Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2021
  • February
  • 18
  • Tips Rumah Tangga Awet

Tips Rumah Tangga Awet

admin.news 18/02/2021
Spread the love

Oleh. Hana Annisa Afriliani,S.S
(Penulis Buku “Menikah Rasa Jannah”)

Muslimahtimes– Setiap pasangan suami istri pasti mengharapkan rumah tangga yang langgeng hingga hanya ajal yang menjadi pemisahnya. Betapa tidak, rumah tangga adalah bangunan penuh makna yang harus dijaga. Namun sayangnya, dalam naungan sistem kehidupan liberal nan kapitalistik seperti hari ini, rumah tangga kaum muslimin digoda dengan aneka ujian.

Namun terlepas dari permasalahan eksternal yang dapat menggoyang bangunan rumah tangga, ada juga permasalahan internal yang kerap terabaikan. Sehingga tak tercium eksistensinya. Ujungnya rumah tangga menyimpan “bom” di dalamnya, yang pada waktunya nanti dapat meledak menghancurkan bangunan rumah tangga.

Berikut ini adalah tips agar rumah tangga awet hingga menua bersama pasangan:

Pertama, menerima pasangan apa adanya. Dalam hal ini, menerima segala kelebihan sekaligus kekurangannya dengan lapang dada. Jika pun merasa tak nyaman dengan kekurangannya, maka nasihatilah dan bimbinglah dengan cara yang ahsan, bukan dengan penghakiman yang dapat menyudutkan pasangan ke dalam jurang ketidakberhargaan.

Sebagai istri, ketika mendapati suaminya tidak sesuai espektasinya seperti ketika awal menikah dahulu, maka terimalah dia apa adanya. Karena kita telah menyerahkan diri kita kepadanya seutuhnya untuk menjadi makmum dalam hidupnya, maka bersabarlah terhadap segala kekurangannya. Namun meski begitu, kita tetap harus menasihati selayaknya menasihati seorang sahabat, agar dia menyadari kesalahannya. Sampaikan dengan penuh kelembutan, jangan sampai menginjak harga dirinya sebagai seorang kepala rumah tangga.

Begitupun bagi suami, ketika mendapati istrinya penuh dengan kekurangan, maka selayaknya suami menasihati dengan penuh cinta. Sebagaimana Islam mengajarkan agar para suami mendidik istrinya dengan cara yang penuh hikmah. Jangan dengan bentuk paksaan, jangan pula dibiarkan dengan kesalahannya. Sebab sejatinya istri bagaikan tulang rusuk yang bengkok, jika diluruskan dengan paksa, dia akan patah. Dan jika dibiarkan dia akan semakin bengkok.

Rasulullah Saw bersabda, “Sampaikanlah pesan kebaikan kepada kaum wnaita karena sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika kalian ingin meluruskannya, maka kalian mematahkannya, jika kalian biarkan saja, niscaya ia akan tetap bengkok.” (Muttafaq ‘Alaih).

Kedua, jangan pernah membatasi “kebebasannya” selama tidak melanggar hukum syara atau mengabaikan kewajibannya. Ya, karena sejatinya setiap individu memiliki kesenangan, jangan sampai pernikahan justru membuat kesenangan tersebut terenggut dan akhirnya menciptakan ketidakbahagiaan dalam rumah tangga. Jangan sampai pasangan kita merasa terkekang setelah menikah. Padahal bukankah pernikahan adalah wadah untuk merajut kebahagiaan?

Biarkan pasangan kita melakukan apa yang dia sukai, jangan membuatnya tertekan dan merasa bersalah dengan terus-menerus melarangnya. Jika hal-hal tersebut tidak membuatnya mengabaikan kewajibannya sebagai seorang suami atau sebagai seorang istri, lantas mengapa harus melarangnya berbahagia lewat caranya?

Ketiga, jangan pernah membicarakan keburukannya di hadapan orang lain, termasuk mertua, orangtua, atau keluarga besar. Kadangkala dalam setiap pertemuan keluarga, terjadi perbincangan hangat yang mengalir tanpa batas. Dan kadangkala kita terbawa suasana membicarakan banyak hal di hadapan keluarga besar, termasuk mungkin membicarakan soal keburukan pasangan kita. Jelas hal tersebut akan dapat menyakiti hati pasangan kita, mungkin tidak secara langsung pasangan kita mengungkapkan ketidaksukaan tersebut. Namun bisa jadi dia memendamnya dalam diam.

Sudah selayaknya suami dan istri saling menghargai dan menjaga perasaan masing-masing. Jangan sampai menyakitinya walau sepercik saja.

Demikianlah tips agar rumah tangga awet dan dilingkupi bahagia. Kuncinya adalah saling memahami pasangan kita sebagaimana kita memahami diri kita sendiri. Sebelum melakukan sesuatu pada pasangan kita, tanyakan kepada diri kita, “ Sukakah kita diperlakukan demikian?” Jika kita tidak suka, berarti jangan melakukan itu pada pasangan kita. Begitupun ketika kita ingin melontarkan ucapan kepada pasangan kita, tanyakan kepada diri kita, “Sukakah kita jika mendengar kalimat tersebut dialamatkan kepada kita?” Jika kita tidak suka, maka jangan ucapkan itu kepada pasangan kita.

Sungguh, rumah tangga adalah sekolah kehidupan untuk menempa setiap diri menjadi pribadi yang dewasa dan sikap mental yang kian matang. Bersandarlah pada syariat-Nya, dekaplah kuat iman kepada-Nya. Niscaya kita akan mampu memperlakukan pasangan kita dengan perlakukan terbaik, sebagaimana halnya Rasulullah Saw memperlakukan istri-istrinya dengan begitu mulia. Ingatlah bahwa lelaki terbaik adalah ia yang ketika marah tak menghinakan pasangannya dan ketika bahagia ia akan memuliakan pasangannya.

Adapun istri terbaik adalah yang ketika marah memilih diam daripada memaki pasangannya, dan ketika bahagia akan menularkan kebahagiaan itu kepada pasangannya. Wallahu’alam.

Continue Reading

Previous: Belajar Warna Kepribadian Hindari Perceraian
Next: Agar Ayah Bahagia dan Membahagiakan

Related Stories

Tanda-tanda Penelantaran Finansial oleh Pasangan WhatsApp Image 2026-11-03 at 20.52.28

Tanda-tanda Penelantaran Finansial oleh Pasangan

03/11/2026
Navigasi Finansial Hadapi Tekanan Ekonomi WhatsApp Image 2026-10-09 at 20.48.11

Navigasi Finansial Hadapi Tekanan Ekonomi

09/10/2026
Istri Solehah Bukan Istri Pajangan WhatsApp Image 2026-09-18 at 20.20.35

Istri Solehah Bukan Istri Pajangan

18/09/2026

Recent Posts

  • Tanda-tanda Penelantaran Finansial oleh Pasangan
  • Asap Tak Kunjung Padam, Pemimpin ke Mana?
  • Bullying Mengancam Generasi, Bagaimana Negara Mengatasi?
  • Karhutla Berulang: Bahaya Normalisasi Eksploitasi oleh Korporasi
  • Dana Bencana Dikorupsi, Amanah Dikhianati

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Tanda-tanda Penelantaran Finansial oleh Pasangan WhatsApp Image 2026-11-03 at 20.52.28

Tanda-tanda Penelantaran Finansial oleh Pasangan

03/11/2026
Asap Tak Kunjung Padam, Pemimpin ke Mana? WhatsApp Image 2026-11-03 at 20.31.35

Asap Tak Kunjung Padam, Pemimpin ke Mana?

03/11/2026
Bullying Mengancam Generasi, Bagaimana Negara Mengatasi? WhatsApp Image 2026-11-01 at 06.36.40

Bullying Mengancam Generasi, Bagaimana Negara Mengatasi?

31/10/2026
Karhutla Berulang: Bahaya Normalisasi Eksploitasi oleh Korporasi WhatsApp Image 2026-11-01 at 05.48.27

Karhutla Berulang: Bahaya Normalisasi Eksploitasi oleh Korporasi

31/10/2026

Tags

#Aborsi #aktual #Alquds #beras #bullying #ciptaker #deeplearning #derita #Gas #generasi #genz #hedonis #hikmah #Indonesiaemas #kafir #yaumilakhir #kajian #kebakaran #kecelakaan #kelaparan #kemiskinan #lalulintas #layak #LPG #mental #pagarlaut #pajak #Palestina #perempuan #Rajab #resensi #rumah #rumahtangga #sertifikasidai #silenttreatment #suami #teens Aktual cantik Demokrasi IBU ISLAM keadilan palestine Perempuan politik

CATEGORY

AKTUAL CHICKEN SOUP HIKMAH KAJIAN NEWS PARENTING Reportase RESENSI RUMAH TANGGA SASTRA TEENS Uncategorized
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.