Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • October
  • 9
  • Tren Vape Narkoba, Bagaimana Respons Negara?

Tren Vape Narkoba, Bagaimana Respons Negara?

Editor Muslimah Times 09/10/2026
WhatsApp Image 2026-10-09 at 09.01.04
Spread the love

Oleh. Mayza

Muslimahtimes.com–Trend penggunaan rokok elektrik atau vape mulai populer di kalangan anak muda. Trend ini dalam kewaspadaan, terutama bagi generasi muda. Sebab hal ini dimanfaatkan jaringan narkoba sebagai modus peredaran barang haram. Saat ini beredarnya narkoba bukan berbentuk pil atau serbuk, melainkan berbentuk cairan atau liquid. Sekilas vape berbentuk seperti rokok elektrik biasa, padahal mengandung zat berbahaya yang terkategori narkotika.

Badan narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap sebanyak 1.716 dari 1.745 sampel cairan rokok elektrik yang diperiksa terdekteksi mengandung narkotika maupun narkotika jenis baru. Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, mengatakan bahwa temuan tersebut menjadi salah satu isu krusial yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pemberantasan narkoba.

Berdasarkan hasil pengujian pusat laboratorium Narkotika BNN hingga 12 Agustus 2026, sebanyak 1.716 dari 1.745 sampel cairan rokok elektrik terdeteksi mengandung narkotika maupun narkotika jenis baru (New Psychoactive Substances/NPS). Dari keseluruhan sampel yang diperiksa tersebut menjadi, sebanyak 1.552 sampel atau 88,9 persen terdeteksi mengandung etomidate, (antaranews.com, 1/10/2026).

Dilansir dari CNBC Indonesia, 21/09/2026 Nama etomidate menjadi sorotan setelah selebgram Julia Prastini atau dikenal sebagai Jule ditangkap terkait temuan vape yang mengandung zat tersebut. Etomidate sebenarnya merupakan obat anestesi yang digunakan dalam dunia medis, tetapi penggunaannya tidak bisa sembarangan. Penangkapan tersebut merupakan pengembangan kasus dua perempuan yang diduga menjual vape etomidate kepadanya.

Rusaknya Generasi Muda

Beredarnya narkoba saat ini sangatlah mudah, dari memproduksi dan mendistribusikan pada generasi muda. Padahal dampak dari pemakaian narkoba sendiri sangat berbahaya bagi tubuh. Namun efek yang diberikan pada saat penggunaan membuat seseorang merasa rilek, tenang, santai hingga melayang. Tak heran jika penggunaan barang haram ini membuat candu dan lebih mudah menyebar.

Apalagi generasi muda lebih cepat diserang karena mudah di pengaruhi, dan rasa ingin tahu tentang hal baru sangat tinggi. Kondisi ini menjadikan generasi muda sebagai kelompok yang rentan terpengaruh oleh berbagai hal, termasuk penyalahgunaan narkoba. Ketika kontrol diri, lingkungan, dan pemahaman agama tidak cukup kuat, berbagai alasan dapat menjadi pintu masuk bagi mereka untuk mencoba narkoba. Kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari sistem yang membentuk pola pikir dan kehidupan generasi muda saat ini.

Sistem ini adalah sistem sekulerisme atau paham yang memisahkan agama dari kehidupan, mengincar generasi muda sebagai generasi penerus bangsa. Mereka paham bahwa generasi muda menjadi tonggak peradaban. Sehingga sistem ini meracuninya dengan menggoyahkan akidah atau keimanan dalam berpikir maupun bertindak. Alasan utamanya ikuti trend, stress karena masalah dan berujung menikmati narkoba.

Sekularisme juga merupakan bagian dari sistem kapitalisme itu sendiri. Dengan demikian jika sekularisme adalah paham tentang pemisahkan kehidupan manusia dengan agama, maka kapitalisme akan memberikan ruang bagi industri untuk menumbuhsuburkan kegiatan yang dapat memberi keuntungan sebanyak-banyaknya. Contohnya memberi peluang para pengedar narkoba melalui vape berisi cairan narkoba yang siap diedarkan ke masyarakat sekitar. Mereka memproduksi vape tanpa paham apakah membahayakan ataukah tidak. Asalkan untung banyak, mereka mampu menghalalkan segala cara demi cuan.

Inilah gambaran mandulnya negara dalam meriayah warganya. Negara yang seharusnya memposisikan sebagai pemimpin, nyatanya saat ini lepas tangan tanpa peduli nyawa generasi muda. Respon negara hanyalah sebatas usulan pelarangan dalam RUU. Sementara vape berisi cairan narkoba terus di produksi dan beredar luas.

Akidah Benteng bagi Generasi

Islam sebagai agama sekaligus ideologi, mampu membangun aqidah atau keyakinan sebagai benteng generasi muda. Keimanan yang kuat akan melahirkan jiwa-jiwa tangguh membela kebenaran. Mampu melawan hawa nafsu dan tawaran apapun dari orang luar. Keimanan yang kokoh juga dapat melahirkan kesadaran akan keyakinan bahwa Allah maha melihat dan selalu mengawasi dimanapun berada. Sehingga menjadi tameng diri dari segala hal yang haram.

Islam juga mengajarkan penjagaan akal (hifz aql), jiwa dan kehormatan (maqasid syariah). Penjagaan akal ini dalam syariat Islam yaitu diharamkannya hal-hal yang merusak dan memabukkan, contohnya khamr, narkoba, dan sejenisnya haram secara mutlak. Islam melarang keras dari segala hal yang memabukkan, karena dapat menghilangkan kesadaran, merusak fungsi berfikir, serta memicu tindakan kriminal.

Daulah Islam merupakan satu-satunya negara yang menerapkan syari’at Islam dengan menjamin pendidikan serta membentuk generasi menjadi orang yang berkepribadian Islam. Mengarahkan pola pikir (syakhsiyah islamiyah) dan sikap peserta didik agar sesuai dengan Al-Qur’an dan As sunnah.

Pendidikan yang terjamin, akan melahirkan generasi cemerlang, yang tidak hanya cerdas dalam akademis melainkan taat dan memiliki ketakwaan kepada Allah Swt. Dari sisi lain negara juga akan memberantas semua bisnis narkoba, menjauhkan dari iklan-iklan narkoba, dan menerapkan sanksi tegas (uqubat), berupa zawajir dan jawabir bagi produsen, pemakai hingga pemakai vape narkoba.

Inilah potret dari penerapan sistem Islam, mampu menjamin pendidikan dan keamanan bagi warganya. Secara tegas syariat Islam mampu menerapkan jera bagi pelaku dan pemakai narkoba dengan memberi sanksi sehingga tidak akan terulang kembali.

Continue Reading

Previous: Generasi Muda dalam Krisis: Ketika Hidup Kehilangan Makna
Next: Menakar Wacana PTN Gratis

Related Stories

Rekening Massal untuk Rakyat, Pentingkah? WhatsApp Image 2026-10-09 at 09.40.34

Rekening Massal untuk Rakyat, Pentingkah?

09/10/2026
Ketika Korupsi, Bisnis, dan Kekuasan Bersatu, Bagaimana Peran Negara? WhatsApp Image 2026-10-09 at 09.33.24(1)

Ketika Korupsi, Bisnis, dan Kekuasan Bersatu, Bagaimana Peran Negara?

09/10/2026
Menakar Wacana PTN Gratis WhatsApp Image 2026-10-09 at 09.25.34

Menakar Wacana PTN Gratis

09/10/2026

Recent Posts

  • Rekening Massal untuk Rakyat, Pentingkah?
  • Ketika Korupsi, Bisnis, dan Kekuasan Bersatu, Bagaimana Peran Negara?
  • Menakar Wacana PTN Gratis
  • Ketika Manusia Membakar Rumahnya Sendiri
  • Tren Vape Narkoba, Bagaimana Respons Negara?

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Rekening Massal untuk Rakyat, Pentingkah? WhatsApp Image 2026-10-09 at 09.40.34

Rekening Massal untuk Rakyat, Pentingkah?

09/10/2026
Ketika Korupsi, Bisnis, dan Kekuasan Bersatu, Bagaimana Peran Negara? WhatsApp Image 2026-10-09 at 09.33.24(1)

Ketika Korupsi, Bisnis, dan Kekuasan Bersatu, Bagaimana Peran Negara?

09/10/2026
Menakar Wacana PTN Gratis WhatsApp Image 2026-10-09 at 09.25.34

Menakar Wacana PTN Gratis

09/10/2026
Ketika Manusia Membakar Rumahnya Sendiri WhatsApp Image 2026-10-09 at 09.08.48

Ketika Manusia Membakar Rumahnya Sendiri

09/10/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.