Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2023
  • June
  • 29
  • Penyakit Sifilis Merajalela, Apa Penyebabnya?

Penyakit Sifilis Merajalela, Apa Penyebabnya?

admin.news 29/06/2023
Sip
Spread the love

Oleh. Sherly Agustina, M.Ag.
(Penulis dan Pemerhati Kebijakan Publik)

MuslimahTimes.com–Ketika penyakit sifilis meningkat, sebagian umat baru menyadari bahwa kondisi saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Salah satunya dari interaksi sosial antar lawan jenis yang terlalu bebas karena mengadopsi ide kebebasan yang serba permisif. Sayangnya, umat belum benar-benar paham apa sebenarnya penyebab utama penyakit sifilis?

Sifilis ialah infeksi menular seksual (IMS) yang ditularkan melalui kontak seksual dengan seseorang yang terinfeksi. Penyebabnya ialah infeksi bakteri Treponema Pallidum, yang masuk dan menginfeksi seseorang melalui luka di vagina, penis, anus, bibir atau mulut. Penyakit ini sangat rentan terjadi pada pelaku seks bebas.

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menjelaskan, di Provinsi Jawa Barat tercatat 3.186 pasien terjangkit sifilis sepanjang 2018-2022. Jabar di peringkat kedua Setelah provinsi Papua sebanyak 3.864 pasien. Dari 3.186 kasus di Jabar, kota Bandung yang merupakan ibu kota provinsi Jawa Barat, tercatat paling dominan dari hasil skrining yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Jabar di beberapa kota dengan temuan 830 kasus. (radarjabar.disway.id, 14-06-2023)

Faktor Penyebab

Tentu harus diketahui faktor penyebab terjadinya penyakit sifilis dan penularannya. Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambud, penularan penyakit sifilis dipicu oleh aktivitas seksual menyimpang seperti penetrasi, seks oral, atau seks anal yang dilakukan oleh penderitanya. Hubungan seks yang berisiko hanya akan memperlebar potensi penularan (Republika.co.id, 12-05-2023)

Faktanya, generasi muda saat ini banyak yang terjebak perilaku seks menyimpang yaitu seks bebas. Publik dibuat tercengang laporan data Pengadilan Agama (PA) Bandar Lampung, sebanyak 649 remaja sepanjang 2022 se-Lampung mengajukan dispensasi nikah karena seks bebas dan hamil duluan. Belum lagi data di kota lainnya. Seks bebas sudah menjadi hal yang biasa di kalangan generasi muda.

Seks menyimpang dan seks bebas terjadi akibat gaya hidup permisif dan liberal yang diadopsi generasi muda. Akibatnya, banyak dari mereka terkena penyakit sifilis yang mengerikan. Parahnya, penyakit ini menular bukan hanya dari laki-laki kepada perempuan, atau laki-laki lagi. Lebih dari itu, dari ibu hamil dan menyusui bisa menularkan pada bayinya. Ketika ingin mengatasi masalah sifilis, maka harus ada persamaan persepsi tentang akar masalahnya sehingga bisa dicarikan solusi yang tepat.

Saat ini solusi parsial yang ditawarkan oleh pemerintah dan pakar kesehatan ialah segera mengobati dan mensuplay obat-obatan hingga ke tingkat kecamatan seperti yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Serta pengunaan kondom ketika berhubungan seksual dengan siapa pun. Memang ada yang berpendapat, solusi dari hulu lebih utama bahwa jangan melakukan seks menyimpang dan tidak bergonta-ganti pasangan.

Islam Punya Solusi

Namun, umat butuh solusi yang menyeluruh dari permasalahan sifilis ini. Hal yang lebih utama, pola dan gaya hidup hedonis, permisif dan liberal yang membuat umat tak sehat harus diganti dengan aturan yang membuat pola dan gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat ini hanya bisa diperoleh jika Islam yang diterapkan. Karena dalam Islam sangat menjaga pergaulan dan interaksi antara laki-laki dan perempuan.

Dalam Islam, kehidupan laki-laki dan perempuan di kehidupan umum pada dasarnya terpisah. Sehingga laki-laki dan perempuan bisa terjaga dari hal-hal yang memicu nafsu dan syahwat. Apalagi sampai melakukan seks menyimpang dan seks bebas. Hubungan intim laki-laki dan perempuan hanya ada dalam ikatan pernikahan yang sah, boleh berhubungan intim pada pasangan yang halal bukan yang lain.

Tidak diperbolehkan ada hubungan intim sesama jenis, antara laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan. Karena hal tersebut melanggar fitrah manusia dan bertentangan dengan hukum syara. Tujuan dari pernikahan untuk melestarikan keturunan, jika yang terjadi pernikahan sesama jenis maka tidak dapat melestarikan keturunan. Seperti yang marak terjadi saat ini, banyak pernikahan sesama jenis bahkan ada negara yang melegalkannya.

Sistem sosial dan interaksi manusia dalam Islam ditunjang dengan sistem lainnya yaitu sistem sanksi. Sistem sanksi dilakukan agar ada efek jera bagi para pelaku seks menyimpang agar tidak mudah melakukan keharaman atau pelanggaran hukum syarak. Dengan adanya sistem sanksi tak ada celah yang bisa membuat orang berani mencoba-coba. Selain itu, dalam Islam suasana keimanan dibangun sangat kuat agar umat terus mendekat taat pada aturan syariat. Sungguh, hanya dalam Islam umat bisa merasakan kehidupan sehat dan bahagia tanpa dibayang-bayangi penyakit kelamin yang menular dan membahayakan.

Sudah saatnya umat diselamatkan dari aturan yang rusak dan merusak. Maha benar Allah dalam firman-Nya di dalam surat Al-Maidah ayat 50, “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” Allahualam Bishawab.

Continue Reading

Previous: Miris, Generasi Terjebak Sifilis
Next: Ilusi Kedaulatan di Tangan Rakyat

Related Stories

Asap Tak Kunjung Padam, Pemimpin ke Mana? WhatsApp Image 2026-11-03 at 20.31.35

Asap Tak Kunjung Padam, Pemimpin ke Mana?

03/11/2026
Bullying Mengancam Generasi, Bagaimana Negara Mengatasi? WhatsApp Image 2026-11-01 at 06.36.40

Bullying Mengancam Generasi, Bagaimana Negara Mengatasi?

31/10/2026
Karhutla Berulang: Bahaya Normalisasi Eksploitasi oleh Korporasi WhatsApp Image 2026-11-01 at 05.48.27

Karhutla Berulang: Bahaya Normalisasi Eksploitasi oleh Korporasi

31/10/2026

Recent Posts

  • Tanda-tanda Penelantaran Finansial oleh Pasangan
  • Asap Tak Kunjung Padam, Pemimpin ke Mana?
  • Bullying Mengancam Generasi, Bagaimana Negara Mengatasi?
  • Karhutla Berulang: Bahaya Normalisasi Eksploitasi oleh Korporasi
  • Dana Bencana Dikorupsi, Amanah Dikhianati

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Tanda-tanda Penelantaran Finansial oleh Pasangan WhatsApp Image 2026-11-03 at 20.52.28

Tanda-tanda Penelantaran Finansial oleh Pasangan

03/11/2026
Asap Tak Kunjung Padam, Pemimpin ke Mana? WhatsApp Image 2026-11-03 at 20.31.35

Asap Tak Kunjung Padam, Pemimpin ke Mana?

03/11/2026
Bullying Mengancam Generasi, Bagaimana Negara Mengatasi? WhatsApp Image 2026-11-01 at 06.36.40

Bullying Mengancam Generasi, Bagaimana Negara Mengatasi?

31/10/2026
Karhutla Berulang: Bahaya Normalisasi Eksploitasi oleh Korporasi WhatsApp Image 2026-11-01 at 05.48.27

Karhutla Berulang: Bahaya Normalisasi Eksploitasi oleh Korporasi

31/10/2026

Tags

#Aborsi #aktual #Alquds #beras #bullying #ciptaker #deeplearning #derita #Gas #generasi #genz #hedonis #hikmah #Indonesiaemas #kafir #yaumilakhir #kajian #kebakaran #kecelakaan #kelaparan #kemiskinan #lalulintas #layak #LPG #mental #pagarlaut #pajak #Palestina #perempuan #Rajab #resensi #rumah #rumahtangga #sertifikasidai #silenttreatment #suami #teens Aktual cantik Demokrasi IBU ISLAM keadilan palestine Perempuan politik

CATEGORY

AKTUAL CHICKEN SOUP HIKMAH KAJIAN NEWS PARENTING Reportase RESENSI RUMAH TANGGA SASTRA TEENS Uncategorized
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.