar masyarakat berubah menjadi layanan yang harus dibeli sesuai kemampuan ekonomi masing-masing.

Sistem kapitalisme turut memperkuat kondisi tersebut dengan memandang pendidikan sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan. Dalam sistem ini, negara lebih banyak berperan sebagai regulator daripada penanggung jawab utama penyelenggaraan pendidikan. Akibatnya, tanggung jawab pembiayaan pendidikan bergeser kepada individu dan masyarakat, sehingga akses terhadap pendidikan tinggi menjadi tidak merata.

Pendidikan dalam Kacamata Islam

Islam memiliki pandangan yang berbeda mengenai pendidikan. Dalam Islam, pendidikan diposisikan sebagai kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kemajuan masyarakat dan peradaban. Pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berkepribadian Islam, saleh, serta memiliki keahlian dan kepakaran dibidangnya masing-masing. Karena itu, pendidikan tidak boleh dikomersialkan atau dijadikan sarana mencari keuntungan.

Islam menempatkan negara sebagai raa’in (pengurus rakyat) yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk pendidikan. Negara wajib menyelenggarakan pendidikan secara gratis bagi seluruh warga negara serta memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi tanpa dibebani biaya. Dengan demikian, hambatan ekonomi yang menyebabkan mahasiswa putus kuliah dapat dihilangkan. Pembiayaan pendidikan dalam sistem Islam berasal dari baitulmal yang memiliki berbagai sumber pemasukan yang sah menurut syariat.

Dalam sistem Khilafah, sekolah dan kampus swasta tetap dapat beroperasi. Namun, penyelenggaraan pendidikan di lembaga tersebut juga tidak dipungut biaya dari peserta didik. Pembiayaannya dapat berasal dari wakaf yang dikelola untuk kepentingan pendidikan. Selain itu, kurikulum yang diterapkan harus sejalan dengan kebijakan pendidikan negara sehingga kualitas pendidikan tetap terjaga dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dengan demikian, tingginya biaya kuliah dan meningkatnya angka putus kuliah menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam pengelolaan pendidikan tinggi saat ini. Islam menawarkan solusi dengan menjadikan pendidikan sebagai hak rakyat yang wajib dipenuhi negara secara gratis, sehingga setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk menuntut ilmu dan mengembangkan potensinya tanpa terkendala biaya.

Continue Reading

Previous: Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah
Next: Bukan Sekadar Perlindungan, PRT Butuh Dientaskan

Related Stories

Mega Korupsi Terungkap Lagi, Ada Apa dengan Sistem Hari Ini? WhatsApp Image 2026-07-31 at 22.44.14

Mega Korupsi Terungkap Lagi, Ada Apa dengan Sistem Hari Ini?

31/07/2026
Kampus Darurat Kekerasan Seksual, Saatnya Mengoreksi Sistem Pendidikan WhatsApp Image 2026-07-31 at 22.19.11

Kampus Darurat Kekerasan Seksual, Saatnya Mengoreksi Sistem Pendidikan

31/07/2026
Antrean BBM Tak Kunjung Usai: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab? WhatsApp Image 2026-07-31 at 21.42.43

Antrean BBM Tak Kunjung Usai: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

31/07/2026

Recent Posts

  • Mega Korupsi Terungkap Lagi, Ada Apa dengan Sistem Hari Ini?
  • LGBT: Bukti Nyata Kala Kebebasan menjadi Ideologi
  • Kampus Darurat Kekerasan Seksual, Saatnya Mengoreksi Sistem Pendidikan
  • LGBT Ancaman Serius bagi Peradaban Manusia
  • Antrean BBM Tak Kunjung Usai: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Mega Korupsi Terungkap Lagi, Ada Apa dengan Sistem Hari Ini? WhatsApp Image 2026-07-31 at 22.44.14

Mega Korupsi Terungkap Lagi, Ada Apa dengan Sistem Hari Ini?

31/07/2026
LGBT: Bukti Nyata Kala Kebebasan menjadi Ideologi WhatsApp Image 2026-07-31 at 22.34.58

LGBT: Bukti Nyata Kala Kebebasan menjadi Ideologi

31/07/2026
Kampus Darurat Kekerasan Seksual, Saatnya Mengoreksi Sistem Pendidikan WhatsApp Image 2026-07-31 at 22.19.11

Kampus Darurat Kekerasan Seksual, Saatnya Mengoreksi Sistem Pendidikan

31/07/2026
LGBT Ancaman Serius bagi Peradaban Manusia WhatsApp Image 2026-07-31 at 21.52.25

LGBT Ancaman Serius bagi Peradaban Manusia

31/07/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.