Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2021
  • March
  • 2
  • Teladan Ibnu Mubarak

Teladan Ibnu Mubarak

admin.news 02/03/2021
muslimahtimes
Spread the love

Oleh. Diana Septiani

#MuslimahTimes — Pada suatu hari, seorang mawla (pelayan) di perkebunan diminta menyajikan buah delima yang manis untuk saudagar besar (tuannya). Ia bergegas memetik buah delima kemudian menyerahkan buah itu kepada tuannya. Buah pertama rasanya kecut. Sang tuan merasa kesal. Pelayan tersebut kembali mengambilkan buah, namun lagi-lagi rasanya kecut.

Tuannya murka, “Aku menyuruhmu mengambilkan buah delima yang manis, bukan yang kecut. Sekian lama kamu bekerja di sini, kamu tidak bisa membedakan mana delima yang manis dan mana yang kecut?”. Pelayan tersebut menjawab, “Tidak bisa tuan.” “Mengapa?” tanya sang saudagar. “Karena selama saya bekerja di sini, tuan tidak pernah mengizinkan saya untuk mencicipi buah di kebun ini.”

Sang tuan merasa begitu takjub dengan sikap amanah yang dimiliki pelayannya. Ia kemudian menikahnya dengan putrinya. Ya, pelayan itu ialah Al-Mubarak. Dari pernikahan ini lahirlah seorang ulama besar bernama Abdullah bin Al-Mubarak, atau yang sering disebut Ibnu Mubarak.

/ Sang Pengembara /

Ibnu Mubarak memiliki banyak julukan, diantaranya: Al-Hafizh, Syaikh al-Islam, Fakhr al-Mujahidin, Pemimpin Ahli Zuhud, dan masih banyak lagi. Salah satu julukannya ialah As-Sâffar (orang yang banyak melakukan perjalanan). Beliau banyak menghabiskan waktunya untuk bersafar dalam rangka menuntut ilmu, berdakwah, berhaji, berjihad dan berdagang. Beberapa wilayah yang pernah beliau kunjungi untuk menuntut ilmu diantaranya: Yaman, Mesir, Syiria, Bashrah dan Kufah.

Ibrahim bin Ishaq al-Bunani pernah menuturkan, bahwa Ibnu Mubarak berkisah, “Aku telah belajar dari 4.000 guru dan meriwayatkan hadis dari 1.000 ulama.” Al-Abbas bin Mush’ab juga berkata, “Aku pernah meneliti guru-gurunya dalam periwayatan hadis, ternyata aku menjumpai gurunya ada 800 ahli hadis.” Sungguh beliau benar-benar seorang pengembara ilmu. MasyaAllah!

/ Sang Penyembunyi Amal Kebaikan /

Salah satu akhlak Ibnu Mubarak yang menonjol adalah beliau selalu berusaha untuk menyembunyikan amal kebaikannya. Muhammad bin Isa berkisah mengenai hal ini. Suatu ketika Ibnu Mubarak pernah menjumpai seorang pemuda, kemudian beliau menyampaikan hadis, lalu beliau pergi. Ketika Ibnu Mubarak ingin menjumpai pemuda itu lagi, namun beliau tidak menemuinya. Bertanyalah Ibnu Mubarak tentang kondisi pemuda itu, ternyata sang pemuda  terlilit hutang sebesar 10.000 dirham (sekitar 700 juta).

Ibnu Mubarak meminta agar dipertemukan dengan orang yang memberi pinjaman, ia lantas melunasi hutang pemuda tersebut. Beliau berpesan agar tidak menceritakan hal ini kepada siapa pun selama beliau hidup. Ketika Ibnu Mubarak berjumpa kembali dengan pemuda tersebut, sang pemuda berkata, “Abu Abdurrahman, saya terlilit hutang hingga masuk penjara. Kemudian ada seseorang  yang telah datang melunasi hutang saya. Saya tidak tahu siapa orang itu.” Ibnu Mubarak hanya tersenyum dan mengucapkan hamdalah.

Setelah Ibnu Mubarak wafat, barulah sang pemuda tahu bahwa yang menulasi hutangnya ialah Ibnu Mubarak. Al-Mawarzi berkata: aku pernah mendengar Abu Abdullah Ahmad bin Hambal berkata, “Ibnu al-Mubarak tidak diangkat derajatnya oleh Allah, kecuali karena dia telah banyak melakukan kebaikan yang tidak diketahui banyak orang.” (Ibn ‘Asakir, Tarikh Dimasyqi, 38/240).

/ Seorang yang Wara’ /

Ibnu Mubarak pernah meminjam pena dari penduduk Syam. Setelah selesai beliau hendak mengembalikan pena tersebut kepada pemiliknya. Namun, setelah beliau sampai di Marwa, tiba-tiba pemiliknya berada di samping beliau. Ibnu Mubarak tidak langsung mengembalikan pena tersebut, ia menunggu hingga pemilik pena yang merupakan penduduk Syam tersebut kembali ke kotanya. Kemudian, beliau menyusul untuk mengembalikan pena tersebut. MasyaAllah betapa luarbiasanya akhlak Ibnu Mubarak. (Ahmad bin Ali Abu Bakr al-Khathib al-Baghdadi, Tarikh Baghdad, 10/160)

Ali bin al-Hasan bin Syaqiq pernah mendengar, bahwa Ibnu Mubarak berkata, “Sesungguhnya mengembalikan satu dirham dari sesuatu yang syubhat lebih baik bagiku daripada aku bersedekah 100 ribu sampai 600 ribu dirham.” (Ahmad bin Ali Abu Bakr al-Khathib al-Baghdadi, Tarikh Baghdad, 10/139)

/ Sang Dermawan dan Yang Tercinta /

Fudhail bin Iyadh berkata, “Ibnu Mubarak biasa berinfak kepada orang-orang fakir setiap tahun sebanyak 100.000 dirham (kira-kira Rp 7 miliar).

Begitu agung dan mulianya Ibnu Mubarak, adz-Dzahabi pernah berkata, “Sungguh aku menyukai Ibnu al-Mubarak karena Allah SWT. Dengan mencintai dia karena Allah SWT, aku berharap Allah SWT juga memberi aku sebagian dari kebaikan yang telah diberikan kepada dia seperti ketakwaan, kerajinan dalam beribadah, keikhlasan, kegemaran untuk berjihad, mempunyai ilmu yang luas, kepandaian, kesederhanaan, bijak dalam memberikan fatwa dan sifat-sifat terpuji.” (Abu al-Hajaj, Tahdzib al-Kamal, 16/15-16).

Ibnu Mubarak wafat pada bulan Ramadhan 181 H, saat beliau kembali dari medan perang dalam usia 63 tahun. Semoga Allah merahmati beliau dan menempatkannya di tempat agung lagi mulia. Semoga kita dapat meneladani Ibnu Mubarak dalam kehidupan sehari-hari.

Wallahu a’lam bish-showab.

Continue Reading

Previous: Narasi Buruk Islamophobia dalam Irama Gambus
Next: Nasehat di Punggung Truk

Related Stories

Ketika Manusia Membakar Rumahnya Sendiri WhatsApp Image 2026-10-09 at 09.08.48

Ketika Manusia Membakar Rumahnya Sendiri

09/10/2026
Ketika Remaja Putri Kehilangan Arah Cinta WhatsApp Image 2026-10-09 at 08.49.55

Ketika Remaja Putri Kehilangan Arah Cinta

09/10/2026
Pembakaran Hutan Tidak Akan Berhenti Tanpa Penghapusan Konsesi WhatsApp Image 2026-09-29 at 21.56.44

Pembakaran Hutan Tidak Akan Berhenti Tanpa Penghapusan Konsesi

29/09/2026

Recent Posts

  • Tanda-tanda Penelantaran Finansial oleh Pasangan
  • Asap Tak Kunjung Padam, Pemimpin ke Mana?
  • Bullying Mengancam Generasi, Bagaimana Negara Mengatasi?
  • Karhutla Berulang: Bahaya Normalisasi Eksploitasi oleh Korporasi
  • Dana Bencana Dikorupsi, Amanah Dikhianati

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Tanda-tanda Penelantaran Finansial oleh Pasangan WhatsApp Image 2026-11-03 at 20.52.28

Tanda-tanda Penelantaran Finansial oleh Pasangan

03/11/2026
Asap Tak Kunjung Padam, Pemimpin ke Mana? WhatsApp Image 2026-11-03 at 20.31.35

Asap Tak Kunjung Padam, Pemimpin ke Mana?

03/11/2026
Bullying Mengancam Generasi, Bagaimana Negara Mengatasi? WhatsApp Image 2026-11-01 at 06.36.40

Bullying Mengancam Generasi, Bagaimana Negara Mengatasi?

31/10/2026
Karhutla Berulang: Bahaya Normalisasi Eksploitasi oleh Korporasi WhatsApp Image 2026-11-01 at 05.48.27

Karhutla Berulang: Bahaya Normalisasi Eksploitasi oleh Korporasi

31/10/2026

Tags

#Aborsi #aktual #Alquds #beras #bullying #ciptaker #deeplearning #derita #Gas #generasi #genz #hedonis #hikmah #Indonesiaemas #kafir #yaumilakhir #kajian #kebakaran #kecelakaan #kelaparan #kemiskinan #lalulintas #layak #LPG #mental #pagarlaut #pajak #Palestina #perempuan #Rajab #resensi #rumah #rumahtangga #sertifikasidai #silenttreatment #suami #teens Aktual cantik Demokrasi IBU ISLAM keadilan palestine Perempuan politik

CATEGORY

AKTUAL CHICKEN SOUP HIKMAH KAJIAN NEWS PARENTING Reportase RESENSI RUMAH TANGGA SASTRA TEENS Uncategorized
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.