Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2021
  • July
  • 13
  • Ketaatan, Kunci Agar Do’a Terkabulkan

Ketaatan, Kunci Agar Do’a Terkabulkan

admin.news 13/07/2021
mt
Spread the love
Oleh : Andriani
#MuslimahTimes — Virus corona atau Covid-19 masih saja betah menjangkiti masyarakat Indonesia, juga dunia. Entah sampai kapan virus ini ada di negeri ini. Bukannya reda atau berkurang, malah angka kematian akibat virus corona ini makin melonjak. Kasus positif virus corona mencatatkan rekor dengan peningkatan  29.745 perhari dan 555 pasien meninggal dunia. Hingga saat ini kasus positif virus corona di Indonesia menjadi 2.313.829 sejak pertama kali diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada awal Maret 2020 lalu. (bisnis.com)
Sampai saat ini sudah berbagai macam cara yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Dari mengampanyekan protokol kesehatan, vaksinasi dan baru-baru ini pemerintah berupaya melakukan PPKM atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Kebijakan PPKM ini berlaku dari mulai Sabtu, 3 Juli sampai 20 Juli 2021 mendatang. Salah satu kebijakannya adalah menutup sarana publik termasuk rumah ibadah dan kegiatan konstruksi. Sedangkan kegiatan proyek konatruksi berjalan 100 persen.
Jadi masyarakat sekarang ini dibatasi untuk melakukan kegiatan di luar seperti melakukan ibadah di masjid pada waktu yang ditentukan. Artinya, melakukan ibadah hanya di rumah saja. Manteri desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mandes PDTT ), Abdul Halim Iskandar, mengirimkan surat resmi kepada kepala desa dan warga desa supaya menggelar do’a bersama. Dalam surat resmi tersebut Halim mengimbau agar seluruh pihak do’a bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Adapun do’a ini dilakukan guna menyikapi kondisi melonjaknya angka  Covid-19 di Indonesia. ”Do’a bersama dilakukan bersama keluarga di rumah masing-masing.’’ ujarnya dalam keterangan tertulis (detik.com 3/7/2021).
Apakah dengan berdo’a saja tanpa memperhatikan kausalitas berdo’a atau syarat terkabulnya dan diterimanya do’a tidak dihiraukan? 
Do’a merupakan ibadah, bahkan merupakan inti ibadah. Berdasarkan firman Allah yang artinya, “Dan tuhanmu berfirman berdo’alah kepadaKu niscaya akan kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari ibadah kepadaKu akan masuk neraka dalam keadaan hina dina.” (TQS. Ghafir (40) :60)
Allah telah menjelaskan  agar kita berdo’a kepada-Nya disertai dengan memenuhi seruanNya, terikat dengan syariat-Nya dan mengikuti RasulNya. Allah berfirman yang artinya, “Dan hendaklah kamu memenuhi seruanKu dan berimanlah kepadaKu agar kamu mendapatkan petunjuk.” (TQS al-Baqarah (2) : 186) 
Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah Saw dengan sabdanya yang artinya, “Ia berdoa kepada Allah, tetapi makanan dan minumannya dari barang yang diharamkan, maka bagaimana mungkin akan dikabulkan do’anya.” (HR. Muslim)
Jadi do’a itu bukan hanya dengan salat lalu mengangkat tangan dan bermunajat kepada Allah, tetapi perlu juga diperhatikan syarat terkabulnya do’a seperti firman Allah dan sabda Rasulullah di atas. Contoh nyatanya adalah seperti: tidak menyombongkan diri untuk memenuhi seruan-Nya, terikat dengan syriat-Nya dan mengikuti ajaran Rasul-Nya. Karena kita juga perlu memperhatikan kaidah kausalitas. Ketika kita ingin agar do’a kita terkabul, maka perhatikanlah syarat-syaratnya. Ketika terjadi bencana atau wabah, kemudian kita adakan do’a bersama padahal sebelumnya kita tidak menjalankan aturan dari Allah, mengerjakan apa yang diharamkan oleh Allah, lantas bagaimana bisa do’a tersebut dikabulkan?
Lalu bagaimana dengan sistem yang dianut  negara atau masyarakat  sekarang ini? 
Sepertinya bertolak belakang, karena sistem yang diterapkan saat ini sistem buatan manusia, yaitu Kapitalisme Sekularisme. Sistem yang memisahkan kehidupan dengan agama. Dalam sistem ini segala sesuatunya harus berorientasikan materi. Tidak peduli halal dan haram. Agama tidak berhak mengatur urusan negara. Maka dari itu, jangan heran jika kita melihat perekonomian negara ditopang oleh pajak dan riba. Riba yang sudah jelas hukumnya haram tak berlaku dalam sistem Kapitalisme Sekularisme. Halal haram sama sekali tidak diperhatikan, yang terpenting adalah keuntungan materi. Ketika utang riba yang digunakan untuk mendanai berbagai proyek telah menggunung, langkah selanjutnya adalah menzalimi rakyat dengan menarik pajak di berbagai sektor.
Sistem Kapitalisme, sistem buatan manusia yang pastinya tidak dapat memuaskan akal pikiran manusia. Standarnya hanyalah materi semata, yang sudah jelas bisa kita lihat bahwa semua sarat akan kepentingan. Penguasa hanya akan mengutamakan pribadi dan kelompoknya saja. Jadi, tidak heran negeri ini penuh dengan permasalahan. Berbeda dengan aturan Islam. Aturan Islam berasal dari Sang Pencipta dan diturunkan langsung kepada manusia paling mulia, Nabi Muhammad Saw yang telah membawa risalah Islam tersebut dan mendakwahkannya kepada orang-orang di sekitarnya. Bukan saja sebagai agama ritual, tetapi Islam mengatur segala lini kehidupan. 
Bagaimana mungkin Allah dengan cepat mengabulkan do’a kita, sedangkan kezaliman-kezaliman yang dilakukan oleh penguasa telah tampak jelas di depan mata kita. Telah kita ketahui bersama, bagaimana hukum di negeri ini berat sebelah. Banyak ulama yang dipersekusi, dana bansos yang dikorupsi, kenaikan pajak di tengah pandemi, insentif nakes yang belum cair sejak Januari, dan permasalahan lain yang begitu banyak dalam negeri ini.
Coba kita bandingkan dengan pemimpin-pemimpin Islam terdahulu, Rasulullah beserta khalifah-khalifah setelahnya. Mereka cepat menyelesaikan masalah karena mereka terikat dengan syariat Islam. Sosok pemimpin  yang taat pada perintah Allah dan Rasul-Nya. Bukankah Rasulullah pernah bersabda, “Ada tiga orang yang do’anya tidak akan ditolak yaitu; orang yang berpuasa sampai dia berbuka, imam atau pemimpin yang adil, dan do’a dari orang yang teraniaya.” (HR. Tirmidzi) 
Maka pantas saja umat Islam dibawah naungan Khilafah berjaya 1.300 tahun lamanya, karena aturannya aturan Islam dan pemimpin-pemimpinnya sangat adil dan taat.
Untuk itu, jika kita ingin do’a yang kita panjatkan terkabul, dalam hal ini berakhirnya pandemi, taatilah Allah dan Rasul-Nya dengan menjadikan seorang pemimpin yang adil untuk mengatur kehidupan sesuai dengan syariat Islam yang Allah perintahkan, yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
Wallahu a’lam.

Continue Reading

Previous: Tajir Melintir Tak Jaminan Bahagia Mengalir
Next: Merindu Imam yang Layak Dicintai di tengah Pandemi

Related Stories

Ketika Manusia Membakar Rumahnya Sendiri WhatsApp Image 2026-10-09 at 09.08.48

Ketika Manusia Membakar Rumahnya Sendiri

09/10/2026
Ketika Remaja Putri Kehilangan Arah Cinta WhatsApp Image 2026-10-09 at 08.49.55

Ketika Remaja Putri Kehilangan Arah Cinta

09/10/2026
Pembakaran Hutan Tidak Akan Berhenti Tanpa Penghapusan Konsesi WhatsApp Image 2026-09-29 at 21.56.44

Pembakaran Hutan Tidak Akan Berhenti Tanpa Penghapusan Konsesi

29/09/2026

Recent Posts

  • Tanda-tanda Penelantaran Finansial oleh Pasangan
  • Asap Tak Kunjung Padam, Pemimpin ke Mana?
  • Bullying Mengancam Generasi, Bagaimana Negara Mengatasi?
  • Karhutla Berulang: Bahaya Normalisasi Eksploitasi oleh Korporasi
  • Dana Bencana Dikorupsi, Amanah Dikhianati

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Tanda-tanda Penelantaran Finansial oleh Pasangan WhatsApp Image 2026-11-03 at 20.52.28

Tanda-tanda Penelantaran Finansial oleh Pasangan

03/11/2026
Asap Tak Kunjung Padam, Pemimpin ke Mana? WhatsApp Image 2026-11-03 at 20.31.35

Asap Tak Kunjung Padam, Pemimpin ke Mana?

03/11/2026
Bullying Mengancam Generasi, Bagaimana Negara Mengatasi? WhatsApp Image 2026-11-01 at 06.36.40

Bullying Mengancam Generasi, Bagaimana Negara Mengatasi?

31/10/2026
Karhutla Berulang: Bahaya Normalisasi Eksploitasi oleh Korporasi WhatsApp Image 2026-11-01 at 05.48.27

Karhutla Berulang: Bahaya Normalisasi Eksploitasi oleh Korporasi

31/10/2026

Tags

#Aborsi #aktual #Alquds #beras #bullying #ciptaker #deeplearning #derita #Gas #generasi #genz #hedonis #hikmah #Indonesiaemas #kafir #yaumilakhir #kajian #kebakaran #kecelakaan #kelaparan #kemiskinan #lalulintas #layak #LPG #mental #pagarlaut #pajak #Palestina #perempuan #Rajab #resensi #rumah #rumahtangga #sertifikasidai #silenttreatment #suami #teens Aktual cantik Demokrasi IBU ISLAM keadilan palestine Perempuan politik

CATEGORY

AKTUAL CHICKEN SOUP HIKMAH KAJIAN NEWS PARENTING Reportase RESENSI RUMAH TANGGA SASTRA TEENS Uncategorized
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.